Per 6 September, Sebanyak 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Tepat hari ini, Selasa (7/9/2021) Indonesia kembali menerima vaksin Sinovac sebanyak 5 juta dosis dalam bentuk jadi


zoom-inlihat foto
vaksin-china-002.jpg
GETTY IMAGES VIA BBC
Perusahaan farmasi asal China, Sinovac, sudah mengekspor vaksin buatanya ke 5 negara, termasuk Indonesia. Berikut fakta vaksin Covid-19 buatan China, Sinovac dan Sinopham


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia kembali menerima vaksin Sinovac sebanyak 5 juta dosis pada Selasa (7/9/2021).

Vaksin Sinovac tersebut merupakan vaksin dalam bentuk jadi.

Kedatangan vaksin COVID-19 tersebut menjadi tahap ke-50 dan tepat 10 bulan sejak kedatangan vaksin tahap pertama.

Airlanggo Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Koordinator Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengungkapkan hal tersebut merupakan wujud nyata dari pemerintah sebagai upaya menekan laju kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Airlangga juga menjelaskan bahwa pemerintah terus berusaha untuk memenuhi ketersediaan vaskin COVID-19 yang digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia.

Pria berusia 58 tahun tersebut memaparkan sebanyak 33 juta dosis vaksin Sinovac telah diterima Indonesia hingga hari ini.

Kemasan vaksin jadi CoronaVac Single doses
Kemasan vaksin jadi CoronaVac Single doses (istimewa via Kompas.com)

Baca: Vaksin Sinovac

Baca: Vaksin Pfizer

Vaksin Sinovac itu berbentuk bulk dengan total 153,9 juta dosis.

Indonesia juga menerima sebanyak 8 juta dosis vaksin Moderna, 19,5 juta dosis AstraZeneca, Sinopharm sebanyak 8,25 juta dosis, dan 2,75 juta vaksin Pfizer.

Sehingga Indonesia telah menerima sebanyak 225,4 juta dosis vaksin dari berbagai merek dalam bentuk bulk maupun vaksin jadi.

Lantaran itulah, dapat dipastikan bahwa ketersediaan vaksin COVID-19 aman.

Selain itu, Airlangga juga memastikan bahwa seluruh vaksin yang dimiliki Indonesia telah melalui uji klinis sehingga aman digunakan.

Vaksin COVID-19 itu juga telah melewati uji klinis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI), WHO, serta para ahli.

Airlangga Hartanto mengatakan semua merek vaksin memiliki manfaat yang sama.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) (Instagram/airlanggahartarto_official)

Baca: Vaksin Moderna

Baca: Vaksin AstraZeneca

"Semua merek vaksin sama, karenanya masyarakat tidak perlu pilih-pilih. Vaksin yang terbaik, adalah vaksin yang tersedia," jelasnya.

Ia juga berharap seluruh lapisan masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Kendati begitu, unsur lainnya seperti 3 T juga harus diperkuat.

3 T tersebut meliputi testing, tracing, dan treatment.

Kali ini pemerintah fokus pada pemberian vaksin sebanyak 208,2 juta penduduk Indonesia pada anak di atas 12 tahun.

Bahkan Airlangga menyebutkan Presiden Joko Widodo memberikan instruksi kepada menteri dan kepala daerah untuk mempercepat program vaksinasi.

Hingga 5 September 2021 sebanyak 66,78 juta orang telah menerima vaksin dosis kedua dan 38,2 juta orang sudah mengikuti vaksin dosis pertama.

Dari angka tersebut, kini Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia jumlah vaksinasi COVID-19.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal vaksin COVID-19 di sini

 

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved