Jadi Tersangka Kasus Aborsi Novia Widyasari, Bripda Randy Resmi Pakai Baju Tahanan di Penjara

Saat ini, Bripda Randy telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya kekasihnya yang menenggak racun di dekat makam ayahnya.


zoom-inlihat foto
Bripda-Randy-Bagus-ditahan.jpg
TRIBUNJATIM/dok Humas Polda Jatim
Tampang anggota Polres Pasuruan, Bripda Randy Bagus (kanan), saat dijebloskan ke dalam ruang tahanan di Mapolda Jatim.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus meninggalnya seorang mahasiswi bernama Novia Widyasari Rahayu atau NWR (23) karena bunuh diri di dekat makam ayahnya di Sooko, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021), ditangani dengan serius oleh pihak kepolisian.

Novia Widyasari diduga bunuh diri dengan meminum racun berisi campuran potasium.

Belakangan diketahui bahwa penyebab Novia mengakhiri hidupnya adalah karena mengalami tekanan mental atau depresi.

Novia memiliki hubungan asmara dengan seorang anggota polisi di Polres Pasuruan, yakni Bripda Randy Bagus atau RB (21).

Baca: Mahasiswi di Mojokerto Ditemukan Meninggal di Atas Makam Ayahnya, Diduga Akhiri Hidup karena Depresi

Saat ini, Bripda Randy telah ditetapkan sebagai tersangka di balik kasus tewasnya kekasihnya tersebut yang menenggak racun di dekat makam ayahnya.

Bripda Randy Bagus ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aborsi.

Randy juga diduga kuat menjadi penyebab Novia mengalami tekanan mental atau depresi sehingga membuat Novia nekat mengakhiri hidup.

Baca: Dipecat dan Ditahan, Bripda Randy Diduga Paksa NWR Lakukan Aborsi 2 Kali

Baca: Profil Bripda Randy, Oknum Polisi yang Jadi Tersangka Usai Hamili Mahasiswi Mojokerto

Tangkapan layar twitter yang memuat informasi tentang Bripda Randy (kiri) dan lokasi ditemukannya NWR (kanan)
Tangkapan layar twitter yang memuat informasi tentang Bripda Randy (kiri) dan lokasi ditemukannya NWR (kanan) (Twitter/Surya.co.id Mochammad Romadoni)

Bripda Randy Bagus disebut terlibat dua kali melakukan aborsi terhadap janin di dalam kandungan Novia.

Akibat perbuatannya itu, Bripda Randy dijerat Pasal 348 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara karena diduga memaksa Novia untuk melakukan aborsi.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bripda Randy pun langsung ditahan di Mapolda Jawa Timur, Surabaya.

Tampak dalam foto yang beredar, Bripda Randy mengenakan baju tahanan berwarna oranye.

Dalam foto itu terlihat Bripda Randy berada dan berdiri di balik jeruji besi.

Pria kelahiran Pandaan, Pasuruan, itu tengah berdiri memegang jeruji besi.

"RB kini ditahan di Mapolres Mojokerto. Kami tidak pandang bulu dalam penegakan hukum termasuk kepada anggota Polri," kata Wakapolda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo melalui keterangan resminya Sabtu (4/12/2021), seperti dikutip dari Kompas.tv.

Baca: Erupsi Gunung Semeru, Rumini dan Salamah Ditemukan Tewas dalam Kondisi Berpelukan

Selain ditahan dan terancam hukuman 5 tahun penjara, Slamet mengatakan RB akan diproses secara internal dan dijerat dengan Pasal 7 dan 11, Perkap Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik.

"Ini sudah memenuhi unsur, hukuman terberatnya adalah Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH). Ini hukuman terberat," ujar Slamet.

Bripda Randy sendiri telah mengaku melakukan perbuatan aborsi dengan menggunakan sarana obat khusus penggugur kandungan.

Dia terbukti terlibat dalam upaya aborsi sebanyak dua kali atas kehamilan yang dialami pacarnya, Novia Widyasari, pada Maret 2020 dan Agustus 2021 kemarin.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved