Kronologi Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Meninggal saat Ikuti Kegiatan Pembaretan Menwa

Seorang mahasiswi D-3 Fisioterapi UPN Veteran Jakarta (UPNVJ), Fauzia Nabila atau Lala, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pembaretan Menwa.


zoom-inlihat foto
mahasiswa-uho-tewas-saat-unjuk-rasa.jpg
Pixabay
Ilustrasi jenazah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang mahasiswi D-3 Fisioterapi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Fauzia Nabila atau Lala, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pembaretan Resimen Mahasiswa (Menwa) pada Kamis (25/11/2021) lalu.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UPNVJ, Ria Maria Theresa, mengungkapkan kronologi meninggalnya Lala.

Ria mengatakan bahwa Lala mengikuti pembaretan Menwa Jayakarta di Sentul, Jawa Barat, pada Rabu (24/11/2021).

Setelah itu, Lala sempat mengikuti long march yang menjadi salah satu agenda kegiatan pembaretan Menwa pada Kamis, (25/11/2021).

Etape I longmarch berjarak tiga kilometer menuju Masjid Jami Tanah Baru.

Waktu istirahatnya adalah dua kali dengan waktu selama lima menit.

"Kronologis yang kami terima, kondisi medan untuk longmarch masih jalur landai. Pada pukul 13.45 WIB, saat menuju pemberhentian kedua etape 1, almarhumah terlihat kelelahan dan akhirnya panitia memutuskan menaikannya ke dalam ambulans," kata Ria, Selasa (30/11/2021), dikutip TribunnewsWiki dari Tribunnews.

Baca: Jadi Tersangka Tewasnya Gilang Endi, 2 Senior Menwa UNS Terancam 7 Tahun Penjara

Baca: Kasus Diklat Maut Menwa UNS, Polisi Sebut Ada Kemungkinan Tambahan Tersangka Lain

Pada pukul 14.30 WIB, saat tiba di tujuan etape I bersama ambulans, Lala keluar dari ambulans dan ikut bergabung kembali bersama teman-temannya yang tengah istirahat.

Lala menyatakan sudah merasa lebih baik dan siap melanjutkan perjalanan kembali.

"Pukul 14.45 WIB, setelah istirahat di etape 1, perjalanan dilanjutkan menuju etape II di Masjid Quba dengan jarak 3,1 kilometer," kata Ria.

"Pukul 15.30 WIB, kira-kira berjarak dua kilometer dari etape 1, almarhumah mengalami kram kaki kirinya," imbuhnya.

"Panitia memutuskan membawa almarhumah dengan ambulans menuju etape II," ujar Ria.

Pada pukul 16.10 WIB, sesampai di etape II, kondisi Lala semakin lemah dan mulai tidak kooperatif saat dibantu.

Kemudian panitia meminta bantuan ustaz di masjid.

Akan tetapi, ustaz tersebut tak bisa memberikan bantuan.

Saat itu, Lala sudah diberi bantuan oksigen karena sesak napas.

Untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut berupa oksigen tambahan, Lala lantas dibawa ke lokasi pembaretan yang menjadi lokasi akhir long march.

Lantaran kondisi Lala tidak membaik, panitia akhirnya memutuskan membawa Lala ke Rumah Sakit EMC Sentul.

Baca: Resimen Mahasiswa (Menwa)

Baca: Kasus Diklat Maut Menwa UNS, Begini Respons Kemendikbud Ristek

Akan tetapi, meskipun sudah menyalakan sirine, ambulans yang membawa Lala tak bisa bergerak lantaran terjadi kemacetan di kawasan Sentul.

Panitia pun disarankan oleh warga setempat untuk berputar arah ke Ciawi.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved