Cappuccino

Cappuccino merupakan salah satu jenis kopi espresso based yang populer.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-cappuccino2.jpg
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL
Ilustrasi cappuccino

Cappuccino merupakan salah satu jenis kopi espresso based yang populer.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Cappuccino merupakan salah satu jenis kopi espresso based yang populer.

Dalam segelas cappuccino terdapat espresso, steamed milk, dan foamed milk.

Cappuccino sendiri memiliki komposisi yang seimbang dari tiap bahannya, yakni dalam satu cangkir berisi 1/3 espresso, 1/3 susu yang dipanaskan dan 1/3 susu yang dikocok hingga berbusa.

Cappuccino cenderung memiliki rasa yang lebih pahit dibandingkan dengan espresso based lain seperti latte.

Cappuccino dengan perbandingan masing-masing bahan 1/3, maka rasanya akan terasa lebih foamy dan kopi yang kuat.

Minuman ini biasanya disajikan dalam kondisi panas. Namun, cappuccino juga bisa disajikan dengan es batu.

Meski begitu, jika sudah dicampur es, foam tebal pada cappuccino akan menipis atau bahkan menghilang.

Cappuccino biasanya dipesan dengan double atau single shot, karena jika sudah ditambahkan es, rasa kopi tidak terlalu kuat. (1)

Ilustrasi cappuccino
Ilustrasi cappuccino

Baca: Latte

  • Sejarah


Cappuccino ternyata bukan berasal dari Italia, melainkan bijinya berasal dari biji kopi tentara Turki yang tertinggal usai peperangan melawan tentara gabungan Polandia-Germania yang dipimpin oleh Kara Mustapha Pasha di Wina, Austria.

Di Eropa, persiapan minum kopi pada awalnya seperti gaya persiapan minum kopi Ottoman tradisional, yaitu biji kopi yang dicampurkan dengan air mendidih, dan ditambahkan gula, bagi yang suka.

Kopi pada awalnya oleh banyak kalangan Eropa dianggap sebagai minuman yang haram. Karena pada saat masa perang salib, kopi adalah minuman yang biasa diminum oleh pasukan Turki.

Orang Turki sendiri sudah sering meminum kopi. Bahkan kedai kopi pertama bernama “Kiva Han” sudah ada di Turki pada tahun 1475.

Pada tahun tersebut, Paus pada saat itu, Vincent III, tidak langsung mengharamkan kopi melainkan mencicipinya terlebih dahulu.

Lalu Paus tersebut merasa sayang jika membiarkan hanya musuh yang dapat menikmati minuman nikmat tersebut.

Barulah pada abad ke 19 dalam kedai kopi tertua di Austria yaitu “Fiasco Blu”, ada seorang biarawan Capuchin bernama Marco D’Aviano yang ikut berperang melawan pasukan Turki Ustmani di Benteng Wina 1683.

Dia kemudian meminta baristanya untuk mencampurkan sedikit krim dan madu pada kopinya yang dirasa terlalu pahit yang menyebabkan warnanya berubah menjadi kecoklatan, mirip dengan Capuchin (topi) yang dikenakan oleh Marco D’Aviano.

Racikan sang barista kemudian terkenal sebagai “ramuan sang Kapuchin” atau “Kapunizer” dalam dialek Austria pada waktu itu.

Sejak saat itulah secara tidak resmi cappuccino lahir. Walapun “Kapunizer” dipakai di Vienna, cappuccino yang sebenarnya ditemukan di Italia dengan nama “Cappuccino”.

Di Italia sendiri, cappuccino baru muncul secara resmi pada tahun 1930-an sebagai Italian cappuccino bersamaan dengan terciptanya mesin espresso.

Setelah perang dunia II, pembuatan cappuccino di Italia melalui beberapa perbaikan dan penyederhanaan dikarenakan tersedianya mesin espresso yang semakin baik dan dapat ditemukan lebih mudah.

Dari sinilah muncul kriteria untuk membuat cappuccino yang baik, selain espresso yang baik, unsur terpenting dalam membuat cappuccino adalah tekstur dan temperatur susu serta perbandingan antara jumlah susu dan espresso dalam satu cangkir.

Di Italia cappuccino sering diminum pada pagi hari sebagai menu sarapan.

Budaya minum kopi di Italia sendiri sering memakan waktu selama berjam-jam untuk menikmati espresso, cappuccino, latte caffe dan minuman lain sembari mengobrol dan membaca.

Mengikuti perkembangan jaman, cappuccino tidak lagi hanya diminum di pagi hari.

Sekarang ini cappuccino dapat di konsumsi sepanjang hari mulai dari pagi hari hingga malam hari.

Cappucino pertama kali populer di Eropa dan Inggris. Di Inggris cappuccino menyebar dengan cepat karena orang Inggris sudah terbiasa minum kopi dicampur susu pada saat itu.

Barulah cappuccino menyebar ke Australia, Amerika Selatan dan tempat lain di Eropa. Hingga sekarang menjadi salah satu menu favorit di kafe-kafe dan warung kopi. (2)

Baca: Goguma Latte (Sweet Potato Latte)

  • Resep


Berikut ini cara membuat cappuccino tanpa menggunakan mesin kopi.

Bahan

Kopi murni bubuk 10-15 gram

Susu 120 ml

Coffee press atau french press

Cara Membuat

1. Pertama, rebus bubuk kopi dengan air panas sekitar 50 ml dan dibiarkan mendidih, sambil menunggu mendidih bisa sambil diaduk.

2. Usai mendidih, kopi disaring agar bersih dari ampas lalu dimasukkan ke dalam cangkir.

3. Setelah itu panaskan susu di atas panci dengan suhu air sekitar 70 derajat celsius, usahakan jangan sampai mendidih.

4. Langkah selanjutnya masukkan susu panas ke dalam coffee press, lalu tekan ke atas ke bawah sekitar 30 kali sampai terbentuk bubble.

5. Setelah susu siap, bisa dicampurkan ke dalam cangkir berisi kopi yang telah disaring. Cappuccino sudah bisa dinikmati.

6. Jika ingin menikmati dengan kondisi dingin, cukup tambahkan es batu ke dalam cangkir. (3)

Baca: Red Velvet Cake

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)



Nama Minuman Cappuccino
Keterangan Espresso based (dicampur susu dan foamed milk)
Jenis Penyajian Panas dan dingin
   


Sumber :


1. kompas.com
2. sajiansedap.grid.id
3. travel.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved