Vladimir Lenin

Vladimir Lenin merupakan pendiri Partai Komunis sekaligus Kepala Negara Uni Soviet.


zoom-inlihat foto
Vladimir-Lenin-2.jpg
Dok. Britannica
Vladimir Lenin

Vladimir Lenin merupakan pendiri Partai Komunis sekaligus Kepala Negara Uni Soviet.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vladimir Lenin merupakan pendiri Partai Komunis sekaligus Kepala Negara Uni Soviet.

Lenin lahir di Simbirsk pada 22 April 1870.

Nama aslinya ialah Vladimir Ilich Ulyanov, tetapi ketika kecil ia biasa dipanggil dengan nama Volodya.

Sejak kecil ia dikenal sebagai murid yang pandai serta disiplin di Simbirsk Classical Gimnazia.

Diusia 15 tahun ia harus kehilangan ayahnya yang meninggal karena pendarahan pada otaknya.

Duka itu bertambah ketika kakaknya, Alexander, ikut dalam gerakan untuk menentang Tsar Alexander III.

Kakaknya ingin membunuh Tsar Alexander III menggunakan bom.

Akan tetapi, pergerakan itu telah diketahui dan dia dihukum mati dengan cara digantung pada 1886.

Meski sangat terpukul karena kematian ayah serta kakaknya, Lenin tetap melanjutkan pendidikan dan lulus sebagai juara sekolah, serta melanjutkan ke Universitas Kazan. (1) (2)

Vladimir Lenin
Vladimir Lenin (britannica.com)

Baca: Joseph Stalin


Ketika menjadi mahasiswa, Lenin bergabung dalam Zemlyachestvo.

Pada 1887 Lenin ikut dalam demonstrasi melawan pemerintah yang melarang adanya kegiatan mahasiswa.

Polisi menangkap dan menuduh Lenin sengaja memprovokasi.

Imbasnya, dia dikeluarkan dari universitas dan Kementerian Dalam Negeri memilih membuangnya ke kediaman keluarganya di kawasan Kokushkino.

Di tempat pembuangan itu Lenin menjadi lebih radikal.

Terlebih setelah ia membaca buku What Is To Be Done karangan Nikolai Chernyshevsky yang membuatnya sangat memuja revolusi politik.

Selain itu dirinya juga membaca buku-buku karya Karl Marx yang pemikiran-pemikiran Marx pun tertanam di dalam jiwa nya.

Kemudian ia pun mendeklarasikan dirinya sebagai Marxist.

Walaupun ia tidak diizinkan untuk kembali ke kampusnya, ia pun tetap menyelesaikan pendidikannya di bidang hukum. (1)

Stalin (kanan) dengan Lenin (kiri) di Gorky pada September 1922.
Stalin (kanan) dengan Lenin (kiri) di Gorky pada September 1922. (wikipedia)

Baca: Musso

  • Revolusi 1905


Pada 1903 ia mengeluarkan gagasannya untuk membuat pemerintahan yang baru.

Seruan Lenin mendapat pengaruh ketika Rusia tengah berperang melawan Jepang pada 1904, dan Rusia mengalami kekalahan melalui Perjanjian Portsmouth.

Terlebih kala itu Rusia mengalami kemorosotan dalam keuangan negaranya.

Hal ini yang kemudian memunculkan rasa ketidakpuasan rakyat terhadap penguasa.

Baca: D N Aidit

Kondisi itu semakin panas ketika sekelompok pekerja yang tidak memiliki senjata mengajukan petisi langsung kepada Tsar Nicholas II pada 9 Januari 1905.

Mereka kemudian dibunuh oleh tentara pemerintah. Total ada 200 orang yang meninggal kala itu.

Peristiwa tersebut berpuncak pada Revolusi 1905 ketika Lenin menyerukan agar kalangan proletar bergabung bersama petani menggulingkan rezim Tsar dan membentuk pemerintahan ideal.

Merespons krisis itu, Tsar Nicholas II kemudian menerbitkan Manifesto Oktober yang menawarkan sejumlah konsesi politik, di antaranya pembentukan dewan legislatif bernama Duma.

Baca: Amir Sjarifuddin

Namun, Lenin belum puas. Ia frustrasi setelah Julius Martov membentuk pergerakan Mensheviks, kebalikan dari Bolshevik yang dipimpin oleh Lenin.

Pertikaian itu berlanjut hinga konferensi partai di Prague, Ceko, pada 1912, ketika Lenin memutuskan untuk berpisah dan mendirikan sebuah entitas baru.

Saat Perang Dunia I pecah, Lenin kembali mengasingkan diri ke Swiss.

Di sana, ia menulis dan mempublikasikan karya seperti Imperialism, The Highest Stage of Capitalism.

Meski saat itu dalam Perang Dunia I Rusia itu menang, hal itu tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap Rusia. (1)

Arsitek Revolusi Bolshevik dan Pemimpin pertama Uni Soviet, Vladimir Lenin.
Arsitek Revolusi Bolshevik dan Pemimpin pertama Uni Soviet, Vladimir Lenin. (Britannica)

Baca: Marco Kartodikromo


Tsar Nicholas yang saat itu takut dirinya digulingkan secara paksa memilih untuk melepas jabatannya.

Duma segera mengambil alih negara dengan membentuk Pemerintahan Sementara dan menghapus sistem monarki Kekaisaran Rusia menjadi Republik Rusia.

Lenin yang mendengarnya ikut bersorak dan memutuskan pulang setelah merasa kekuasannya bakal semakin dekat.

Sampai di Petrograd (nama baru St. Petersburg), dia mengecam pemerintahan itu karena diisi oleh politisi borjuis liberal.

Lenin yang menginginkan Rusia ini berubah menjadi Soviet pun memimpin tentara, buruh, dan petani.

Baca: Njoto

Kemudian pada Oktober 1917, terjadi sebuah revolusi yang kemudian dikenal sebagai Revolusi Bolshevik yang kemudian berujung kepada konflik sipil.

Dalam pertempuran itu Lenin bersama pengikutnya dikenal dengan Pasukan Merah, sedangkan lawannya adalah Pasukan Putih yang berisi mantan jenderal di zaman Tsar Rusia.

Untuk melawannya, Lenin bekerjasama dengan Sekutu Perang Dunia I dan juga para pengikutnya yang berasal dari buruh dan tani.

Pada 1923 konflik itu berakhir dengan kemenangan Pasukan Merah sekaligus pengukuhan Uni Soviet.

Setelah menang, Lenin pun naik menjadi Kepala Pemerintahan Uni Soviet dengan ideologi negara berupa komunis. (1)

Baca: Mayjen R Suprapto

  • Meninggal Dunia


Lenin mengalami penyakit stroke selama tiga kali sebelum akhirnya meninggal dunia.

Stroke pertama ia alami pada Mei 1922 dan saat itu dia mengalami koma.

Kemudian stroke kedua ia alami pada Desember 1922.

Setelah itu kesehatan dirinya pun terus menurun dan pada Maret 1923 ia kembali mengalami stroke yang ketiga kalinya.

Stroke ketiga ini membuatnya tidak bisa berbicara dan menderita kelumpuhan parsial pada tubuh bagian kanan.

Meski begitu ia masih tetap bertahan, bahkan pada bulan Oktobernya ia masih bisa mengunjungi Kremlin.

Akan tetapi pada, 21 Januari 1924 Lenin kembali mengalami koma dan meninggal pada usia 53 tahun.

Jenazahnya kemudian diberi balsem dan diawetkan di dalam Mausoleum Lenin yang berada di Lapangan Merah Moskwa. (1)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

 


Nama Vladimir Lenin
Pendidikan Universitas Kazan
Riwayat Karir Kepala pemerintahan Unisoviet
Lahir Simbirsk pada 22 April 1870
Meninggal Usia 53 tahun


Sumber :


1. internasional.kompas.com
2. internasional.kontan.co.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved