Antisipasi Masuknya Varian Omicron, Masa Karantina WNA dan WNI dari LN Diperpanjang Jadi 7 Hari

Sebelumnya, masa karantina pelaku perjalanan dari luar negeri telah dikurangi menjadi hanya tiga hari.


zoom-inlihat foto
Luhut-Binsar-Pandjaitan-dalam-konferensi-pers-PPKM.jpg
YouTube/Sekretariat Presiden
Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers PPKM yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/9/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masa karantina negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri diperpanjang menjadi tujuh hari.

Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya virus corona varian Omicron ke Indonesia.

Sebelumnya, masa karantina pelaku perjalanan dari luar negeri telah dikurangi menjadi hanya tiga hari.

"Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk (list) menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari,"  kata Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Minggu (28/11), dikutip dari Kontan.

Varian Omicron yang diketahui mulai menyebar di kawasan Afrika Selatan tengah menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pemerintah Indonesia akan menyusun kebijakan melarang masuknya WNI yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari ke negara yang diduga memiliki kasus varian Omicron.

Baca: Covid-19 Varian Omicron

Baca: Ahli: Varian Botswana Mungkin Muncul dari Pasien HIV/AIDS yang Tidak Terdiagnosis

Ilustrasi virus corona (CDC)
Ilustrasi virus corona (CDC) (CDC)

Beberapa negara tersebut antara lain Afrika Selatan, Bostwana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hongkong.

"Kebijakan ini akan segera diberlakukan dalam waktu 1x24 jam," kata Luhut.

WNI yang akan pulang ke tanah air dari negara-negara tersebut wajib mengkarantina diri selama 14 hari.

Omnicron diduga berasal dari penderita HIV/AIDS

Varian Omicron atau Botswana yang tengah menjadi perhatian ilmuwan diduga muncul dari seorang penderita HIV/AIDS yang tidak terdiagnosis.

Profesor Francois Balloux, ahli genetika di University College London, mengatakan varian yang awalnya diidentifikasi sebagai B.1.1529 ini adalah galur baru yang memiliki mutasi yang tidak biasa.

Baca: Miliki Mutasi yang Tidak Biasa, Virus Corona Varian Botswana Picu Kekhawatiran

"Mengingat adanya sejumlah besar mutasi yang terkumpul dalam satu rentetan, varian itu mungkin muncul ketika ada infeksi kronis [Covid-19] pada seorang dengan masalah kekebalan, kemungkinan dari seorang penderita HIV/AIDS yang tidak ditangani," kata Prof. Balloux dikutip dari Standard, Jumat (26/11/2021).

Saat ini, kata dia, hal-hal tentang varian Botswana masih susah diprediksi.

Prof. Balloux mengatakan varian ini belum tentu dikenali oleh sistem imun orang-orang yang telah terinfeksi varian Alpha atau Delta.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang varian Omicron di sini

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved