TRIBUNNEWSWIKI.COM - Maraknya pemasangan baliho Puan Maharani membuat Pakar Komunikasi Politik, Leli Arianie, memberi kritikan dan masukan.
Dalam wawancara bersama KompasTV, Leli mengatakan bahwa pejabat pemerintahan seharusnya bisa bersabar dan menahan diri.
Ia mengatakan, banyak cara yang lebih efektif dari pada memasang baliho.
Misalnya memberikan sembako pada masyarakat dengan menyertakan wajah tokoh politik.
Menanggapi hal itu, politisi PDI-P Arteria Dahlan memberikan penjelasan.
Menurutnya, partainya sudah konsisten memberikan bantuan.
Pemberian bansos adalah program sosial yang pasti akan diberikan.
Sebelum adanya baliho, bansos terus diberikan untuk masyarakat sebagai program berkelanjutan.
Menurutnya, baliho tersebut tak perlu dikaitkan dengan pemberian bansos.
"Tak usah dikait-kaitkan, tanpa Mba Puan pasang baliho, bansosnya PDI-P sudah berjalan. Jadi kita perlu klarifikasi, bagusan balihonya dibuat bagi-bagi sembako, lha wong sudah bagi-bagi sembako tiap hari," ucapnya melalui sambungan telepon pada Rabu (11/8/2021).
Baca: Puan Maharani Nakshatra Kusyala
Lebih lanjut, politisi PDI-P itu memberikan penjelasan mengenai baliho yang ramai terpasang di pinggir jalan itu.
Dirinya mengaku Puan Maharani tahu kritikan pedas yang dilayangkan untuk dirinya.
Bukannya tersinggung, Arteria menyebut Puan justru senang.
Pasalnya hal itu berarti masyarakat memberikan perhatian dan peduli dengan apa yang dilakukan oleh PDI-P.
Menurutnya, pemasangan baliho tersebut adalah murni spontanitas.
"Pemasangan baliho itu spontanitas dan itu nggak ada kaitannya sama pilpres,"
Arteria kemudian menjelaskan bahwa strategi untuk pilpres 2024 masihlah jauh.
Saat ditanya mengenai motivasi apa yang melatarbelakangi PDI-P memasang baliho yang massive itu, Arteri menyinggung soal tim kemenangan.
"Bagaimana kita bisa membangun pasukan, tim kemenangan, ternyata baliho sangat efektif. Kita membuat sejarah baru,"
Hal itu pun berkaitan dengan pencapaian Puan Maharani sebagai seorang perempuan yang menjadi pemimpin Ketua DPR RI.