Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan presiden keenam Republik Indonesia. SBY menjabat selama dua periode masa pemerintahan atau selama 10 tahun.


Susilo Bambang Yudhoyono
Kompas.com
Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono 

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan presiden keenam Republik Indonesia. SBY menjabat selama dua periode masa pemerintahan atau selama 10 tahun.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jenderal TNI (HOR.) (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan presiden keenam Republik Indonesia.

SBY menjabat selama dua periode masa pemerintahan atau selama 10 tahun.

SBY merupakan presiden pertama Indonesia yang dipilih melalui jalur pemilu sejak era reformasi bergulir.

Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ani Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ani Yudhoyono (Instagram Annisa Pohan)

Bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, SBY terpilih dalam Pemilu Presiden 2004.

SBY kemudian berhasil melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua dengan kembali memenangkan Pemilu Presiden 2009, kali ini bersama Wakil Presiden Boediono. (1)

  • Kehidupan Awal


Pendidikan SR adalah pijakan masa depan paling menentukan dalam diri SBY.

Ketika duduk di bangku kelas lima, SBY untuk pertamakali kenal dan akrab dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah.

Di kemudian hari AMN berubah nama menjadi Akabri.

SBY masuk SMP Negeri Pacitan, terletak di selatan alun-alun.

Ini adalah sekolah idola bagi anak-anak Kota Pacitan.

Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968.

Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri.

Susilo Bambang Yudhono dan Ani Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhono dan Ani Yudhoyono (Instagram Annisa Pohan)

Maka SBY pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).

Namun kemudian, SBY justru memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur.

Sewaktu belajar di PGSLP Malang itu, SBY mempersiapkan diri untuk masuk Akabri. (1)

  • Karier Militer


Tahun 1970, akhirnya ia masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung.

Di Magelang ketika sedang menjalani pendidikan Akabri, ia bertemu dengan jodohnya Ani Yuhoyono yang kala itu merupakan anak dari Gubernur AKABRI, Sarwo Edhie Wibowo seperti yang disebutkan dalam Buku Biografi Ani Yudhoyono ‘Kepak Sayap Putri Prajurit‘ yang tulis oleh Alberthiene Endah.

Dalam biografi Susilo Bambang Yudhoyono diketahui bahwa SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto.

Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol karena tubuhnya yang tegap dan tinggi.

Selama pendidikan AKABRI, Susilo Bambang yudhoyono meraih predikat lulusan terbaik AKABRI pada tahun 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya. Setelah lulus AKABRI, SBY kemudian melamar Ani Yudhoyono.

Setelah menikah, SBY melanjutkan pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983).

Kemudian Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991).

Gelar MA diperoleh dari Webster University AS.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono saat menghadiri perayaan Kemerdekaan RI ke-69 di Istana Presiden, Jakarta, 17 Agustus 2014.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono saat menghadiri perayaan Kemerdekaan RI ke-69 di Istana Presiden, Jakarta, 17 Agustus 2014. (kompas.com)

Perjalanan karier militernya, dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.

Batalyon Linud 330 merupakan salah satu dari tiga batalyon di Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang memiliki nama harum dalam berbagai operasi militer.

Ketiga batalyon itu ialah Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Batalyon Infantri Lintas Udara 328/Dirgahayu, dan Batalyon Infantri Lintas Udara 305/Tengkorak.

Kefasihan berbahasa Inggris, membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975.

Kemudian sekembali ke tanah air, SBY memangku jabatan Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977.

SBY pun memimpin Pleton ini bertempur di Timor Timur.

Sepulang dari Timor Timur, SBY menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977).

Setelah itu, SBY ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982).

Ketika bertugas di Mabes TNI-AD, itu SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat.

Dari tahun 1982 hingga 1983, SBY mengikuti Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 sekaligus praktek kerja-On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983.

Kemudian mengikuti Jungle Warfare School, Panama, 1983 dan Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984, serta Kursus Komando Batalyon, 1985.

Pada saat bersamaan SBY menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)

Lalu SBY dipercaya menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai lulusan terbaik Seskoad 1989.

SBY pun sempat menjadi Dosen Seskoad (1989-1992), dan ditempatkan di Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan tugas antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat.

Lalu ketika Edi Sudradjat menjabat Panglima ABRI, SBY ditarik ke Mabes ABRI untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat (1993).

Lalu, SBY kembali bertugas di satuan tempur, diangkat menjadi Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad (1993-1994) bersama dengan Letkol Riyamizard Ryacudu.

Kemudian menjabat Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995).

Tak lama kemudian, SBY dipercaya bertugas ke Bosnia Herzegovina untuk menjadi perwira PBB (1995).

SBY menjabat sebagai Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas negara Yugoslavia berdasarkan kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina.

Setelah kembali dari Bosnia, SBY diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya (1996).

Kemudian menjabat Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999). (1)

  • Karier Politik


Sementara, langkah karir politiknya dimulai tanggal 27 Januari 2000, saat memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Tak lama kemudian, SBY pun terpaksa meninggalkan posisinya sebagai Mentamben karena Gus Dur memintanya menjabat Menkopolsoskam.

Pada tanggal 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong.

Tetapi pada 11 Maret 2004, SBY memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam.

Langkah pengunduran diri ini membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik.

Yang kemudian mengantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional setelah mendirikan partai Demokrat pada tahun 2001.

Dan akhirnya, pada pemilu Presiden langsung putaran kedua 20 September 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih kepercayaan mayoritas rakyat Indonesia dengan perolehan suara di atas 60 persen.

Dan pada tanggal 20 Oktober 2004 SBY dilantik menjadi Presiden RI ke-6.

Kemudian setelah akhir jabatannya pada tahun 2009, ia kemudian mengumumkan akan maju lagi sebagai calon presiden dengan yang didampingi oleh Boediono sebagai Cawapres yang diusung oleh partai Demokrat.

Setelah pemilihan umum pada tahun 2009, SBY kemudian terpilih untuk kedua kalinya sebagai presiden dengan masa jabatan 2009 hingga 2014 bersama Boediono sebagai wakil presiden. (1)

  • Kehidupan Pribadi


Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa SBY ini lahir di Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949.

Istrinya bernama Kristiani Herawati atau dikenal dengan nama Ani Yudhoyono.

Ia merupakan putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah.

Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan Satu.

Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas.

Dari pernikahannya dengan Ani Yudhoyono, SBY dikaruniai dua orang putra yakni Agus Harimurti Yudhoyono, lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara Magelang yang mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY di dalam militer.

Agus Harimurti juga lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa.

Kemudian putra kedua yaitu Edhie Baskoro Yudhoyono yang merupakan lulusan Nanyang Technological University di bidang Ekonomi dan bekecimpung di dunia politik. (1)

Keluarga Susilo Bambang Yudhoyono
Keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (Instagram Annisa Pohan)

  • Riwayat Pendidikan
    • Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
    • American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
    • Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
    • Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
    • On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
    • Jungle Warfare School, Panama, 1983
    • Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984
    • Kursus Komando Batalyon, 1985
    • Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
    • Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas, AS
    • Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS


  • Riwayat Karier
    • Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
    • Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
    • Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
    • Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
    • Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
    • Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
    • Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
    • Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
    • Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
    • Dosen Seskoad (1989-1992)
    • Korspri Pangab (1993)
    • Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
    • Asops Kodam Jaya (1994-1995)
    • Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
    • Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
    • Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
    • Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
    • Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
    • Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
    • Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
    • Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid)
    • Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004
    • Penugasan : Operasi Timor Timur 1979-1980 dan 1986-1988
    • Presiden Republik Indonesia Dua periode 2004-2014


  • Penghargaan
    • Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
    • Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973
    • Satya Lencana Seroja, 1976
    • Honorour Graduated IOAC, USA, 1983
    • Satya Lencana Dwija Sista, 1985
    • Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
    • Dosen Terbaik Seskoad, 1989
    • Satya Lencana Santi Dharma, 1996
    • Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
    • Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
    • Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
    • Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
    • Wing Penerbang TNI-AU, 1998
    • Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
    • Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
    • Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
    • Bintang Dharma, 1999
    • Bintang Maha Putera Utama, 1999
    • Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
    • Bintang Asia (Star of Asia) dari BusinessWeek, 2005
    • Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama dari Sultan Brunei
    • Doktor Honoris Causa dari Universitas Keio, 2006.


  • Musik


Susilo Bambang Yudhoyono juga dikenal sebagai seorang musisi.

Pada masa mudanya ia pernah menjadi anggota grup musik Gaya Teruna.

Pada tahun 2000-an, ia kembali menekuni dunia musik dengan menulis tiga album pop.

Tahun 2007, ia merilis album musik pertamanya yang berjudul Rinduku Padamu.

Album ini adalah kumpulan lagu cinta dan religius.

Album yang berisi 10 lagu ini melibatkan beberapa penyanyi papan atas Indonesia.

Tahun 2009, bersama Yockie Suryoprayogo, Yudhoyono merilis album Evolusi.

Tahun 2010, ia merilis album ketiga berjudul Ku Yakin Sampai Di Sana. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Info Pribadi
Nama Lengkap Susilo Bambang Yudhoyono
Tempat Lahir Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur
Tanggal Lahir 9 September 1949
Istri Kristiani Herrawati
Anak Agus Harimurti Yudhoyono dan Eshie Baskoro Yudhoyono
Orangtua Soekotjo dan Siti Habibah
Profesi TNI, politikus
Partai Politik Partai Demokrat
Almamater Akademi Militer (1973)
US Army Command & General Staff College Webster University
Institut Pertanian Bogor
Presiden Indonesia ke-6
Masa Jabatan 20 Oktober 2004 – 20 Oktober 2014
Wakil Jusuf Kalla (2004–2009)
Boediono (2009–2014)


Sumber :


1. www.biografiku.com
2. www.huffpost.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved