Kondisi Pengungsi Afghanistan di Jakarta, Terlunta-lunta dan Tidur Beralas Kardus di Tepi Jalan

Mereka ingin melanjutkan hidup secara normal, mendapatkan pekerjaan hingga mendapatkan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan


zoom-inlihat foto
Pencari-suaka-dari-Afganistan-Sudan-dan-Somalia.jpg
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Pencari suaka dari Afganistan, Sudan dan Somalia beraktivitas di Trotoar Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019). Para pencari suaka tersebut menetap di trotoar untuk menuntut kepastian perlindungan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejumlah pengungsi yang berasal dari Afghanistan menggelar aksi demo di depan kantor Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Jakarta, Selasa (24/8/2021).

Para pengungsi yang sudah lama bertahan di Indonesia tersebut menuntut UNHCR untuk segera menempatkan mereka secara permanen di negara ketiga.

Mereka ingin melanjutkan hidup secara normal, mendapatkan pekerjaan hingga mendapatkan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan.

Dikutip dari Kompas.com, Indonesia adalah salah satu negara yang menampung pencari suaka untuk sementara.

Meski demikian, Indonesia tidak menjamin penempatan mereka secara permanen.

Para pengungsi juga tidak diizinkan bekerja di Indonesia.

Baca: Taliban Berkuasa, Semua Pekerja Wanita Afghanistan Dilarang Keluar Rumah

Baca: Nasib Fans K-Pop di Afghanistan Sejak Dikuasai Taliban, Ketakutan dan Terpaksa Bakar Album BTS

Hingga akhir Desember 2020 lalu, Indonesia menampung 13.745 pengungsi dari 50 negara.

Lebih dari separuhnya berasal dari Afghanistan, yang kemudian tinggal di kamp pengungsian.

Sebagian dari mereka juga mencari rumah sewa sendiri berbekal uang jatah bulanan dari UNHCR sebesar Rp 1,6 juta.

Bahkan, tidak sedikit pula dari pengungsi tersebut yang hidup luntang-lantung di jalanan.

Pencari suaka dari Afganistan, Sudan dan Somalia beraktivitas
Pencari suaka dari Afganistan, Sudan dan Somalia beraktivitas di Trotoar Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019). Para pencari suaka tersebut menetap di trotoar untuk menuntut kepastian perlindungan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Para pengungsi di depan Rumah Detensi Imigrasi, Kalideres, Jakarta Barat menggunakan terpal dan kardus untuk alas tidur.

Sementara yang lainnya tampak menggelar tikar di depan kantor UNHCR di Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat.

Di sisi lain, ketidakpastian hidup yang dialami para pencari suaka bisa jadi akan berlangsung lama.

Sebab, dalam setahun, kurang dari 1 persen pengungsi di seluruh dunia yang diterima oleh negara ketiga, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Berdasarkan catatan Communication Associate UNHCR Indonesia Dwi Anisa Prafitria, jumlah kuota untuk penempatan pengungsi di negara penerima menurun secara drastis.

"Sebagai informasi, sekarang ini ada sekitar 20 juta pengungsi di seluruh dunia yang di bawah mandat UNHCR, namun setiap tahunnya kurang dari 1 persen pengungsi di seluruh dunia diterima oleh negara ketiga dan berangkat ke negara tujuan," kata Anisa saat dihubungi, Rabu (25/8/2021).

Meski demikian, ia memastikan bahwa UNHCR akan terus berupaya agar bisa mengirimkan para pengungsi yang terdampar di Indonesia ke negara ketiga.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR AFGHANISTAN DI SINI











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved