Mahasiswa UNS Meninggal setelah Ikut Diklat Menwa, Keluarga Setuju Otopsi Dilakukan

Seorang mahasiswa UNS berinisial GE meninggal dunia diduga setelah mengikuti kegiatan Diklat Menwa, Senin (25/10/2021).


zoom-inlihat foto
ilustrasi-tewas-d.jpg
pixabay.com
Ilustrasi jenazah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, berinisial GE meninggal dunia diduga setelah mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Resimen Mahasiswa (Menwa) pada Minggu (24/10/2021).

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Djogan Andika membenarkan kematian mahasiswa itu.

GE diketahui merupakan warga Dusun Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

"Pada intinya benar ada kejadian tersebut," kata Djohan, Senin (25/10/2021), seperti dikutip dari Tribun Solo.

Kabar meninggalnya GE diketahui keluarga pada Senin (25/10/2021) sekira pukul 02.00 WIB.

Paman GE, Sutarno menjelaskan bahwa awalnya ada 2 orang yang datang ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB.

"Ada dua orang yang datang, sepertinya mahasiswa, datang mencari rumah Pak Nardi, ayahnya, jam 02.00 WIB," kata Sutarno, Senin.

Baca: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta

Baca: Kabar Duka, Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori Meninggal Dunia

Sutarno berujar kedua orang tersebut tidak menjelaskan maksud menemui ayah GE, dan hanya mengatakan bahwa ada hal penting.

"Kemudian, orang tuanya diajak ke Rumah Sakit Moewardi, dan jam 03.00 WIB ada kabar datang ke sini, kalau GE meninggal dunia," katanya menjelaskan.

Sutarno menyebutkan bahwa mulanya keluarga merasa tidak curiga terhadap penyebab kematian GE.

Oleh karena itu, orang tua GE memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi, serta tidak melihat kondisi jenazah.

"Kondisi jenazah memang tidak diperiksa karena tidak tega. Inginnya segera dibawa pulang," ucap Sutarno.

Baca: Mengenal Sejarah Universitas Sebelas Maret di Museum UNS, Dulunya Gabungan Universitas di Surakarta

Kemudian jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (25/10/2021).

Saat di rumah, kata Sutarno, keluarga kemudian memeriksa kondisi korban.

Keluarga baru mengetahui bahwa kondisi GE ternyata penuh dengan luka, terutama pada bagian wajah.

"Yang terlihat bagian mata lebam, bawah mata sudah menghitam, bibir juga berdarah, selain itu juga keluar cairan bening di kepala bagian belakang," ujar Sutarno.

Bersamaan dengan kedatangan polisi ke rumah duka, keluarga pun memutuskan agar dilakukan autopsi terhadap jenazah guna mengetahui penyebab kematian GE.

"Akhirnya keluarga memutuskan untuk melakukan autopsi, dan pagi tadi diberangkatkan ke Rumah Sakit Moewardi," kata Sutarno.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved