Pegawai Pemkab Boyolali Terjerat Pinjol Rp 900 Ribu, Harus Kembalikan Rp 75 Juta dalam 2 Bulan

Utang Rp 900 ribu dengan bunga tinggi, pegawai Pemkab Boyolali mengaku utangnya membengkak jadi Rp 75 juta selama dua bulan.


zoom-inlihat foto
utang-luar-negeri-ri.jpg
Kontan
ILUSTRASI. Ilustrasi terjerat pinjaman online


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang warga asal Boyolali berinisial S (43) mengaku terjerat pinjaman online (pinjol).

S yang merupakan seorang pegawai Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Jawa Tengah, mengaku meminjam uang sebanyak Rp 900 ribu.

Bukannya mengembalikan sesuai dengan pinjaman, S harus mengembalikan uang yang ternyata membengkak.

Pasalnya pinjol Rp 900 ribu itu memiliki bunga yang sangat tinggi.

S saat itu tak bisa mengembalikan uang sesuai dengan tenggat waktu.

Dari situ, perusahaan pinjol itu pun melayangkan teror kepada S.

Dia mengaku sering diteror dengan kata-kata kasar dari platform yang menyediakan pinjol ilegal karena belum bisa membayar pada saat jatuh tempo.

"Cara penagihannya tidak manusiawi karena banyak kata-kata kasar atau pun kata-kata yang tidak enak didengar. Dan teman-teman saya yang ada di kontak saya juga ikut ditelepon, kadang juga diteror dengan kata-kata tidak enak," kata S kepada wartawan di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (16/6/2021).

Ilustrasi utang
Ilustrasi utang (Kompas)

S mengatakan, teman-temannya ikut diteror dari pinjol ilegal tersebut karena kontaknya ikut tercantum dalam nomor telepon yang dia gunakan saat meminjam uang di pinjol tersebut.

"Karena di situ ada persetujuan mengambil kontak yang ada di HP," kata dia.

S menceritakan sekitar dua bulan lalu dirinya meminjam uang sebesar Rp 900.000 ke salah satu aplikasi pinjol karena terdesak kebutuhan.

Dia mengetahui mengetahui adanya pinjaman online dari iklan salah satu akun media sosial.

Karena tergiur dengan iklan itu karena jangka waktu pengembalian lama dan bunga ringan, S akhirnya menyetujui persyaratan dari pinjaman online ilegal tersebut.

Setelah menyetujui aplikasi pinjol ilegal, S terkejut waktu pengembalian hanya 7 hari dan bunganya tinggi.

Baca: Utang Rp 37 Juta untuk Beli Susu Anak, Guru Honorer di Semarang Terlilit Pinjol hingga Rp 206 Juta

Baca: Polisi Selidiki Kasus Guru Honorer di Semarang Terjerat Pinjaman Online Rp206 Juta

Bahkan, selama dua bulan sejak dirinya meminjam uang dari pinjol ilegal itu, tagihannya membengkak hingga Rp 75 juta.

"Ternyata cuma tujuh hari pengembalian dan bunganya tidak seperti yang disebutkan diiklan," ungkap dia.

Disinggung ada keinginan melaporkan kasus yang dialami ke pihak berwajib, S mengaku memilih menyelesaikan dengan melunasi tagihan dari pinjol ilegal tersebut.

"Mungkin tidak (lapor polisi) karena mungkin lebih menguras tenaga dan pikiran. Intinya malah bagaimana kita bisa menghindari saja," ungkapnya.

Menurut S, aplikasi pinjaman online itu cukup berbahaya.

Pasalnya saat ia menyetujui satu aplikasi, maka bisa jadi 5 aplikasi lain terbuka dengan data pribadinya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved