Lonjakan Kasus Covid-19 Kedua Bisa Ditekan, Ini Strategi Penanganan yang Dilakukan Pemerintah

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan strategi pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia selama lonjakan kasus.


zoom-inlihat foto
Juru-Bicara-Satgas-Penanganan-Covid-19-Prof-Wiku-Adisasmito.jpg
Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan strategi pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia selama lonjakan kasus kedua pada pertengahan Juli 2021 yang berhasil ditekan dengan maksimal hingga saat ini.

Hal ini disampaikan Wiku dalam keterangan pers yang ditayangkan di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (14/9/2021).

Wiku memaparkan bahwa per minggu ini, laju kasus nasional telah konsisten mengalami penurunan selama delapan minggu berturut-turut. Kasus di minggu ini telah turun 88,9 persen dibandingkan dengan puncak kedua.

Bahkan, jumlah kasus minggu ini lebih rendah dibandingkan puncak pertama dan mendekati titik kasus terendah pada 10 Mei 2021 lalu.

"Penekanan kasus ini tercapai karena kerja sama pemerintah yang bergerak cepat menyusun kebijakan dan seluruh lapisan masyarkaat yang kooperatif dalam menerapkan disliplin," kata Wiku, seperti dikutip TribunnewsWiki.

Wiku memaparkan bahwa langkah-langkah yang diambil adalah begitu kasus meningkat, pemerintah langsung menetapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dilanjutkan dengan pembatasan lebih ketat atau PPKM level 1-4 yang dilaksanakan pada 26 Juli 2021 hingga saat ini.

Wiku menerangkan pemerintah juga mengatur perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri. Kebijakan itu dievaluasi setiap minggunya melalui rapat koordinasi rutin pusat dan daerah.

Baca: Wiku Adisasmito

Baca: Satgas: Covid-19 Akan Tetap Hidup Bersamaan dengan Kita, Tidak Akan Hilang Sepenuhnya

Lebih lanjut, Wiku berujar kebijakan tersebut akan terus disesuaikan dengan perkembangan kasus yang dinamika yang terjadi di masyarakat.

Hal lain yang menjadi strategi penanganan Covid-19 adalah respons cepat pemerintah dalam peningkatan kesiapan fasilitas kesehatan.

Hal itu juga menjadi modal utama dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

"Jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan terus ditambah dan hingga saat ini mencapai 116.939 tempat tidur," ujar Wiku.

Tak hanya itu, Wiku juga menuturkan bahwa alat kesehatan pendukung seperti oksigen dan ventilator juga terus dipenuhi dengan melakukan distribusi pengadaan dan donasi ISO tank dan oksigen ke berbagai rumah sakit rujukan.

Selain itu, Wiku mengatkan bahwa pemerintah juga melakukan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan dengan memanfaatkan dokter internship dan perawat yang belum uji kompetensi dengan supervisi perawat senior.

"Tempat isolasi terpusat juga difungsikan untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan, di mana terdapat hingga lebih dari 20.000 tempat tidur di tempat isolasi terpusat di seluruh Indonesia," ungkap Wiku.

Penangan lainnya adalah pengetesan dan pelacakan yang juga menjadi fokus utama.

"Testing terus ditingkatkan hingga mencapai hampir 1 juta orang diperiksa dalam satu minggu dengan jumlah laboratorium yang tersu ditambah hingga saat ini terdapat 796 laboratorium rujukan di Indonesia," ujar Wiku.

Sementara itu, laju vaksinasi juga terus ditingkatkan hingga mencapai 10 juta per sepuluh hari sejak Agustus 2021. Pemerintah juga terus mengupayakan tercukupinya stok vaksin nasional dan meningkatkan distribusi vaksin yang merata.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar Covid-19 di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved