Erupsi Gunung Semeru, Rumini dan Salamah Ditemukan Tewas dalam Kondisi Berpelukan

Salamah dan Rumini ditemukan tewas dalam kondisi berpelukan di dapur rumah pasca-erupsi Gunung Semeru menyapu kediaman mereka.


zoom-inlihat foto
Material-awan-panas-guguran-Gunung-Semeru.jpg
KOMPAS.com/ANDI HARTIK
Material awan panas guguran Gunung Semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, serta asap pekat berwarna abu-abu yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gunung Semeru yang berlokasi di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Sabtu, (4/12/2021), sekitar pukul 15.00 WIB.

Erupsi dari gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu menimbulkan korban jiwa.

Hingga Senin, (6/12/2021), pukul 11.10 WIB, musibah itu mengakibatkan 15 orang meninggal dunia.

Salamah (70) dan anaknya, Rumini (28) yang merupakan warga Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, adalah beberapa di antara korban jiwa.

Salamah dan Rumini ditemukan tewas dalam kondisi berpelukan di dapur rumah setelah erupsi Gunung Semeru menyapu kediaman mereka.

Ibu dan anak itu menjadi korban reruntuhan bangunan yang roboh.

Adik ipar Salamah, Legiman, berujar bahwa pada saat Gunung Semeru meletus, semua orang lari berhamburan keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

Baca: Update Erupsi Semeru 6 Desember : Korban Jiwa 15 Orang, 27 Orang Hilang, 1.707 Warga Mengungsi

Baca: Satu Orang Meninggal akibat Lava Pijar Erupsi Gunung Semeru

Jenazah Salamah (70) dan Rumini (28) saat akan dikebumikan. Salamah (70) dan anaknya, Rumini (28) yang merupakan warga Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, adalah beberapa di antaranya dari korban jiwa akibat erupsi Gungun Semeru pada Sabtu (4/12/2021) sekira pukul 15.00 WIB.
Jenazah Salamah (70) dan Rumini (28) saat akan dikebumikan. Salamah (70) dan anaknya, Rumini (28) yang merupakan warga Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, adalah beberapa di antaranya dari korban jiwa akibat erupsi Gungun Semeru pada Sabtu (4/12/2021) sekira pukul 15.00 WIB. (TribunJatim.com/ Tony Hermawan)

Diduga, Salamah tidak sanggup berjalan lantaran faktor usia yang saat ini sudah menyentuh 70 tahun.

Sementara itu, Rumini diduga tidak tega meninggalkan ibunya sendirian.

Keduanya pun ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan.

"Tadi pagi kan saya cari adik ipar sama ponakanku. Pas bongkar rontokan tembok dapur terus tangannya kelihatan dan langsung kami bersihkan dan dibawa ke rumah untuk dimakamkan," kata Legiman, dikutip TribunnewsWiki dari Tribun Jatim, Senin (6/12/2021).

Dikatakan Legiman, suami dan anak Salamah selamat meski mengalami luka akibat reruntuhan bangunan rumah.

"Suami Rumini dan anaknya selamat, mereka sekarang dirawat di puskesmas," kata Legiman.

Baca: Ranu Kumbolo Semeru

Baca: Gunung Semeru

Gunung Semeru meletus lagi pada Sabtu (4/12/2021).
Gunung Semeru meletus lagi pada Sabtu (4/12/2021). (Surya.co.id)

Update Erupsi Semeru

BNPB menyebutkan bahwa Posko Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru melaporkan, korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur, hingga Senin (6/12/2021) pukul 11.10 WIB menjadi 15 orang dan 27 orang dinyatakan hilang.

Pengecekan dan validasi data terus dilakukan untuk memastikan status korban tersebut.

Hingga hari ketiga, posko tetap melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kemungkinan warga yang menjadi korban awan panas guguran Gunung Semeru.

Saat ini, total korban jiwa atau korban terdampak yang berhasil dihimpun oleh Posko adalah 5.205 warga terdampak, 27 hilang, dan 15 orang meninggal dunia.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terakit lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved