Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mukti Ali adalah Menteri Agama Indonesia yang ke-12.
Ia mulai menjabat pada September 1971 hingga Maret 1978.
Ia juga dikenal sebagai bapak kerukunan antaragama.
Mukti Ali juga merupakan profesor dalam bidang kajian keislaman.
Pendidikan #
Mukti Ali lahir di Cepu, Blora pada 23 Agustus 1923.
Ia lahir dari ayah K.H. Idris dan Hj. Khodijah.
K.H. Idris adalah seorang pedagang tembakau yang sukses.
Sementara istrinya adalah seorang pedagang kain.
Mukti Ali lahir dengan nama Soedjono.
Namanya berganti menjadi Mukti Ali setelah ia berguru kepada K.H. Hamid Pasuruan.
Nama Mukti Ali diberikan oleh K.H. Hamid.
Mukti Ali mengawali pendidikan di HIS (Hollandsch Inlandsche School).
Setiap sore, ia belajar mengaji di Madrasah Diniyah Cepu.
Setelah lulus dari HIS, ia melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Cepu.
Ia belajar kepada K.H. Usman.
Pada tahun 1940, Mukti Ali bertolak ke Pacitan untuk belajar dengan K.H. Dimyati di Pondok Pesantren Tremas.
Di pesantren tersebut, ia bertemu dengan beberapa tokoh seperti K.H. Ali Ma'sum (Rais Aam PBNU 1981-1984) dan K.H. Abdul Hamid Pasuruan.
Setelah dari Tremas, ia melanjutkan pembelajaran ke Pesantren Al Hidayah, Lasem, Rembang.
Di pesantren tersebut, ia berada di bawah asuhan K.H. Ma'sum, ayah dari K.H. Ali Ma'sum.
Setelah berkelana ke berbagai pesantren, ia masuk ke perguruan tinggi di Sekolah Tinggi Islam (STI).
Baca: Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19, Sudah Dua Bulan Tak Bertemu Jokowi
Sebelum menamatkan pendidikan di STI, ia bergabung dalam angkatan perang sabil melawan agresi Belanda pada akhir tahun 1948.
Setelah agresi Belanda berhasil diredam, ia ingin melanjutkan pendidikan.
Ia pergi ke Makkah untuk berhaji sekaligus belajar Islam.
Namun, sampai di Makkah, ia merasa kecewa.
Ia tidak puas melihat tingkat pendidikan di Makkah yang tak jauh berbeda dari Indonesia.
Ia kemudian bertolak ke Pakistan untuk masuk ke Universitas Karachi.
Ia lulus dari Karachi pada tahun 1955.
Setelah dari Pakistan, ia melanjutkan pendidikan ke McGill University, Kanada.
Ia diajar oleh Profesor Wilfred Cantwell Smith.
Karier #
Setelah pulang dari Kanada pada tahun 1957, ia menjadi dosen di IAIN Yogyakarta.
Di kampus tersebut, ia mengajar tentang perbandingan agama.
Pada awal tahun 1970 an, ia dilantik oleh Presiden Soeharto sebagai Menteri Agama. (1)
Pada saat menjabat sebagai Menag, ia menyelesaikan delapan masalah pokok.
Pertama, masalah pembangunan manusa seutuhnya.
Kedua, masalah kerukunan hidup umat beragama.
Ketiga, menegaskan Indonesia sebagai negara Pancasila.
Keempat, memperbaiki pendidikan di kalangan umat Islam.
Kelima, peningkatan kualitas studi agama di IAIN.
Baca: Yaqut Cholil Qoumas
Keenam, membentul Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ketujuh, meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pesantren.
Kedelapan, menyelesaikan polemik RUU Perkawinan. (2)
Karya Tulis #
Ilmu Perbandingan Agama di Indoneia
Alam Pikiran Islam Modern di India dan Pakistan
Pengolahan Pemikiran Islam
Alam Pikiran Islam Modern di Timur Tengah
Ibnu Chaldun dan Asal Usul Sosiologi
Etika Agama Dalam Pembentukan Kepribadian Nasional Dan Pemberantasan Kemaksiatan Dari Segi Agama Islam
Islam dan Sekularisme di Turki Modern
Baca: Miftachul Akhyar
Beberapa Persoalan Agama Dewasa Ini
Ijtihad dalam Pandangan Muhammad Abduh, Ahmad Dakhlan dan Muhammad Iqbal (3)
(Tribunnewswiki.com/Yusuf)
| Info Pribadi | Tokoh Intelektual |
|---|
| Pendidikan | McGill University, Kanada |
|---|
| Riwayat Karir | Menteri Agama RI |
|---|
| Tempat Tanggal Lahir | Blora, 23 Agustus 1923 |
|---|
| Meninggal | Yogyakarta, 5 Mei 2004 |
|---|
Sumber :
1. www.laduni.id
2. ibtimes.id
3. onesearch.id