Abdul Halim Majalengka

Abdul Halim atau Abdul Halim Majalengka adalah Pahlawan Nasional dan salah satu tokoh pergerakan nasional asal Majalengka.


zoom-inlihat foto
1-KH-Abdul-Halim.jpg
smkpui-majalengka.sch.id
Profil K.H. Abdul Halim

Abdul Halim atau Abdul Halim Majalengka adalah Pahlawan Nasional dan salah satu tokoh pergerakan nasional asal Majalengka.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Abdul Halim atau Abdul Halim Majalengka adalah  Pahlawan Nasional dan salah satu tokoh pergerakan nasional asal Majalengka.

Ia juga dikenal sebagai tokoh Islam dan ulama yang memiliki sifat toleran dalam menghadapi perbedaan pendapat antara ulama tradisional dan modernis.

Pada tahun 1940, Abdul Halim mendirikan organisasi Islam bernama Persyarikatan Ulama.

Abdul Halim ditunjuk menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) saat Jepang menduduki Indonesia pada Mei 1945. (1) 

Baca: Ali Syariati

Abdul Halim Majalengka
Abdul Halim Majalengka (kolase wikipedia dan mamansoleman.net)

  • Kehidupan Pribadi #


Abdul Halim merupakan putra dari pasangan K.H Muhammad Iskandar dan Hj. Siti Mutmainah.

Ia anak terakhir dari delapan bersaudara.

Ayahnya merupakan seorang penghulu di Kawedanan, Jatiwangi, Majalengka serta pengasuh pesantren.

Sejak dini, Abdul Halim sudah memperoleh pendidikan agama karena lingkungan sekitarnya adalah pesantren.

Ayahnya meninggal ketika Abdul Halim masih kecil, sehingga ia banyak diasuh oleh ibu dan kakak-kakaknya.

Saat berusia 10 tahun, ia belajar Al-Qur'an dan Hadis dengan Kiai Haji Anwar. K.H Anwar adalah seorang ulama terkenal yang bersal dari Majalengka.

Ketika dewasa, ia belajar di berbagai Pondok Pesantren di Jawa Barat.

Abdul Halim juga menyempatkan berdagang di sela-sela kesibukannya belajar. Beberapa jualannya adalah minyak wangi, batik, dan kitab-kitab pelajaran agama.

Setelah belajar di berbagai pesantren Indonesia, ia memutuskan untuk berangkat ke Mekkah demi mendalami ilmu-ilmu ke Islaman.

Selama di sana, Halim banyak berguru dengan ulama-ulama besar, seperti Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Imam di Masjidil Haram.

Saat berusia 21 tahun, Abdul Halim menikah dengan Siti Murbiyah puteri K.H Muhammad Ilyas, Penghulu Landraad Majalengka.

Abdul Halim dan istrinya dikarunai tujuh orang anak.

Seorang di antara cucunya yang aktif di berbagai organisasi Islam seperti sebagai pengurus BP4 Pusat, Wanita PUI, BMOIWI (Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia), GUPPI (Gerakan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam) adalah Dra. Hj. Dadah Cholidah, M.Pd.I. Presidium BMOIWI periode (2015-2016). (1) (2) 

Baca: Ahmad Yani

  • Pendidikan #


Abdul Halim mulai belajar di berbagai Pondok Pesantren di wilayah Jawa Barat. Di antara pesantren yang pernah menjadi tempat belajar Kiai Halim adalah:

- Pesantren Lontang jaya, Penjalinan, Leuwimunding, Majalengka, pimpinan Kiai Abdullah.

- Pesantren Bobos, Kecamatan Sumber, Cirebon, Cirebon, asuhan Kiai Sujak.

- Pesantren Ciwedus, Timbang, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Kabupaten Kuningan, asuhan K.H. Ahmad Shobari.

- Dan yang terakhir Abdul Halim berguru kepada K.H. Agus, Kedungwangi, Kenayangan, Pekalongan, sebelum akhirnya kembali memperdalam ilmunya di Pesantren Ciwedus, Cilimus, Kuningan, kabupaten Kuningan. (1)

Baca: Tan Malaka

  • Pergerkan Nasional #


Pada masa pendudukan Jepang, Abdul Halim diangkat menjadi anggota Cou Sangi In.

Kemudian, ia diangkat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKI) pada bulan Mei 1945, yang bertugas menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembentukan negara. Dalam BPUPKI ini Abdul Halim duduk sebagai anggota Panitia Pembelaan Negara.

Selain itu, ia diangkat menjadi anggota Badan Pekerja Komute Indonesia Daerah (PB KNIP), Cirebon sejak Republik Indonesia berdiri.

Abdul Halim juga aktif membantu perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Pada waktu Belanda melancarkan agresi militer kedua yang dimulai tanggal 19 Desember 1948, Abdul Halim aktif membantu kebutuhan logistik bagi pasukan TNI dan para gerilyawan. Residen Cirebon pun juga mengangkatnya menjadi Bupati Majalengka.

Pada 1928, ia diangkat menjadi pengurus Majelis Ulama yang didirikan Sarekat Islam bersama-sama dengan K.H.M Anwaruddin dari Rembang dan K.H. Abdullah Siradj dari Yogyakarta. Ia juga menjadi anggota pengurus MIAI (Majlis Islam A’la Indonesia) yang didirikan pada 1937 di Surabaya.

Setelah perang kemerdekaan berakhir, ia tetap fokus dalam bidang pendidikan.

Pada tahun 1932, ia mendirikan Santi Asromo.

Dalam lembaga tersebut, Abdul Halim tidak hanya memberi pengetahuan soal agama dan pengetahuan umum, namun ia juga mengajarkan keterampilan sesuai minat bakat anak didiknya.

Abdul Halim wafat pada 7 Mei 1962. Jenazahnya dikebumikan di Majalengka. Untuk mengenang jasa-jasanya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres No. 041/TK/Tahun 2008 pada 6 November 2008. (2)

Baca: Bung Tomo

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Info Pribadi
Nama pena K.H. Muhammad Syatari
Riwayat Karir Tokoh Nasional
Lahir 26 Juni 1887, Desa Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat
Meninggal 7 Mei 1962 (umur 74), Majalengka


Sumber :


1. www.kompas.com
2. id.wikipedia.org


Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved