Ia sempat mendapatkan pertolongan dari penumpang lain yang berprofesi sebagai dokter.
Sayangnya nyawa Munir tak dapat tertolong.
Akibat kejadian tersebut, saat pesawat mendarat di bandara Amsterdam, para penumpang tak diizinkan untuk turun.
Para penumpang menjalani pemeriksaan terlebih dahulu selama 20 menit.
Jenazah Munir pun diturunkan dan dijaga oleh otoritas bandara.
Sebelum dimakamkan, jenazah Munir diautopsi terlebih dahulu.
Institut Forensik Belanda (NFI) yang melakukan autopsi kepada aktivis HAM itu menemukan adanya racun jenis arsenik di dalam tubuhnya.
Racun itulah yang membuat pria asal Malang itu meninggal dunia.
Setelah dilakukan autopsi, jenazah Munir pun dikembalikan ke Indonesia dan dimakamkan di Batu, Malang pada 12 September 2004.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)
Baca lengkap soal Munir di sini