Gedung DPR RI

Gedung DPR merupakan tempat saksi bisu lahirnya reformasi dan tumbangnya orde baru di Indonesia.


zoom-inlihat foto
gedung-dpr-ri-di-senayan-jakarta.jpg
Tribunnews.com
Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta

Gedung DPR merupakan tempat saksi bisu lahirnya reformasi dan tumbangnya orde baru di Indonesia.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Gedung DPR merupakan tempat saksi bisu lahirnya reformasi dan tumbangnya orde baru di Indonesia.

Pada tahun 1998, gedung ini diduduki oleh berbagai mahasiswa dari beberapa kampus.

Ribuan mahasiswa dari 54 kampus, turun dan menduduki gedung DPR/MPR RI untuk melengserkan Presiden Soeharto pada reformasi 18 Mei 1998. (1) 

Baca: Gedung CC PKI

gedung dpr ri 3
Mahasiswa se-Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi mendatangi Gedung MPR/DPR, Mei 1998, menuntut reformasi dan pengunduran diri Presiden Soeharto. Sebagian mahasiswa melakukan aksi duduk di atap Gedung MPR/DPR. Hegemoni Orde Baru yang kuat ternyata menjadi inspirasi bagi orangtua untuk memberi nama bagi anak-anak mereka.

  • Asal usul


Gedung ini dicetuskan oleh Bung Karno dengan gedung beratap hijau.

Ketika presiden Soekarno ingin menggelar Conference of the News Emerging Forces (CONEFO), yang merupakan wadah dari semua News Emerging Forces.

Cenefo merupakan saingan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang terdiri dari beberapa anggota berbagai negara, diantaranya negara-negara di Asia, Afrika, Amerika Latin, negara-negara sosialis, negara-negara komunis, dan semua Progressive Forces dalam kapitalis.

Proyek tersebut digarap pemenang sayembara, yaitu tim dari Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang dipimpin Sujudi Wirjoatmodjo, arsitek jebolan Technische Universitat Berlin Barat.

Pemancangan tiang pertama dilakukan pada 19 April 1965.

Pembangunan terhenti karena meletus peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Pada 9 November 1966, Soeharto selaku ketua Presidium Kabinet Ampera, menginstruksikan untuk melanjutkan proyek pembangunan gedung CENEFO, namun akan dijadikan sebagai gedung parlemen.

Keputusan ini diambil setelah proyek gedung DPR GR di Lapangan Banteng terhenti.

CONEFO sendiri dibubarkan oleh Suharto pada tanggal 11 Agustus 1966.

Melalui proses pembangunan yang cukup lama, akhirnya pembangunan Gedung MPR/DPR RI bisa diselesaikan pada 1 Februari 1983. (1)

Penyerahan gedung MPR/DPR RI dilakukan oleh Dirjen Cipta Karta kepada Sekjend DPR GR pada 15 Maret 1968.

Seiring berjalannya waktu bangunan ini terus berkembang dari berbagai macam kebutuhan dan pelayanan.

DPR merupakan tempat rakyat Indonesia untuk menyampaikan aspirasinya.

Dahulu gedung DPR yang berada di Lapangan Benteng, Jakarta Pusat, siapapun dapat dengan mudah berdatangan ke rumah rakyat.

Namun kini, gedung DPR dibentengi dengan pagar tinggi. (2) 

Baca: Gedung Syahrir

  • Bangunan


Gedung DPR/MPR RI memiliki luas sekitar 80.000 meter persegi.

Kompleks parlemen terdiri dari lima gedung. Gedung-gedung dalam kompleks parlemen dulunya dinamai dari bahasa Sansekerta.

Tak jarang, nama-nama ruangan ini salah diucapkan oleh anggota parlemen.

Akhirnya pada 14 Desember 1998 memutuskan penggantian nama gedung-gedung DPR/MPR.

Gedung-gedung yang menggunakan bahasa Sansekerta pun berubah: Grahatama menjadi Gedung Nusantara, Lokawirasabha Tama menjadi Gedung Nusantara I, Ganagraha menjadi Gedung Nusantara II, Lokawirasabha menjadi Gedung Nusantara III.

Selain itu, Pustakaloka menjadi Gedung Nusantara IV, Grahakarana menjadi Gedung Nusantara V, Samania Sasanagraha mejadi Gedung Sekretariat Jenderal DPR RI, dan Mekanik Graha menjadi Gedung Mekanik.

Kini, gedung ini masih digunakan menjadi kantor kerja para wakil rakyat yang berada di kawasan Senayan.

Gedung DPR/MPR juga dijadikan sebagai tempat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Selain itu, gedung ini juga menerima para pengunjung untuk melakukan studi wisata, yang sebelumnya mesti melakukan sejumlah prosedur untuk bisa masuk. (1)

Baca: Gedung Naskah Linggarjati

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Alamat
Lokasi Jl. Gatot Subroto No.1, RT.1/RW.3, Senayan, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270
Provinsi Jakarta
   


Sumber :


1. travel.kompas.com
2. www.hukumonline.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved