TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan guru SMA Olivia Nathania, Agustin, mengaku menjadi korban dugaan penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dilakukan oleh anak Nia Daniaty ini.
Awalnya, Agustin mengaku bahwa ia dihubungi oleh Olivia pada akhir 2019.
Dalam komunikasi tersebut, Olivia mengaku bisa memasukkan orang untuk menjadi CPNS.
Karena anaknya baru lulus kuliah pada 2018, Agustin pun mengiyakan tawaran Olivia.
Agustin berujar bahwa Olivia mengaku telah berkecimpung di bidang itu selama empat tahun.
"Malam hari dia chat saya menawarkan untuk CPNS. Jadi intinya dia menawarkan kepada saya 'ada yang mau masuk CPNS tidak?' saya langsung spontan menjawab 'ada anak saya' karena kebetulan anak saya baru lulus di tahun 2018 sarjananya," kata Agustin, dikutip TribunnewsWiki dari kanal YouTube KH Infotainment, Minggu (26/9/2021).
"Dia menyampaikan bahwa dia sudah melakukan ini empat tahun. 'Udah empat tahun bu masukin orang' jadi ini tahun kelima, itulah yang membuat saya percaya," lanjut dia.
Setelah anaknya bergabung dengan tawaran Olivia, putri Nia Daniaty itu kembali memberikan penawaran terkait dengan CPNS pada 2020.
Agustin menerangkan ucapan Olivia bahwa kala itu sedang ada program rekrutmen CPNS untuk menggantikan PNS yang meninggal.
"Setelah anak saya bergabung, beralih ke tahun 2020 dia menawarkan 'buk ada ini calon CPNS prestasi pengganti, menggantikan orang yang meninggal karena Covid, sakit dan sebagainya.' Bahkan ada juga yang mungkin pada saat itu di surat bukti narkobanya adalah terindikasi, nah di situlah mulai," beber Agustin.
Saat memberikan penawaran tersebut, Olivia mematok tarif berkisar antara Rp25 juta hingga Rp30 juta.
Lantas, Agustin yang merasa percaya kepada mantan muridnya itu pun langsung mengajak belasan anggota keluarganya.
Mulai dari anaknya, sepupu, hingga keponakan suaminya, ia ajak mengikuti tawaran Olivia tersebut.
"Akhirnya dia menawarkan 'Bu tawarkan kepada keluarga ibu mumpung saya masih bisa bantu' dengan nominal itu awal-awal nominalnya adalah 25 sampai 30 juta rupiah," kata Agustin.
"Saya membawa keluarga saya sendiri, anak saya, keponakan saya, sepupu saya, keponakan dari suami saya, jumlahnya kurang lebih 16 orang," katanya.
Namun, ternyata hingga 2021 janji dari Olivia tak kunjung dipenuhi.
Mimpi Agustin melihat anak-anak dan keponakan berseragam PNS pun sirna sudah.
Sementara itu, ada alasan tersendiri yang membuat Agustin percaya dengan penawaran Olivia.
"Supaya kita percaya sama dia, dia bahkan menyampaikan bahwa 'buk saya baru beli rumah baru yang ditempati sebagai kantor di Kemang V, dia bilang baru beli 40 miliar," ungkap Agustin.
Baca: Profil Olivia Nathania, Anak Nia Daniaty yang Diduga Tipu Ratusan Orang dengan Modus Penerimaan CPNS
Baca: Nia Daniaty
Bahkan, kata Agustin, hal itu tidak hanya disampaikan kepadanya, tetapi juga kepada orang lain.
"Sehingga kayaknya mungkin udah punya niatan gitu ya supaya orang percaya, oh jadi orang itu mau aja ikut," tuturnya.
Agustin juga menyebut bahwa Oli mengaku kenal dengan banyak pejabat.
"Bahkan dia bilang 'bu saya sekarang sudah menjadi Direktur Utama di KJB Berau batu bara. Di mana notabene di batu bara itu isinya adalah pejabat, salah satunya dia sampaikan seperti itu yang menjadikan saya ibaratnya lebih percaya, lebih yakin," kata Agustin.
Dilaporkan kepada Polisi
Sebelumnya diberitakan bahwa Olivia Nathania dilaporkan kepada polisi karena kasus dugaan penipuan.
Olivia Nathania diduga menipu 225 orang dengan iming-iming menjadi PNS
Tak sendiri, Olivia Nathania diduga melakukan penipuan bersama suaminya, Rafly N. Tilaar alias RAF.
"Untuk terlapornya inisialnya adalah Oli dan RAF. Oli adalah anak dari penyanyi lawas inisialnya ND (Nia Daniaty). Kami membuat laporan di Polda Metro Jaya dan masuk pasal tipu gelap dan pemalsuan surat karena telah menyebabkan 225 orang menjadi korban dengan kerugian Rp9,7 miliar," kata kuasa hukum pihak korban, Odie Hodianto, seperti dikutip TribunnewsWiki dari kanal YuoTube KH Infotainment, Sabtu (25/9/2021).
Odie berujar bahwa Olivia mengaku memiliki link yang bisa meloloskan korban diangkat menjadi PNS.
Hal itu, kata Odie, membuat para korban tertarik untuk menyerahkan sejumlah uang kepada Olivia.
"Modusnya adalah dengan cara bujuk rayu iming-iming bahwa dia punya link di BKN. Sehingga semua korban itu tertarik untuk kasih serahkan uang kepada Oli," ujar Odie.
Lebih lanjut, Odie menjelaskan bahwa dalam prakteknya, Oli meminta pada korban menyerahkan uang dalam bentuk cash dan transfer.
Uang tersebut ditampung di rekening Olivia dan RAF.
"Korban-korban itu menuntut kepada Oli dan RAF pertanggung jawabannya. Setelah uang itu diserahkan kepada Oli dan RAF, Oli menyerahkan surat-surat pengangkatan dan SK yang dikeluarkan oleh BKN," ujar Odie.
"Setelah menunggu lama sejak tahun 2019 sampai 2021, tepatnya di bulan Agustus, kami memastikan dulu bahwa SK yang dibuat BKN itu sah atau tidak, ternyata tidak ada," jelas dia.
Odie membeberkan bahwa kerugian korban atas dugaan penipuan ini mulai dari Rp25 juta sampai yang terbesar Rp156 juta.
Korban penipuan ini mengaku mentransfer sejumlah uang tunai ke rekening Olivia dan Raf.
Namun, sampai uang ditransfer, tak ada satu pun korban yang lolos untuk mengisi posisi PNS yang dijanjikan.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar Olivia Nathania di sini