Apakah Anak di Bawah 12 Tahun Sudah Boleh Divaksin Covid-19? Dokter Reisa Berikan Penjelasan

Dokter Reisa Broto Asmoro memberikan penjelasan perihal apakah vaksin Covid-19 untuk anak usia 5 tahun atau di bawahnya sudah tersedia atau belum.


zoom-inlihat foto
Juru-Bicara-Satgas-Penanganan-Covid-19-dr-Reisa-Brotoasmoro.jpg
Tim Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan baru, dr. Reisa Broto Asmoro, memberikan penjelasan perihal apakah anak usia di bawah 12 tahun sudah diperbolehkan divaksin Covid-19.

Reisa mengatakan para ahli yang masuk ke dalam ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) baru merekomendasikan bahwa Indonesia saat ini baru dapat memvaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12 tahun ke atas.

Hal tersebut disampaikan Reisa dalam keterangan persnya yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (1/10/2021), sore WIB.

Penjelasan Reisa tersebut juga berlaku dalam pertanyaan apakah vaksin Covid-19 untuk anak usia 5 tahun atau di bawahnya sudah ada dan apakah balita dan batita boleh divaksin Covid-19.

"Memang beberapa produsen sudah mengeluarkan berita pers bahwa vaksin mereka terbukti aman dan memunculkan antibodi untuk anak usia 5 sampai 12 tahun," kata Reisa, seperti dikutip TribunnewsWiki.

Namun, kata Reisa, penelitian ini masih dikaji kolega sesama ahli atau peer group terutama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Pemerintah Indonesia juga masih terus mengkaji bersama dengan badan otoritas yang berwenang mengenai keamanan vaksin (Covid-19) untuk anak di bawah usia 12 tahun," katanya.

Baca: Dokter Reisa: Semua Vaksin yang Disediakan Pemerintah Indonesia Aman, Bermutu, dan Berkhasiat

Baca: Reisa Broto Asmoro

Meski begitu, pada dasarnya orang tua tentu sudah seharusnya melindungi anak-anak di bawah 12 tahun dari bahaya Covid-19.

Reisa pun memberikan dua jurus untuk melindungi anak-anak di bawah 12 tahun dari Covid-19.

Pertama adalah mengenalkan kepada protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 yang ketat.

"Ajak mereka menjadi superhero dengan belajar memakai masker dan sering mencuci tangan," ujar Reisa.

"Didik anak-anak agar paham bahwa tidak semua ruang publik itu aman bagi mereka," imbuhnya.

Lebih lanjut Reisa mengatakan bahwa berpergian keluar rumah pun harus melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu.

Hanya ketika alasannya kuat dan dampaknya bagus untuk anak-anak balita, batita dan yang di bawah 12 tahun boleh berpergian keluar rumah.

"Superhero kan juga harus memproteksi kekuatan mereka dengan tidak harus berada di luar rumah setiap saat, kan?" ujar Reisa.

Kemudian, jurus kedua yang juga ampuh adalah memastikan imunisasi dasar rutin anak di bawah 12 tahun lengkap, sesuai dengan jadwal dan tidak terlewatkan.

"Pastikan asupan gizi dan kegiatan fisik sesuai dengan grafik tumbuh kembang anak agar anak-anak dapat tumbuh optimal sesuai dengan usianya," kata Reisa.

Baca: Kemenkes: Kasus Covid-19 dan Angka Kematian di Indonesia Terus Turun

Baca: Lonjakan Kasus Covid-19 Kedua Bisa Ditekan, Ini Strategi Penanganan yang Dilakukan Pemerintah

Reisa memaparkan selagi vaksin Covid-19 untuk anak belum tersedia, cara utama melindungi anak di bawah usia 12 tahun adalah dengan cara memastikan orang-orang dewasa di sekitar mereka sudah divaksinasi.

Pastkan ayah, ibu, pengasuh, asisten rumah tangga atau kalau ada kakek nenek, saudara dekat yang tinggal bersama di satu rumah sudah divaksin.

"Mereka yang sudah memenuhi syarat untuk divaksin harus sesegera divaksinasi. Itulah yang disebut upaya kolektif kekebalan komunitas," ujarnya.

"Terkadang meski hanya 8 dari 10 orang yang tervaksinasi di dalam rumah, 100 persen penghuni rumah akan mendapatkan manfaatnya," kata dr. Reisa.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar Covid-19 di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved