Saking Percayanya, Korban Dugaan Penipuan CPNS Ajak Satu Keluarga Ikut Tawaran Anak Nia Daniaty

Mantan guru SMA Olivia Nathania, Agustin, mengaku menjadi korban dugaan penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).


zoom-inlihat foto
1-Olivia-Nathania.jpg
Instagram/niadaniatynew
Olivia Nathania dan Nia Daniaty


"Sehingga kayaknya mungkin udah punya niatan gitu ya supaya orang percaya, oh jadi orang itu mau aja ikut," tuturnya.

Agustin juga menyebut bahwa Oli mengaku kenal dengan banyak pejabat.

"Bahkan dia bilang 'bu saya sekarang sudah menjadi Direktur Utama di KJB Berau batu bara. Di mana notabene di batu bara itu isinya adalah pejabat, salah satunya dia sampaikan seperti itu yang menjadikan saya ibaratnya lebih percaya, lebih yakin," kata Agustin.

Dilaporkan kepada Polisi

Sebelumnya diberitakan bahwa Olivia Nathania dilaporkan kepada polisi karena kasus dugaan penipuan.

Olivia Nathania diduga menipu 225 orang dengan iming-iming menjadi PNS

Tak sendiri, Olivia Nathania diduga melakukan penipuan bersama suaminya, Rafly N. Tilaar alias RAF.

"Untuk terlapornya inisialnya adalah Oli dan RAF. Oli adalah anak dari penyanyi lawas inisialnya ND (Nia Daniaty). Kami membuat laporan di Polda Metro Jaya dan masuk pasal tipu gelap dan pemalsuan surat karena telah menyebabkan 225 orang menjadi korban dengan kerugian Rp9,7 miliar," kata kuasa hukum pihak korban, Odie Hodianto, seperti dikutip TribunnewsWiki dari kanal YuoTube KH Infotainment, Sabtu (25/9/2021).

Odie berujar bahwa Olivia mengaku memiliki link yang bisa meloloskan korban diangkat menjadi PNS.

Pernikahan Olivia Nathania dan Rafly N Tilaar.
Pernikahan Olivia Nathania dan Rafly N Tilaar. (Instagram/@artmospoto)

Hal itu, kata Odie, membuat para korban tertarik untuk menyerahkan sejumlah uang kepada Olivia.

"Modusnya adalah dengan cara bujuk rayu iming-iming bahwa dia punya link di BKN. Sehingga semua korban itu tertarik untuk kasih serahkan uang kepada Oli," ujar Odie.

Lebih lanjut, Odie menjelaskan bahwa dalam prakteknya, Oli meminta pada korban menyerahkan uang dalam bentuk cash dan transfer.

Uang tersebut ditampung di rekening Olivia dan RAF.

"Korban-korban itu menuntut kepada Oli dan RAF pertanggung jawabannya. Setelah uang itu diserahkan kepada Oli dan RAF, Oli menyerahkan surat-surat pengangkatan dan SK yang dikeluarkan oleh BKN," ujar Odie.

"Setelah menunggu lama sejak tahun 2019 sampai 2021, tepatnya di bulan Agustus, kami memastikan dulu bahwa SK yang dibuat BKN itu sah atau tidak, ternyata tidak ada," jelas dia.

Odie membeberkan bahwa kerugian korban atas dugaan penipuan ini mulai dari Rp25 juta sampai yang terbesar Rp156 juta.

Korban penipuan ini mengaku mentransfer sejumlah uang tunai ke rekening Olivia dan Raf.

Namun, sampai uang ditransfer, tak ada satu pun korban yang lolos untuk mengisi posisi PNS yang dijanjikan.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar Olivia Nathania di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved