Baliho Pilpres Bertebaran, Ganjar Pranowo: Saya Tidak Sempat Memikirkan Itu

Ganjar merasa tak pantas membicarakan isu Pilpres 2024 ketika masyarakat saat ini lebih membutuhkan perhatian pada penanganan pandemi Covid-19.


zoom-inlihat foto
Ganjar-Pranowo-saat-menyambangi-kantor-Tribun-Network-Jakarta-Pusat.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menyambangi kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Maraknya baliho partai politik yang bertebaran sering dikaitkan dengan pemilihan presiden atau Pilpres 2024.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo enggan menanggapi lebih jauh terkait hal itu.

Bahkan Ganjar mengaku belum kepikiran untuk melakukan hal yang sama.

Orang nomor 1 di Jawa Tengah itu kini memilih fokus pada penanganan pandemi covid-19.

Sebab itulah yang diamanatkan Presiden Jokowi dan juga Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri kepadanya.

Baca: Baliho Puan Maharani Dikritik, Uangnya Lebih Baik untuk Bantu Rakyat, PDIP: Bansos Sudah Setiap Hari

Baca: Klarifikasi PDI-P soal Puluhan Baliho di Jalanan: Spontanitas, Tak Berkaitan dengan Pilpres

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpose usai wawancara khusus dengan Tribun Network di kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpose usai wawancara khusus dengan Tribun Network di kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

 “Tugas saya itu hanya satu sekarang, saya diperintahkan oleh Presiden dan ketua umum saya untuk mengurusi covid-19.

Wes aku rak kober mikir kui (saya tidak sempat memikirkan itu). Wes saiki aku mikir covid sek pie carane itu segera beres,” kata Ganjar Pranowo ketika ditemui awak media di sela-sela kegiatannya menyalurkan bantuan dari dompet duafa dan perusahaan kesehatan, Kamis (12/8/2021).

Ganjar mengaku senang, saat ini kurva covid-19 di Jawa Tengah mulai melandai.

Selain itu ia juga turut bahagia pusat perbelanjaan mulai dibuka sehingga masyarakat bisa kembali berdagang.

Ganjar merasa tak pantas membicarakan isu Pilpres 2024 ketika masyarakat saat ini lebih membutuhkan perhatian pada penanganan pandemi Covid-19.

Baca: Ganjar Pranowo

Baca: Terkuak, Hasil Tes Kejiwaan Pelaku Wafer Silet Ternyata Normal Tapi Mengidap Gangguan Kepribadian

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

“Dan sekarang sudah melandai. Dah melihat mall, orang berdagang, saya lihat laku jualannya.

Wes aku wes mulai seneng. Kayaknya rak pantes ngomong liane,” tuturnya seperti dikutip dari KompasTV.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk terus mentaati protokol kesehatan.

Ia juga akan mengupayakan menggenjot vaksinasi.

Diketahui, banyak wajah-wajah kader politik yang memasang baliho atau reklame di pinggir jalan.

Satu di antaranya ialah elite PDI-Perjuangan yang saat ini menjabat Ketua DPR Puan Maharani dengan baliho bertuliskan "Kepak Sayap Kebhinekaan."

Baca: Megawati Soekarnoputri Mengaku Tak Lagi Punya Niat Untuk Jadi Presiden

Baca: Puan Maharani Digugat MAKI dan LP3HI, DPR RI Akan Siapkan Tim

Baliho Puan Maharani
Baliho Puan Maharani "Kepak Sayap Kebhinekaan" di sekitar Pura Mangkunegaran, Solo. (TribunSolo.com/Muhammad Irfan Al Amin)

Lalu Ketua Umum Partai Golkar yang kini menjabat sebagai Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baliho Airlangga Hartarto maju sebagai Capres 2024 bertebaran di Jalan Protokol DKI Jakarta.

Dikutip dari KompasTV pada Rabu (11/8/2021), Pakar Komunikasi Politik Leli Arianie mengatakan, pemasangan baliho tokoh politik menjadi persoalan karena situasi yang dihadapi saat ini berbeda karena pandemi.

Leli menyebut, wajah di balik baliho adalah tokoh-tokoh yang sudah dikenal sehingga tidak perlu promosi.

Ia menilai, memasang baliho di tengah pandemi adalah startegi politik yang salah.

(Tribunnewswiki.com/Saradita)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved