Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Susun Aturan Pembatasan untuk Libur Natal Tahun Baru

Pemerintah tengah menyusun kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 akibat libur Natal dan tahun baru.


zoom-inlihat foto
aplikasi-PeduliLindungi-sebelum-masuk-ke-Mal-Kota-Kasablanka-Jakarta-Selatan.jpg
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pengunjung wajib menunjukan sertifikat vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk ke Mal Kota Kasablanka Jakarta Selatan yang kembali dibuka, Selasa (10/8/2021). Pemerintah membolehkan mal di empat kota yang masih merapkan PPKM level 4 buka kembali hingga pukul 20.00 namun dengan persyaratan hanya 25 persen pengunjung, mewajibkan pengunjung menunjukan sertifikat vaksin dan usia di bawah 12 tahun serta di atas 70 tahun dilarang masuk.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah tengah menyusun kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 akibat libur Natal dan tahun baru.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengungkapkan, kebijakan tersebut disiapkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman gelombang ketiga virus corona.

"Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Pemerintah mengkaji berbagai usulan kebijakan untuk menghadapi hari Natal dan Tahun Baru 2022," ujar Johnny, dikutip dari Kompas, Jumat (5/11/2021).

Johnny mejelaskan, pada prinsipnya kebijakan diterapkan demi melindungi masyarakat dari paparan Covid-19.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, libur akhir tahun bakal meningkatkan mobilitas penduduk dan memicu risiko penularan virus Corona.

"Oleh karena itu, beberapa skenario telah disiapkan pemerintah," ujarnya.

Johnny G Plate, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018). (KOMPAS.com/Devina Halim)
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018). (KOMPAS.com/Devina Halim) (KOMPAS.com/Devina Halim)

Dirinya mencontohkan, salah satu langkah yang disiapkan Satgas Covid-19 yakni meminta semua tempat wisata dibuka terbatas.

Kemudian, semua tempat wisata diminta membuat satgas protokol kesehatan.

"Adapun untuk pengaturan lainnya masih dalam pengkajian bersama kementerian dan lembaga terkait," ujarnya.

Baca: Kemkominfo: Ratusan Hoaks tentang Vaksin Covid-19 Tersebar di Media Sosial

Baca: Masa Karantina Berkurang Jadi 3 Hari, Satgas Covid-19 : Berdasarkan Masukan Pakar

Johnny mengatakan, pemerintah terus mendorong pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan, khususnya di gereja pada saat perayaan Natal.

Pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi bakal semakin dimaksimalkan di tempat umum untuk pengawasan dan tracing pada masyarakat.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar mematuhi prokes agar penurunan kasus COVID-19 konsisten.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved