Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gaslighting adalah salah satu bentuk penyiksaan secara psikologi yang terjadi dalam hubungan interpersonal, di mana penyiksa melemahkan rasa percaya diri korban.
Hubungan interpersonal dapat berupa hubungan profesional, seperti hubungan dengan rekan kerja di kantor, atau hubungan personal seperti hubungan romantis, pertemanan, kekerabatan, dan sebagainya.
Dua pihak yang terlibat dalam hubungan interpersonal itu disebut gaslighter dan gaslightee.
Gaslighter merupakan pelaku tindakan gaslighting, sedangkan gaslightee merupakan korban dari tindakan gaslighting tersebut.
Pada umumnya, gaslighter mempunyai kekuatan lebih tinggi dibandingkan dengan gaslightee sebagai korban.
Pelaku penyiksaan atau gaslighter akan membuat korban mempertanyakan ingatan, sudut pandang, atau kewarasan mereka.
Taktik yang biasa dilakukan pelaku untuk menggoyahkan kondisi psikologis dan melemahkan rasa percaya diri korban, yakni menggunakan penyangkalan yang berulang-ulang, kebohongan, manipulasi, dan kontradiksi. (1)
Baca: Halusinasi
Baca: Depresi
Gaslightee #
Walaupun beberapa psikolog beranggapan bahwa gaslighting lebih sering dialami pada orang-orang dengan harga diri yang rendah atau orang yang sangat empati, namun mereka juga percaya bahwa bentuk manipulasi ini dapat dialami pada siapa saja.
Mereka yang mempunyai kepercayaan diri yang kuat dan mudah membangun batasan mungkin akan lebih jarang mengalami gaslighting.
Sementara mereka yang mudah merasa kasihan dengan dirinya sendiri akan lebih berisiko mengalami perilaku tidak menyenangkan tersebut. (2)
Baca: Delusi (Gangguan Mental)
Gaslighter #
Siapa pun bisa menjadi pelaku gaslighting, mulai dari keluarga, teman, pasangan, atasan, public figure, hingga orang asing di media sosial.
Tetapi, pelaku yang melakukan gaslighting kemungkinan memiliki kelainan psikologis yang disebut gangguan kepribadian narsistik.
Seseorang yang mempunyai gangguan kepribadian narsistik merasa bahwa dirinya adalah yang paling penting.
Mereka cenderung tidak mempedulikan orang lain, kecuali orang tersebut dapat bermanfaat bagi diri mereka.
Gaslighter biasanya juga pandai berbohong, dengan bersikap manipulatif yang membuat diri mereka seolah-olah tidak bersalah.
Justru mungkin si korban yang akan merasa bersalah lantaran telah berpikiran buruk mengenai si pelaku.
Padahal, hal itu sebenarnya merupakan taktik pelaku untuk membuat korbannya merasa tidak yakin dengan penilaiannya sendiri. (2)
Baca: Gangguan Kepribadian Narsistik
Baca: Gangguan Kecemasan Sosial
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)
| Nama | Gaslighting |
|---|
| Kategori | Psikologis |
|---|
| Pihak | Gasligter (pelaku), Gasligtee (korban) |
|---|
| Bantuan Pengobatan | Psikiater, psikolog, terapis |
|---|