Marwan al-Shehhi

Marwan al-Shehhi adalah seorang teroris berkebangsaan Uni Emirat Arab yang berkaitan dengan insiden serangan ii September di World Trade Center.


zoom-inlihat foto
Marwan-al-Shehhi.jpg
YouTube
Marwan al-Shehhi adalah seorang teroris berkebangsaan Uni Emirat Arab yang berkaitan dengan insiden serangan ii September di World Trade Center.

Marwan al-Shehhi adalah seorang teroris berkebangsaan Uni Emirat Arab yang berkaitan dengan insiden serangan ii September di World Trade Center.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Marwan Yousef Mohamed Rashid Lekrab al-Shehhi atau Marwan al-Shehhi adalah seorang teroris berkebangsaan Uni Emirat Arab yang dilahirkan pada 9 Mei 1978.

Dia merupakan pilot pembajak pesawat United Airlines Penerbangan 175 yang menabrak gedung World Trade Center di selatan pada 11 Septemebr 2001.

Marwan al-Shehhi merupakan seorang mahasiswa dari Uni Emirat Arab yangber pindah ke Jerman pada tahun 1996 dan menjadi teman dekat dari Mohamed Atta, Ziad Jarrah dan Ramzi bin al-Shibh, dimana mereka kemudian membentuk sel Hamburg.

Pada akhir tahun 1999, mereka berempat melakukan perjalanan ke kamp-kamp pelatihan teroris di Afghanistan dan bertemu dengan Osama bin Laden yang akhirnya merekrut keempat orang tersebut untuk melakukan serangan di Amerika Serikat.

Marwan al-Shehhi tiba di Amerika Serikat satu bulan sebelum Atta, yakni pada bulan Mei 2000.

Keduanya lalu dilatih di Huffman Aviation di Florida, kemudian berhasil mendpaat lisensi sebagai pilot komersial dari FAA pada bulan Desember 2000. (1)

Pembajak pesawat membunuh hampir 3.000 orang selama serangan terkoordinasi pada 11 September 2001. Serangan itu antara lain menarget menara kembar World Trade Center (WTC) di New York City, AS.
Pembajak pesawat membunuh hampir 3.000 orang selama serangan terkoordinasi pada 11 September 2001. Serangan itu antara lain menarget menara kembar World Trade Center (WTC) di New York City, AS. (Getty Images via Kompas.com)

Baca: Federal Aviation Administration (FAA)

Baca: Uni Emirat Arab (UEA)

  • Masa Muda


Marwan Al-Shehhi merupakan putra dari seorang ulama Muslim yang meninggal pada 1997 dan seorang ibu Mesir.

Marwan digambarkan sebagai seorang Muslim yang pendiam dan taat, sehingga sangat sulit memperoleh informasi kehidupannya.

Usai tamat dari sekolah menengah pada tahun 1995, Marwan al-Shehhi memutuskan mendaftar di militer Emirat dan menerima setengah tahun pelatihan dasar sebelum dia diterima dalam program beasiswa militer yang memungkinkannya untuk melanjutkan pendidikannya di Jerman.

Sesampainya di Jerman pada April 1996, ia pindah ke sebuah apartemen yang ia tinggali bersama dengan tiga mahasiswa penerima beasiswa lainnya selama dua bulan sebelum tinggal bersama keluarga Jerman setempat.

Beberapa bulan setelahnya, Marwan pindah ke apartemennya sendiri.

orang - orang yang mengenalnya menggambarkan al-Shehhi sebagai individu yang sangat religius dan ramah, mengenakan pakaian barat dan terkadang menyewa mobil untuk perjalanan ke Berlin, Prancis, dan Belanda.

Gabriele Bock, gurunya di Jerman, mengenalnya sebagai seseorang yang tampaknya berjuang untuk memiliki rencana masa depan saat belajar di sana.

Selama di Jerman, al-Shehhi mendaftar di Universitas Bonn usai menyelesaikan kursus bahasa Jerman.

Pada Juni 1997, ia bertolak dari Jerman untuk menangani masalah di rumah meskipun universitas melarangnya.

Pada awal 1998, Marwan al-Shehhi dipindahkan ke Universitas Teknik Hamburg.

Marwan al-Shehhi, yang merupakan seorang mahasiswa miskin, diarahkan oleh administrator program beasiswa untuk mengulang satu semester studinya kembali di Bonn mulai Agustus 1998.

Namun, ia tidak mendaftar kembali di Bonn hingga Januari 1999 dan terus berjuang dengan studinya.

Pada Juli 1999, Marwan kembali ke Hamburg untuk belajar pembuatan kapal.

Menurut sebuah laporan, Marwan al-Shehhi juga sempat menikah pada tahun 1999, namun baru mengadakan perayaan pada Januari 2000.

Pernikahan tersebut dilatarbelakangi adanya perjodohan oleh saudara tirinya dengan seorang wanita muda bernama Fawzeya. (2)

Baca: Mohamed Atta

Baca: Hani Hanjour

  • Radikalisasi


Setelah pindah ke Hamburg pada tahun 1998, Marwan turut berperan dalam membentuk sel Hamburg bersama Mohamed Atta dan Ramzi bin al-Shibh, yang kemudian mengubah pandangannya menjadi semakin radikal.

Mereka bertemu tiga hingga empat kali seminggu untuk membahas perasaan anti-Amerika dan merencanakan kemungkinan serangan.

Ketika seseorang bertanya mengapa dirinya dan Atta tidak pernah tertawa, al-Shehhi akan menjawab, "Bagaimana kamu bisa tertawa ketika orang-orang sekarat di Palestina?".

Pada akhir 1999, ia bersama Atta, Ziad Jarrah, Said Bahaji, dan Ramzi bin al-Shibh memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Chechnya untuk berperang melawan Rusia.

Namun, pada menit terakhir, mereka berhasil diyakinkan oleh Khalid al-Masri dan Mohamedou Ould Slahi untuk mengubah rencana mereka.

Mereka justru memutuskan pergi ke Afghanistan untuk bertemu dengan Osama bin Laden dan dilatih untuk serangan teroris.

Segera setelah itu, Atta, al-Shehhi, dan Jarrah melaporkan paspor mereka dicuri, kemungkinan untuk menghapus visa perjalanan ke Afghanistan.

Setelah pelatihan mereka, para pembajak mulai berusaha menyembunyikan radikalisme mereka.

Marwan al-Shehhi mencukur janggutnya dimana bagi teman-teman lamanya, ia tampak menjadi kurang religius.

Pada Maret 2000, Al-Shehhi kembali ke Jerman, dan mulai belajar menerbangkan pesawat.

Ammar al-Baluchi, salah satu tokoh penting penyelenggara keuangan 9/11, membeli program simulator penerbangan Boeing 747 menggunakan kartu kredit al-Shehhi.

Akhirnya mereka berpendapat bahwa sekolah penerbangan Jerman tidak akan bekerja untuk mereka, dan mereka memutuskan untuk berlatih di Amerika Serikat. (2)

Baca: Usamah bin Ladin (Osama bin Laden)

Baca: Ramzi bin al-Shibh

  • Serangan 11 September


Menurut Laporan dari Komisi 9/11, Marwan al-Shehhi melakukan panggilan selama 3 menit ke Mohamed Atta (6:52-6:55) pada 11 September dari dalam Bandara Internasional Logan karena American 11 dan United 175 akan terbang dari Boston Logan ke Bandara Internasional Los Angeles.

Marwan al-Shehhi kemudian menaiki United 175 pada pukul 7:27 pagi.

Sekitar 30 menit usai penerbangan, yakni antara pukul 08:42 dan 8:46 pagi, pesawat tersebut dibajak.

Selama penerbangan, pesawat nyaris menghindari tabrakan di udara dengan pesawat lain, yakni Delta Airlines Penerbangan 2315.

Pesawat diterbangkan ke Menara Selatan World Trade Center pada pukul 09:03:02.

Pesawat itu lalu jatuh dengan kecepatan sekitar 590 mph (950 km/jam) dengan membawa sekitar 10.000 galon (37.850 liter) bahan bakar jet. (2)

Baca: National September 11 Memorial & Museum

Baca: Pentagon Memorial

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Marwan al-Shehhi
Tempat Lahir Ras al-Khaimah, United Arab Emirates
Tanggal Lahir 9 Mei 1978
Wafat WTC, 11 September 2001
Penyebab Kematian Kecelakaan disengaja United Airlines Penerbangan 175
Pendidikan University of Bonn, Technical University of Hamburg








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved