Said Nursi

Said Nursi adalah seorang cendekiawan yang dikenal sebagai tokoh pembaharu Islam dari Turki.


zoom-inlihat foto
Said-Nursi.jpg
ilkha.com
Said Nursi

Said Nursi adalah seorang cendekiawan yang dikenal sebagai tokoh pembaharu Islam dari Turki.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Said Nursi adalah seorang ulama sufi, cendekiawan muslim dan mutakallim dari Turki dengan pemikiran modern dan moderat. (1)

Said Nursi terkenal karena kecerdasannya dan daya ingatnya yang disebut Maqamat al- Hariri, dia hanya membaca satu halaman sekali, menghafalnya lalu mengulanginya dalam hati.

Akhirnya di diberi gelar Bediuzzaman atau Badi’ul Zaman yang artinya “keajaiban zaman” oleh gurunya Syeikh Fathullah Effendi.

Said Nursi percaya bahwa sains dan logika modern adalah jalan masa depan, lalu menganjurkan untuk ilmu-ilmu tersebut diajarkan di sekolah sekuler dan ilmu modern di sekolah agama.

Baca: Muhammad al-Qunawi

  • Kehidupan Pribadi


Said Nursi lahir pada tahun 1293 H (1877 M) di desa Nurs daerah Bitlis, Anatolia Timur, sebelahs elatan Danau Van, Turki.

Baca: Aldaier Makatindu

Keluarganya adalah suku asli Kurdi, ayahnya bernama Mirza dan merupakan seorang sufi dari ordo Naqsyabandi serta ibunya bernama Nuriye yang berasal dari Bilkan.

Said Nursi memulai pendidikannya di rumah dan mempelajari dasar-dasar keislaman dari ibunya yang menginspirasinya untuk menekuni persoalan-persoalan keislaman

Said Nursi mempunyai 6 saudara yang bernama Durriyah Hanim, Alimah Hanim, Abdullah, Said Muhammad, Abdul Majid, dan Marjan.

Keluarga Said Nursi sangat memperhatikan pendidikan terutama pendidikan agama dan sangat menjunjung tinggi syariat Islam sebagai landasan yang kuat.(2)

Baca: Kiai Haji Noer Ali

  • Pendidikan


Abdullah, abang Said Nursi, kemudian memotivasinya untuk memasuki sekolah di desanya ketika Nursi berusia 9 tahun.

Diberkati ingatan kuat dan otak yang tajam, dia berhasil menghafal Alquran tanpa harus bersusah-payah.

Setelah meraih gelar diploma dalam ilmu-ilmu keislaman pada usia 14, Said Nursi mempertimbangkan untuk meninggalkan pendidikan formal.

Baca: Masjid Kairouan

Setelah itu, dia mengaku bermimpi bertemu Nabi Muhammad, yang mendorongnya untuk kembali melanjutkan studi.

Said Nursi menguasai ilmu-ilmu keislaman tradisional di bawah bimbingan para ulama terkemuka, seperti Syekh Mehmed Celali dan Syekh Mehmed Emin Efendi.

Setelah lulus sebagai sarjana Islam, Said Nursi pindah ke dekat Siirt, di sanalah seorang ulama terkemuka bernama Syekh Fetullah Efendi menjulukinya 'Bediuzzaman' (keajaiban zaman), karena keluasan ilmu dan pengetahuannya.

Setelah menguasai ilmu-ilmu keislaman tradisional, Said Nursi mengejar pendidikan lanjutan dalam bidang filsafat, mistisisme, sejarah, matematika, dan fisika.

Pendekatan terhadap ilmu pengetahuan modern membuka cakrawala intelektualnya atas bahaya pemikiran sekuler Barat.

Hal ihwal itu mendorong Said Nursi untuk tidak hanya menentang pembagian sistem pendidikan Turki, tetapi juga mengimbau para pemimpin politik dan religius Turki untuk mereformasi kurikulum pendidikan agama.

Baca: Sukarni Kartodiwirjo

Dengan begitu, sebuah generasi ulama baru dapat dididik untuk menghadapi berbagai tantangan yang dimunculkan oleh filsafat dan ideologi Barat.

Said Nursi ikut serta dalam perang melawan Rusia di garis depan Kaukasia, lalu tertangkap oleh pasukan Rusia,

Said Nursi menghabiskan waktu selama dua tahun sebagai tawanan perang di Rusia, pada 1918, Said Nursi berhasil meloloskan diri dan kembali ke Istanbul lewat Wina.

Di pinggiran kota Istanbul, dia berziarah ke makam Abu Ayub al-Anshari, salah seorang sahabat Rasulullah.

Pengasingan spiritual di dekat makam Abu Ayub mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

Said Nursi kemudian melakukan sebuah studi mendetail atas Alquran, Futuh al-Ghaib (Menyingkap Alam Gaib) karya Syekh Abdul Qadir al-Jilani, dan Maktubat (Surat-surat) karangan Imam Rabbani Syekh Ahmad Sirhindi.

Baca: Khadijah binti Khuwailid

Sesudah itu, Alquran menjadi sumber utama bimbingan dan pencerahan spiritual baginya.(2)

  • Menolak Sekulerisme


Pada 1923, Mustafa Kemal “Attaturk” (Bapak Turki) mengundang Said Nursi ke ibu kota Republik Turki, Ankara, untuk secara resmi mengakui kontribusinya dalam perang kemerdekaan.

Tetapi, setiba di Ankara, Said Nursi merasa kaget dan masygul dengan kesurutan budaya yang mencengkeram ibu kota itu pada masa kekuasaan Attaturk.

Baca: Ibnu Al-Nafis

Menurut Said Nursi, kebijakan westernisasi Mustafa Kemal tak sesuai dengan sejarah, budaya, etika, dan akidah rakyat Turki.

Para ulama sufi menentang reformasi ala Mustafa Kemal itu dan ia merespons para penentangnya.

Said Nursi menjadi terlibat dalam konflik ini, walaupun dia tidak berperan langsung dalam pemberontakan para ulama sufi. Meski begitu, lantaran pemerintah mencurigai semua ulama sufi, Said Nursi terpaksa melarikan diri ke Anatolia Barat, di sana dia tinggal dalam pengasingan selama dua puluh lima tahun.

Dalam masa pengasingan, Said Nursi menulis Risala-I Nur (Risalah Cahaya), sebuah ulasan monumental mengenai Alquran yang berisi enam ribu halaman lebih.

Dalam kitab itu, Said Nursi memberikan penjelasan sistematis perihal akidah dan konsep fundamental Islam dengan cara yang logis, rasional, dan ilmiah.

Baca: Haji Wada

Seiring mulai digemarinya ide-ide sekuler Barat di Turki, dia merasa pendekatan ilmiah terhadap wahyu sangat dibutuhkan.

Bila Mustafa Kemal dan para penerusnya sangat bersemangat mendukung pemikiran sekuler dengan selubung modernisme dan kemajuan, Said Nursi bertekad membuktikan bahwa Alquran adalah matahari yang tak pernah mati.(2)

(TribunnewsWiki.com/Mirta)



Info Pribadi Said Nursi
Pendidikan Studi Ilmu Keislaman
Riwayat Karir Cendekiawan, Ulama
Berita Terkini Tokoh Pembaharu Islam
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved