Livin' Jakarta Coffee Week 2021 Siap Digelar Kembali Secara Offline, Catat Tanggal Acaranya

Jakarta Coffe Week (Jacoweek) sudah menjadi acara kopi yang paling ditunggu-tunggu sejak tahun 2016.


zoom-inlihat foto
Livin-Jakarta-Coffee-Week-2021-Siap-Digelar-Kembali-Secara-Offline-Catat-Tanggal-Acaranya.jpg
Team Delapan untuk #Jacoweek2021
Livin' Jakarta Coffee Week 2021 Siap Digelar Kembali Secara Offline, Catat Tanggal Acaranya


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jakarta Coffe Week (Jacoweek) sudah menjadi acara kopi yang paling ditunggu-tunggu sejak tahun 2016.

Jacoweek adalah ajang perayaan kultur kopi spesialti yang selalu dibanjiri oleh peminat kopi yang tidak hanya datang dari Jakarta saja, tetapi dari kota-kota tetangga.

Para penikmat kopi, barista, dan ahil kopi terbaik, merek-merek lokal yag paling terkemuka, produsen, dan distributor mesin kopi, bahkan petani-petani kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka bergabung semua di acara kopi terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Tahun ini Jacoweek akan digelar kembali dengan tema Let's Get Together Again.

Baca: Viral Kisah Kopi Latte Dibungkus Plastik, Barista Kaget karena Video Ditonton 38 Juta Kali

Baca: Resep Membuat Kopi Unik, Charcoal Coffee Latte yang Cocok Diminum saat Buka Puasa

Ilustrasi kopi
Ilustrasi kopi (discoverpekalongan.com)


"Melalui tema ini, kami ingin mengajak teman-teman UMKM di industri kopi dari hulu hingga ke hilir untuk maju dan bangkit bersama," ungkap Hendri Kurniawan, Co-Founder Jakarta Coffee Week.

"Kehadiran Livin' Jacoweek 2021 secara offline, diharapkan bisa menjadi suatu platform berkelanjutan sekaligus perwujudan dari kekompakan dan kebersamaan dari para penikmat kopi maupun pelaku industri kopi, teh, dan coklat, baik berskala besar maupun kecil," tambahnya.

Setelah tahun 2020 digelar secara daring, tahun ini ABCD School of Coffee dan HYPE! mengajak penikmat kopi dan pelaku industri kopi, teh, dan coklat untuk bertemu kembali melalu acara offline di Jacoweek 2021 yang digelar selama tiga hari.

Mulai tanggal 26 hingga 28 November 2021 di Atrium GF Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Setiap harinya, Jakarta Coffee Week 2021 akan berlangsung dari pukul 10.00 - 22.00 WIB, dibagi menjadi enam sesi, di setiap satu sesinya terdiri dari dua jam, dengan harga tiket Rp 20 ribu per orang yang bisa dibeli secara online di www.lakkon.id dari tanggal 23-25 November 2021, maupun penjualan tiket on the spot.

Livin’ Jacoweek 2021 menghadirkan 85 tenants, pengunjung tak hanya bisa menikmati dan membeli berbagai produk dan peralatan kopi terbaik.

Tetapi juga menyaksikan berbagai aktivasi seru di dalamnya.

Selain itu, akan ada kompetisi manual brew bernama 'Jago Brew' dengan jumlah peserta lebih dari 80 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan kompetisi Latte Art berskala Nasional untuk Barista yang diadakan oleh ABCD School of Coffee.

Tak kalah menarik, akan ada booth dari asosiasi kopi Specialty Coffee Associaton of Indonesia (SCAI) yang mendatangkan petani dan biji kopi greens beans dari berbagai penjuru dunia.

Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

Baca: Berhentilah Minum Kopi Jika Tubuh Merasakan 7 Tanda Ini

Baca: Jangan Dibuang, Gunakan Ampas Kopi untuk Atasi Sederat Keperluan Rumah

Saat ini, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Industri kopi memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia.
Tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha kopi menjadi salah satu buktinya.

"Perkembangan pesat industri kopi lokal dapat dilihat melalui bertambah banyaknya coffee roaster, baik berskala kecil maupun besar yang hadir. Maka dari itu Jacoweek menjadi wadah yang tepat bagi mereka untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk terbaik mereka," ungkap Hendri.

"Mengadakan Livin' Jacoweek 2021 secara offline adalah keputusan terbaik, karena kami menyadari bahwa para pelaku industri ini selain mengandalkan penjualan digital, tentunya harus mendapatkan dukungan penjualan dan pemasaran secara langsung kepada customer melalui kegiatan offline," tambahnya.

Menurut Hendri, meskipun acara ini diadakan secara offline, Livin' Jacoweek 2021 tetap mengutamakan protokol kesehatan dengan berbagai kebijakan.

Pedagang biji kopi saat memperlihatkan beberapa jenis biji kopi Indonesia di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018). Indonesia termasuk 5 besar negara penghasil kopi terbesar di dunia dan masih menjadi salah satu negara eksportir kopi terbesar di dunia, Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengatakan setiap tahunnya Indonesia memproduksi kopi sekitar 630.000 ton yang diproduksi oleh petani di Indonesia. Dari jumlah 630.000 ton tersebut, sekitar 430.000 hingga 450.000 ton diekspor ke luar negeri. Sementara sisanya untuk kebutuhan dalam negeri.
Pedagang biji kopi saat memperlihatkan beberapa jenis biji kopi Indonesia di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018). Indonesia termasuk 5 besar negara penghasil kopi terbesar di dunia dan masih menjadi salah satu negara eksportir kopi terbesar di dunia, Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengatakan setiap tahunnya Indonesia memproduksi kopi sekitar 630.000 ton yang diproduksi oleh petani di Indonesia. Dari jumlah 630.000 ton tersebut, sekitar 430.000 hingga 450.000 ton diekspor ke luar negeri. Sementara sisanya untuk kebutuhan dalam negeri. ((Tribunnews/Jeprima))


Komitmen Jacoweek dalam mendukung UMKM industri kopi, teh, dan coklat semakin diperkuat dengan kehadiran booth Jakpreneur yang didukung oleh Pemprov DKI Jakarta serta UMKM lainnya yang menjadi bagian dari kampanye Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI), program baru besutan pemerintah yang merupakan kampanye untuk bangga menggunakan produk buatan Indonesia.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved