Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sjam Kamaruzaman merupakan Kepala Biro Khusus Partai Komunis Indonesia (PKI).
Sjam lahirdi Tuban Jawa Timur pada 1924.
Salah satu tokoh penting PKI ini menempuh sekolah dasar, menengah dan sekolah agronominya di Surabaya.
Namun sekolah agronominya terpaksa ditutup ketika Jepang datang dan menjajah Nusantara.
Hingga akhirnya Sjam pun pergi ke Yogyakarta.
Di Yogyakarta dirinya melanjutkan pendidikan dengan masuk ke sekolah bisnis. (1)
Baca: D N Aidit
Awal Karier #
Karier politiknya dimulai ketika pemimpin Partai Sosialis mengirim lima pemuda, termasuk Sjam ke Jakarta pada 1947.
Di sana ia membantu para pejabat republik menyelundupkan perbekalan dan uang ke Yogyakarta yang pada saat menjadi Ibu Kota Indonesia.
Di Jakarta dirinya juga belajar tentang Marxisme-Leninisme.
Hingga akhirnya pada 1949 ia pun bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Setelah itu Sjam bergabung juga dengan bagian militer dari Departemen Organisasi PKI pada tahun 1950-an.
Kariernya di PKI semakin tinggi, pada 1964 ia bersama dengan Pono (Supono Marsudidjojo), asisten Sjam, Bono, Wandi dan Hamim diangkat menjadi kepala Biro Khusus PKI.
Adapun tugasnya ialah menghubungi personil militer untuk mengumpulkan informasi.
Lima orang itu akan bertemu satu bulan sekali guna bertukar informasi.
Informasi yang terkumpul akan diberikan kepada Ketua Umum PKI, DN Aidit.
Selain itu, Biro Khusus ini bekerja secara rahasia dan tidak membuka identitasnya sebagai PKI.
Bahkan di dalam tubuh PKI sendiri hanya Ketua Umum PKI, DN Aidit serta beberapa anggota senior saja yang tahu keberadaan Biro Khusus ini. (1)
Baca: Musso
G30S/PKI #
Dalam peristiwa G30S/PKI Sjam memiliki peran yang penting dalam mengkoordinasi dengan para militer.
Dirinya berhasil menyusup ke dalam bagian militer itu.
Hingga kemudian tepat pada 30 September 1965 gerakan itu dilancarkan dengan salah satu sasarannya adalah menculik dan membunuh para jenderal angkatan darat.
Sjam dan DN Aidit kala itu benar-benar berkonsentrasi penuh dalam gerakan itu.
Baca: Jenderal Soedirman
Penculikan itu tidak begitu mulus karena Jenderal Nasution berhasil melarikan diri dan gagal untuk dibunuh.
Meski begitu, keduanya tetap bertekad untuk melanjutkan misi itu.
Akan tetapi setelah terlihat jelas bahwa gerakannya yang di Jakarta gagal total Sjam dan DN Aidit memutuskan untuk terbang ke Jawa Tengah untuk melanjutkan perjuangan.
Sayangnya hal itu tidak bertahan lama, pasalnya pada Maret 1967 Sjam berhasil ditangkap.
Kemudian pada 1968 dirinya dijatuhi hukuman mati. (2)
(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)
| Nama | Sjam Kamaruzaman |
|---|
| Lahir | Tuban, Jawa Timur 1924 |
|---|
| Riwayat Karir | PNS dan Biro Khusus PKI |
|---|
| Meninggal | 1968 |
|---|
Sumber :
1. manado.tribunnews.com
2. id.wikipedia.org