TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Joko Sambang menegaskan bahwa peringatan dini mitigasi kondisi Gunung Semeru tetap berfungsi.
Menurut Joko, tanda-tanda Awan Panas Gunung (APG) sudah mulai berjatuhan sejak dua hari sebelum erupsi pada Sabtu (4/12/2021).
Awan panas gunung tersebut berjarak hanya sekitar 1-2 kilometer dari tingkat puncak Semeru.
"Dua hari sebelumnya sudah ada erupsi tapi tidak sampai ke bawah, dan saat itu kami sudah menetapkan waspada level 2," kata Joko saat dikonfirmasi via telepon, Senin (6/12/2021), dikutip dari Kompas.com.
Joko menjelaskan, sistem mitigasi sudah berjalan sesuai fungsinya.
Para petugas juga sudah berjaga 24 jam.
Hanya saja, berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kejadian itu berlangsung begitu cepat disertai hujan yang cukup lebat.
Sehingga tumpukan material gunung yang tersangkut di atas langsung turun akibat tersapu banjir.
"Nah saat itu dibarengi dengan hujan besar, material gunung yang tertumpuk di atas, info dari PVMBG, sehingga ketika terkumpul begitu hujan langsung turun bareng ke bawah,"jelasnya.
Joko menegaskan, semburan APG bukan letusan Gunung Semeru itu di luar skenario mitigasi.
Pasalnya, pihak PVMBG juga sudah merilis bahwa sebelum kejadian selalu ada getaran yang merekam mulai dari 10 hingga 24 getaran.
Joko menyatakan sudah membentuk jaringan informasi terkait perkembangan situasi Gunung Semeru dengan komunitas masyarakat di setiap jarak lereng gunung, untuk penguat sistem mitigasi
"Kebetulan saya punya jaringan mulai dari hulu sampai hilir, di sepanjang aliran itu ada komunitasnya. Saat di lereng Semeru itu ada hujan, disampaikan oleh komunitas di sana by grup WhatsApp. Teman-teman yang di bawah hati-hati, khawatir banjirnya besar," ucap dia.
Baca: Update Erupsi Semeru 6 Desember : Korban Jiwa 15 Orang, 27 Orang Hilang, 1.707 Warga Mengungsi
Baca: Erupsi Gunung Semeru, Rumini dan Salamah Ditemukan Tewas dalam Kondisi Berpelukan
Saat terjadi APG, menurut Joko, warga di sekitar kawasan pun melihat ada guguran, yang disampaikan melalui grup WhatsApp.
Kemudian warga di lereng gunung telah diminta hati-hati karena sungainya mulai banjir.
"Yang dilaporkan saat itu pukul 15.40 WIB. Selang 15 menit dari hal itu, ada info ke saya, menyampaikan lagi. Pak Joko ada APG turun, Ini teman saya posisinya 11 km dari puncak Semeru," ungkap dia.
Setelah adanya informasi terseut, Joko langsung menghubungi pihak PVMBG untuk memastikan sistem mitigasinya.
"Saya langsung kontak PVMBG ternyata di sana sudah tertutup kabut, tapi juga ada getaran memang ada yang terdeteksi dini. Jadi ini kejadiannya sangat cepat sekali," terangnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)