PPKM Level 2-4 Berakhir Hari Ini, Simak Perkembangan Situasi Covid-19 di Indonesia

Pemerintah akan melakukan evaluasi PPKM di Jawa-Bali setiap satu minggu sekali dan setiap dua minggu sekali di luar Jawa-Bali


zoom-inlihat foto
pos-penyekatan-PPKM-Level-4-di-Jalan-Raya-Bogor.jpg
TribunJakarta.com/Bima Putra
Tampak pos penyekatan PPKM Level 4 di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Pasar Rebo perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Depok, Rabu (28/7/2021)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 bakal berakhir Senin (20/9/2021) hari ini.

Pemerintah akan melakukan evaluasi PPKM di Jawa-Bali setiap satu minggu sekali dan setiap dua minggu sekali di luar Jawa-Bali.

Pada periode PPKM sebelumnya pemerintah melakukan pelonggaran di berbagai sektor kegiatan.

Sebagai contoh, bioskop dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota PPKM level 3 dan 2.

Lalu, perluasan pembukaan lokasi wisata di berbagai kota dengan penerapan protokol kesehatan, hingga penerapan ganjil-genap pada daerah-daerah wisata.

Hal tersebut dilakukan lantaran pemerintah menilai situasi Covid-19 sudah menunjukkan perbaikan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, perbaikan situasi pandemi ditandai dengan berkurangnya kabupaten/kota yang berstatus level 4 dalam pelaksanaan PPKM.

"Dari 11 kota/kabupaten level 4 pada minggu yang lalu, pada hari ini jumlahnya berkurang menjadi hanya 3 kota/kabupaten," kata Luhut dalam konferensi pers Senin (13/9/2021) malam, dikutip dari Kompas.com.

Perkembangan kasus Covid-19 pun terus menunjukkan perbaikan signifikan, tercermin dari menurunnya kasus konfirmasi Covid-19 nasional hingga 93,9 persen

Tercatat kasus Covid-19 di Jawa-Bali turun hingga 96 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu.

Kemudian, jumlah kasus aktif juga sudah turun di bawah 100.000 kasus.

Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers PPKM yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/9/2021).
Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers PPKM yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/9/2021). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Luhut mengatakan, pesatnya perbaikan situasi pandemi di Jawa-Bali menyebabkan penurunan level PPKM lebih cepat dibandingkan perkiraan pemerintah.

Hanya saja, hal ini tidak diikuti dengan kecepatan vaksinasi, implementasi PeduliLindungi, dan lemahnya protokol kesehatan.

Alhasil, tak tertutup kemungkinan adanya potensi pandemi gelombang berikutnya.

"Penurunan level PPKM di berbagai kota menyebabkan banyak euforia dari masyarakat yang tidak disertai dengan implementasi protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi," ucap Luhut.

Baca: Bioskop Sudah Boleh Beroperasi di Masa PPKM, APPBI Sebut Tidak Memberikan Dampak Signifikan

Baca: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Berikut Daftar Aktivitas yang Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Terkait situasi ini, Presiden Joko Widodo berulang kali mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati.

"Kita memang harus mulai belajar hidup berdampingan dengan Covid-19 karena memang Covid ini tidak akan hilang secara total dari negara kita," kata Jokowi saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Aceh Besar, Aceh, Kamis (16/9/2021).

Jokowi mengatakan, PPKM level 1-4 bertujuan untuk menjalankan kebijakan sesuai kondisi terkini pandemi Covid-19.

Dirinya menegaskan, kesehatan masih tetap yang utama meski perekonomian sangat penting.

Oleh karena itu, Jokowi meminta seluruh pihak tetap patuh pada protokol kesehatan meski PPKM dilonggarkan.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved