Monumen Pembebasan Irian Barat

Monumen Pembebasan Irian Barat merupakan sebuah monumen yang didirikan untuk mengenang para pejuang Trikora dan masyarakat Irian Barat yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia.


zoom-inlihat foto
Monumen-Pembebasan-Irian-Barat.jpg
tribunnews.com
Monumen Pembebasan Irian Barat merupakan sebuah monumen yang didirikan untuk mengenang para pejuang Trikora dan masyarakat Irian Barat yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Monumen Pembebasan Irian Barat merupakan sebuah monumen yang didirikan untuk mengenang para pejuang Trikora dan masyarakat Irian Barat yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Monumen Pembebasan Irian Barat merupakan sebuah monumen yang didirikan untuk mengenang para pejuang Trikora dan masyarakat Irian Barat yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Berada di tengah-tengah Lapangan Banteng, monumen ini memiliki tinggi mencapai 35 meter.

Bentuk monumen berupa patung yang terbuat dari perunggu, yang dibuat oleh Team Pematung Keluarga Area Yogyakarta dibawah pimpinan Edhi Sunarso.

Sementara arsitektur monumen ini sendiri dirancang oleh Friedrich Silaban.

Monumen Pembebasan Irian Barat diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1963.

Kemudian pada tahun 2017,  Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta merevitalisasi Lapangan Banteng selama urang lebih satu tahun.

Tujuan proyek ini untuk menonjolkan Monumen Pembebasan Irian Barat yang sebelumnya tertutup pepohonan.

Peresmian ini kemudian dilakukan oleh gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan pada tanggal 25 Juli 2018. (1)

Taman di Lapangan banteng tutup untuk sementara di Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum.
Taman di Lapangan banteng tutup untuk sementara di Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Baca: Lapangan Banteng

Baca: Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) 1969

  • Sejarah


Pembangunan monumen ini bertujuan untuk memperingati kembalinya Irian Barat ke dalam wilayah Indonesia pada 1962, yang sebelumnya diklaim oleh Belanda.

Irian Barat, yang kala itu dinamai Nederlands-Nieuw Guinea, telah menjadi wilayah jajahan Belanda sejak tahun 1828.

Meskipun Indonesia telah merdeka pada tahun 1945, Belanda baru mengakui kedaulatannya pada tahun 1949.

Namun, dalam pengakuan kedaulatan tersebut, Belanda belum juga melepaskan Irian Barat.

Presiden Soekarno terus mengupayakan agar Irian Barat kembali ke pangkuan Indonesia.

Hingga akhirnya ia mengamanatkan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961, yang berisi bahwa Irian Barat harus direbut.

Konfrontasi militer Indonesia melawan Belanda pun berlangsung.

Pasukan Indonesia yang disebut Satuan Komando Mandala di bawah pimpinan Soeharto berhasil memperjuangkannya, sehingga bendera Merah Putih berkibar di Irian Barat pada 31 Desember 1962.

Kemudian dibuatlah monumen untuk mengenang peristiwa tersebut yang diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1963 oleh Presiden Soekarno.

Perawatan monumen saat ini dilakukan oleh Dinas Pertamanan DKI Jakarta. (1)

Baca: Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat)

Baca: Bendera Indonesia

  • Bentuk & Makna


Monumen Pembebasan Irian Barat ini berupa patung dengan tubuh kekar, mimiknya berteriak, kedua tangannya direntangkan, dan telapak tangannya dibuka lebar-lebar.

Pada pergelangan kaki dan tangannya, terpasang sebuah borgol yang telah terlepas, sedangkan rantainya dibiarkan menguntai ke mana-mana.

Monumen yang berada di Lapangan benteng ini dibangun untuk mengenang para pejuang Tri Komando Rakyat (Trikora), yakni nama operasi yang dikumandangkan Presiden Soekarno di Yogyakarta, untuk membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Belanda.

Perancang patung megah ini ialah Edhi Sunarso yang membuatnya dalam kurun waktu 12 bulan.

Patung yang memiliki bobot delapan ton ini terbuat dari perunggu yang semula divisualiasi dalam bentuk sketsa oleh Henk Ngantung.

Dalam visuasliasi berbentuk sketsa tersebut, mengilustrasikan seseorang yang telah bebas dari jerat penjajahan.

Maka patung ini diterjemahkan dengan adanya rantai borgol pada kaki. (2)

Baca: Organisasi Papua Merdeka (OPM)

Baca: Monumen Nani Wartabone

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Monumen Pembebasan Irian Barat
Sejarah Trikora (Tri Komando Rakyat)
Arsitek Friedrich Silaban
Pemahat Edhi Sunarso
Peresmian 17 Agustus 1963
Revitalisasi 25 Juli 2018
Pengelola Dinas Pertamanan DKI Jakarta
Lokasi Sawah Besar, Jakarta, Indonesia








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved