Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Gedung Syahrir adalah tempat saksi bisu Kemerdekaan Indonesia dan sebagai tempat menginap delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sutan Syahrir.
Gedung ini juga sebagai wartawan menyusun naskah liputan yang akan dikabarkan ke dunia Internasional.
Gedung Syahrir terletak di Desa Bandosawetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. (1)
Baca: Gedung Naskah Linggarjati
Sejarah #
Nama gedung ini diambil dari nama tokoh Sutan Syahrir, yang merupakan perdana menteri pertama Indonesia.
Gedung ini sebagai tempat bersejarah yang berada di kompleks Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta.
Selain itu, tempat ini menjadi saksi bagaimana Syahrir bersama kawannya berjuang mempertahankan kemerdekaan.
Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, gedung ini dikenalkan sebagai kantor delagasi Indonesia yang dipimpin oleh Sutan Syahrir dan mempersiapkan strategi dalam Konferensi Meja Bundar di DenHagg, Belanda.
Pada tahun 1946, peristiwa perundingan Pemerintahan Indonesia dan Pemerintahan Belanda menghasilkan Naskah Linggajati yang berada di gedung Perundingan Linggarjati.
Bangunan tersebut adalah rumah sederhana miliki ibu Yasitem yang menikah dengan orang Belanda.
Rumah itu sudah beberapa kali berpindah tangan dan beralih fungsi hingga menjadi hotel saat berlangsung perundingan Linggajati. (1) (2)
Baca: Gedung Negara Grahadi
Museum #
Gedung tua ini telah dijadikan museum "The Heritage Building".
Dalam gedung ini diisi dengan instalasi pameran bersejarah sebagai bentuk rasa hormat terhadap peran para tokoh dalam langkah Indonesia menuju kemerdekaan.
Peresmian Gedung Syahrir adalah melambangkan hubungan yang hangat, seperti layaknya sahabat antara Amerika Serikat dan Indonesia yang sudah terjalin selama 70 tahun lamanya.
Gedung Syahrir sudah dibangun sejak adab ke-19 Masehi dengan gaya arsitektur Indische Woonhuis atau new Indies, yang sudah diadaptasikan untuk iklim tropis di Indonesia. (2)
Baca: Gedung Cerutu
Bangunan #
Gedung ini merupakan bangunan satu lantai dengan pondasi tinggi dan dilengkapi bingkai jendela dengan dua daun jendela.
Selain itu, gedung ini juga memiliki galeri terbuka dibagian depan dan belakang yang diapit oleh pilar-pilar ala Yunani.
Di bagian depan, gedung Syahrir memiliki pilar persegi empat ala Tuskani yang membingkai jendela dan pintu, serta tiang tinggi dengan ornamen melengkung.
Beranda lapangan dibagian depan dan belakang gedung, yang bertujuan untuk meningkatkan aliran udara ke bagian dalam dan melindunginya dari panas dan hujan tropis.
Fitur ini diadaptasi dari tradisi pringgitan dari Jawa yang biasanya dilengkapi dengan amben bambu untuk berbaring saat senja yang panas. (3)
Baca: Gedung Joang 45 Jakarta
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Alamat |
|---|
| Lokasi | Desa Bandosawetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan |
|---|
| Tempat | Saksi sejarah Perundingan Linggajati |
|---|
Sumber :
1. kebudayaan.kemdikbud.go.id
2. jeda.id
3. www.indonesia.go.id