Jokowi Sebut Covid-19 Mustahil Hilang Total

Menurutnya, upaya terbaik untuk melindungi diri adalah dengan mengikuti vaksinasi dan menjalankan protokol kesehatan.


zoom-inlihat foto
Presiden-Jokowi-mengenakan-baju-kampret-busana-adat-suku-Baduy-luar-2.jpg
Tangkapan Layar KompasTV
Presiden Jokowi mengenakan baju kampret, busana adat suku Baduy luar saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Senin (18/8/2021) di gedung DPR/MPR Jakarta.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan virus corona penyebab Covid-19 tak mungkin hilang secara total.

Menurutnya, upaya terbaik untuk melindungi diri adalah dengan mengikuti vaksinasi dan menjalankan protokol kesehatan.

"(Vaksinasi) ini akan memberikan proteksi, perlindungan kepada kita semuanya karena Covid-19, karena virus corona tak mungkin hilang secara total," ujar Jokowi dalam keterangannya saat meninjau pelaksanaan vaksin di Kabupaten Bantul, DIY, sebagaimana disiarkan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/9/2021).

"Cara yang terbaik adalah melindungi diri dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat," kata Presiden. 

Jokowi mengungkapkan, perluasan vaksinasi Covid-19 sangat dibutuhkan.

Kini, semakin banyak warga Indonesia yang telah divaksinasi.

"Sehingga kita harapkan di akhir tahun nanti lebih dari 70 persen masyarakat sudah divaksinasi," kata dia. 

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Evaluasi PPKM Darurat, melalui konferensi video, dari Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/07/2021).
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Evaluasi PPKM Darurat, melalui konferensi video, dari Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/07/2021). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Sementara, pada Jumat Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan untuk 8.000 orang di Kabupaten Bantul.

Mereka terdiri dari penyandang disabilitas, abdi dalem, lansia termasuk mitra Grab hingga masyarakat umum lainnya.

"Yang kita harapkan dengan vaksinasi ini bisa memberikan perlindungan, bisa memberikan proteksi maksimal kepada masyarakat sehingga kita semua bisa beraktivitas seperti biasa," ujar Jokowi.

Baca: Kemenkes Mencatat Tren Penurunan Kasus Konfirmasi dan Kematian Covid-19 dalam 3-4 Minggu Terakhir

Baca: Jadi Syarat Naik KRL, Berikut Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19 di pedulilindungi.id

Benarkah Corona Varian Mu Lebih Ganas dari Delta?

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan,  dibutuhkan penelitian mendalam terhadap keberadaan virus corona varian Mu atau B.1.621.

Sejauh ini, belum bisa dipastikan apakah varian tersebut lebih ganas dibanding varian Delta atau tidak, kemudian resisten terhadap kekebalan tubuh atau tidak.

"Indikasi karakteristik Mu seperti lebih ganas dibanding Delta atau dapat menghindari kekebalan tubuh masih merupakan perkiraan dan masih terus diteliti lebih dalam," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (7/9/2021).

Wiku menjelaskan, virus corona varian Mu pertama kali ditemukan di Colombia pada Januari 2021.

B.1.621 ditetapkan sebagai variant of interest (VOI) atau varian yang diamati Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sejak 30 Agustus 2021.

Varian yang masuk dalam VOI adalah varian yang mengalami perubahan pada susunan genetikanya, dan diprediksi dapat mempengaruhi karakteristik virus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyebaran mutasi virus hingga saat ini belum ditemukan adanya varian Mu di Tanah Air.

"Data whole genome sequencing per 6 September 2021 menyebutkan bahwa varian ini tidak ditemukan di Indonesia," ucap Wiku.

Namun, pemerintah berupaya mencegah masuknya varian Mu salah satunya dengan memperketat persyaratan perjalanan internasional.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved