Ikut Soroti Gaji DPR, Said Didu: Masih Ada Penghasilan yang Belum Dibuka oleh Krisdayanti

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menilai bahwa gaji anggota DPR yang dibeberkan Krisdayanti belumlah semuanya.


zoom-inlihat foto
Mantan-Sekretaris-Kementerian-BUMN-2005-2010-Said-Didu-Rabu-1962019.jpg
Tribunnews/Jeprima
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010, Said Didu, bersaksi untuk kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang ketiga Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019) malam.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, ikut menyoroti topik gaji anggota DPR RI yang fantastis.

Besaran gaji tersebut diungkapkan oleh penyanyi sekaligus anggota DPR Krisdayanti.

Namun, Said Didu menilai bahwa yang dibeberkan Krisdayanti belumlah semuanya.

Krisdayanti sebelumnya mengungkap nominal gaji, tunjangan, dana aspirasi, dan dana reses.

“Masih ada penghasilan DPR yg blm dibuka oleh Krisdayanti selain gaji, tunjangan, dana aspirasi dan dana reses,” tulis Said Didu melalui akun Twitternya, Jumat (17/9/2021).

Baca: Blak-blakan Bongkar Nominal Gaji Anggota DPR, Krisdayanti Dipanggil Fraksi PDIP

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. (Ambaranie Nadia K.M)

Sebab selain menerima gaji dan tunjangan, DPR juga diberi biaya kunjungan kerja hingga honor penyusunan undang-undang.

“Yaitu antara lain biaya kunker, study banding, honor pansus, honor panja, honor penyusunan UU,” imbuhnya.

 

 

Besaran gaji dan tunjangan anggota DPR ini terungkap saat Krisdayanti membeberkannya dalam YouTube Akbar Faizal Uncensored, Rabu (15/6/2021).

Ia mengungkapkan sebagai anggota DPR ia mendapatkan gaji pokok Rp16 juta dan uang tunjangan Rp59 juta per bulan.

Namun, tunjangan itu didapatkannya setiap tanggal 5.

"Setiap tanggal 1 (dapat) Rp16 juta, tanggal 5 (dapat) Rp59 juta, kalau enggak salah," kata Krisdayanti.

Selain itu ia juga mendapatkan sejumlah uang sebagai dana aspirasi dan uang kunjungan dapil.

Dana tersebut didapatkan lima kali dalam setahun.

Baca: Muhammad Said Didu

Anggota DPR terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Krisdayanti atau yang akrab disapa KD saat menghadiri pelantikan anggota DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019). Krisdayanti tampil cantik dan anggun dalam balutan kebaya merah yang merupakan rancangan dari desainer Anne Avantie.
Anggota DPR terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Krisdayanti atau yang akrab disapa KD saat menghadiri pelantikan anggota DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019). Krisdayanti tampil cantik dan anggun dalam balutan kebaya merah yang merupakan rancangan dari desainer Anne Avantie. (Tribunnews/Jeprima)

"Dana aspirasi itu memang wajib untuk kita, namanya uang negara. Dana aspirasi kita itu Rp450 juta, lima kali dalam setahun," katanya lagi.

Sementara untuk uang kunjungan dapil atau daerah pilihan, Krisdayanti mendapat uang sekitar Rp140 juta.

"Saiki kita Rp140 juta. Delapan kali dalam setahun," tutur Krisdayanti.

Belakangan, Krisdayanti meralat ucapannya soal dana aspirasi atau dana reses yang diterima oleh para anggota DPR.

Ia meluruskan bahwa dana reses bukanlah pendapatan pribadi para anggota Dewan.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved