Mahasiswa UNS yang Meninggal setelah Diklat Menwa Diautopsi, Polisi: Ada Tanda Kekerasan

Pihak kepolisian menyebut bahwa mahasiswa UNS Solo, Gilang Endi (21) yang meninggal dunia setelah mengikuti Diklat Menwa tewas diduga akibat kekerasan


zoom-inlihat foto
mahasiswa-UNS-meninggal-dunia-saat-ikut-Diklat-Menwa.jpg
TribunSolo.com/Septiana Ayu
(Foto: Kiri) Ibunda GE, mahasiswa UNS yang meninggal dunia saat ikut diklat Menwa di rumah duka, Senin (25/10/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Polisi menyebut bahwa hasil otopsi jenazah mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Gilang Endi (21), yang meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) Resimen Mahasiswa (Menwa) menunjukkan ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Iqbal M Alqudusy.

Iqbal berujar, saat ini kasus tersebut ditangani oleh Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

"Dari hasil autopsi ada tanda-tanda kekerasan," kata Iqbal menjelaskan saat dikonfirmasi, Selasa (26/10/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: Museum Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)

Mengenai detail hasil otopsi jenazah korban, Iqbal belum bisa membeberkan lebih lanut.

Sementara itu, untuk pengembangan kasus tersebut, polisi telah memeriksa sejumlah saksi.

"Sampai saat ini sudah 18 orang saksi diperiksa. 8 orang saksi dari peserta, 9 orang saksi dari panitia, 1 orang dosen UNS," kata Iqbal.

Baca: Mahasiswa UNS Meninggal setelah Ikut Diklat Menwa, Keluarga Setuju Otopsi Dilakukan

Diberitakan sebelumnya, Gilang Endi (21), mahasiswa D-4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi (SV) di UNS, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan diklat Menwa pada Minggu (24/10/2021) malam.

Setelah meninggalnya Gilang Endi, UNS untuk sementara menghentikan kegiatan diklat Menwa tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto.

Sutanto menjelaskan bahwa kegiatan Diklat Menwa yang dimulai pada 23 Oktober 2021 itu seharusnya berakhir pada 31 Oktober 2021.

Karenakan ada korban jiwa dalam kegiatan tersebut, untuk sementara kegiatan diklat Menwa dihentikan sementara.

"Memang sudah kita hentikan. Kegiatan kita hentikan dulu semuanya. Mahasiswa untuk segera balik dulu. Karena seharusnya sampai 31 Oktober sejak kemarin sudah kita minta stop dulu," kata Sutanto di Solo, Senin (25/10/2021), dikutip TribunnewsWiki dari Kompas.com.

Baca: Mengenal Sejarah Universitas Sebelas Maret di Museum UNS, Dulunya Gabungan Universitas di Surakarta

Sutanto juga menjelaskan bahwa UNS akan mengevaluasi kegiatan Diklat Menwa yang menyebabkan salah satu peserta meninggal dunia.

Dia menegaskan pihaknya akan mendasarkan pada bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun medis.

"Prinsipnya kita menjaga dulu praduga tak bersalah sebelum nanti informasi lengkap dari pihak kepolisian," katanya.

"Karena tadi saya mendapat informasi sudah diautopsi tapi masih menunggu dari dokter RS Bhayangkara juga dihadirkan di situ sehingga semuanya akan lebih terang benderang," ujar Sutanto.

Baca: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta

Sutanto juga menyampaikan, pihaknya juga sangat berduka atas meninggalnya Gilang Endi.

Dia mengatakan, kampus akan mengambil langkah tegas jika memang ditemukan ada kesalahan SOP terkait pelaksanaan kegiatan Diklatsar Menwa.

"Kami shock betul dengan kejadian seperti ini. Kami turut berduka betul apalagi bisa merasakan sedihnya keluarga. Kalau memang ada yang salah prosedural nanti pasti kita akan melangkah lebih jelas untuk mengambil tindakan itu," ungkapnya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved