Terungkap Gaji Karyawan Pinjol Ilegal, Kerja 10,5 Jam Per Hari, Gaji Cuma Rp1,4 Juta Per Bulan

Seorang Ibu yang mempunyai anak yang bekerja sebagai karyawan di PT ITN mengungkapkan, anaknya harus bekerja selama kurang lebih 10,5 jam per hari


zoom-inlihat foto
gaji-ke-13-non-pns1.jpg
hai.grid.id
Terungkap Gaji Karyawan Pinjol Ilegal, Kerja 10,5 Jam Per Hari, Gaji Cuma Rp1,4 Juta Per Bulan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Belakangan hari ini polisi tengah gencar menggerebek kantor pinjaman online (pinjol) ilegal yang tak terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Salah satu di antaranya ialah kantor pinjol bernama PT Indo Tekno Indonesia (ITN) di Cipondoh, Kota Tangerang.

Kantor Pinjol tersebut diketahui mengoperasikan 10 aplikasi pinjol ilegal.

Dilansir dari Kompas.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebutkan bahwa PT ITN kerap menagih utang kliennya dengan pengancaman.

Oleh karena pengancaman itu, banyak klien di PT ITN yang merasa resah dan dirugikan.

Seorang Ibu yang mempunyai anak yang bekerja sebagai karyawan di PT ITN mengungkapkan bahwa anaknya harus bekerja selama kurang lebih 10,5 jam dalam sehari.

Sementara upah atau gaji yang diterima oleh anaknya tersebut hanya Rp1,4 juta dalam satu bulan.

"Anak saya gajian Rp1,4 juta per bulan. Dia kerja dari jam 08.30 WIB-19.00WIB," katanya dalam rekaman suara, Kamis (15/10/2021).

L, ibu anak tersebut menyebut bahwa anaknya ini baru bekerja di PT ITN selama 1 bulan.

Dia menyebutkan, anaknya bekerja sebagai petugas telemarketing di perusahaan tersebut.

"Saya dikasih Rp800 ribu buat sehari-hari jualan, dan dia pegang Rp600.000 buat kesehariannya," katanya.

Baca: Nafa Urbach Sentil Pemerintah Soal Banyaknya Kasus Bunuh Diri karena Pinjol: Seperti Ini Dibiarkan?

Baca: Pegawai Pemkab Boyolali Terjerat Pinjol Rp 900 Ribu, Harus Kembalikan Rp 75 Juta dalam 2 Bulan

Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar Digerebek

Penggerebekan sebuah ruko yang menjadi kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Jakarta Barat pada Rabu, (13/10/2021), bermula dari laporan masyarakat yang resah akibat pinjol.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi.

Berdasarkan laporan dari masyarakat tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan di Otoritas Jasa Keuangan, ternyata pinjol tersebut tidak terdaftar alias ilegal.

Polisi pun langsung turun tangan melakukan penggerebekan.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 56 karyawan.

Selain itu, sejumlah perangkat komputer juga turut disita petugas.

"Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sindikat pinjol yang mengancam keselamatan warga, akhirnya kami selidiki," kata Hengki, seperti dikutip dari Tribunnews, Kamis (14/10/2021).





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved