Mohammad Amir

Mohammad Amir merupakan seorang politikus dan menjabat sebagai menteri di Indonesia yang lahir pada 27 Januari 1900 di Nagari Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat.


zoom-inlihat foto
Mohammad-Amir-Muhammad-Amir.jpg
Wikipedia
Mohammad Amir merupakan seorang politikus dan menjabat sebagai menteri di Indonesia yang lahir pada 27 Januari 1900 di Nagari Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat.

Mohammad Amir merupakan seorang politikus dan menjabat sebagai menteri di Indonesia yang lahir pada 27 Januari 1900 di Nagari Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mohammad Amir merupakan seorang politikus dan menjabat sebagai menteri di Indonesia yang lahir pada 27 Januari 1900 di Nagari Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat.

Talawi sendiri merupakan sebuah perkampungan di pinggir sungai Ombilin yang berdekatan dengan kota pertambangan batubara Sawahlunto di Sumatera Barat.

Ia merupakan putra dari pasangan M. Joenoes Soetan Malako dan Siti Alamah.

Pada 1928, Amir menikah dengan C.M. (Lien) Fournier setelah menuntaskan pendidikannya di Universitas Utrecht, Belanda.

Selain Amir, kedua sepupunya, yakni Muhammad Yamin dan Djamaludin Adinegoro juga merupakan tokoh pergerakan Indonesia.

Mohammad Amir menjabat sebagi menteri negara pada Kabinet Presidensial pada tahun 1945.

Rapat PPKI pada 18 Agustus 1945 yang salah satu hasilnya adalah menetapkan UUD 1945 serta memilih presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.
Rapat PPKI pada 18 Agustus 1945 yang salah satu hasilnya adalah menetapkan UUD 1945 serta memilih presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. (Kompas.com/Osman Ralliby/Dokumentasi Historica, Penerbit Bulan-Bintang, Djakarta)

Selain itu, ia juga menjadi Wakil Gubernur Sumatera mendampingi Teuku Muhammad Hasan pada Desember 1945.

Mohammad Amir menutup usia pada tanggal 20 Desember 1949 di Amsterdam, Belanda.

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Muhammad Yamin

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Pahlawan Nasional: Teuku Muhammad Hasan

  • Pendidikan


Di Palembang, Amir menempuh pendidikan sekolah dasar di Hollandsch Inlandsche School (HIS).

Namun, belum sempat lulus, Amir pindah ke Batavia kemudian meneruskan pendidikan dasarnya di Europeesche Lagere School (ELS), lalu menamatkan sekolahnya pada tahun 1914.

Ia kemudian meneruskan studinya ke jenjang pendidikan menengah tingkat pertama di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), dan lulus pada tahun 1918.

Amir kemudian melanjutkan pendidikannya menengah tingkat atas di School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA).

Pada 8 Desember 1917, beberapa siswa di STOVIA yang berasal dari Sumatra Timur, termasuk Amir dan Tengkoe Mansoer bersama sejumlah siswa lainnya mendirikan sebuah perhimpunan pemuda yang berasal dari pulau Sumatra, yang diberi nama Jong Sumatranen-Bond (JSB).

Pendirian perhimpunan ini berkaca dari Jong Java, yaitu suatu perhimpunan pemuda yang berasal dari Jawa yang telah didirikan dua tahun lebih dulu.

Pada tanggal 8 Februari 1920, Amir ditunjuk sebagai Ketua perhimpunan menggantikan Tengkoe Mansoer, yang telah lulus ujian STOVIA.

Setelah lulus dari STOVIA pada tahun 1924, Amir berkesempatan untuk meneruskan pendiidkannya di Belanda dengan beasiswa dari perkumpulan Theosophie.

Dari tahun 1924  hingga 1928, Amir belajar dalam bidang psikiatri (ilmu penyakit jiwa) di Fakultas Kedokteran, Universitas Utrecht, di Utrecht, Belanda.

Tahun 1925, ia dipilih sebagai Komisaris Pengurus Indonesische Vereeniging di Belanda, yang sejak 11 Januari 1925 diganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia, di bawah Soekiman Wirjosandjojo sebagai Ketua.

Pada tahun 1928, ia berhasil lulus untuk studinya di Fakultas Kodokteran, Universitas Utrecht.

Baca: STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen)

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: K.H. Abdul Wahid Hasyim

  • Perjalanan Karier


Pada tahun 1934, Amir berpindah ke Medan sebagai dokter pemerintah.

Selain berprofesi sebagai psikiater, ia juga merupakan seorang pengarang dan budayawan yang terkemuka.

Amir memperoleh bimbingan menulis dari Landjoenan gelar Datoek Temenggung, penerbit majalah bulanan Suluh Pelajar, Cahaya Hindia, dan harian Neraca.

Ia pernah menulis berbagai karangan dalam bahasa Belanda, diantaranya tentang karya sastra Belanda rangkaian Mathilde ciptaan Jacques Perk dan tentang Multatuli sebagai pemikir etika dan pejuang politik.

Amir juga sering terlibat dalam penulisan artikel di majalah Pujangga Baru.

Di tahun 1940, kumpulan tulisan Amir diterbitkan di Medan dengan judul Bunga Rampai.

Pada 14 Agustus 1945, Mohammad Amir bersama Teuku Mohammad Hasan, menghadiri sidang PPKI guna mewakili rakyat Sumatra dalam sidang persiapan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Pada 17 Agustus 1945, Amir ikut menyaksikan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama rakyat Indonesia.

Keesokan harinya, yakni tanggal 18 Agustus, Amir menghadiri sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Pada masa pembentukan kabinet Presidensial, Amir terpilih menjadi menteri negara bersama dengan Wahid Hasjim, R.M Sartono, A. A. Maramis, dan Otto Iskandardinata.

Pada bulan Desember 1945, ia diangkat menjadi wakil gubernur Sumatra mendampingi Teuku Moh. Hasan yang telah terlebih dahulu diangkat menjadi gubernur.

Adanya pemberontakan sosial yang terjadi di Sumatra Timur berdampak buruk bagi Amir dan keluarganya.

Karena peristiwa tersebut, Amir dipindahkan dari Medan ke Sabang yang kemudian diterbangkan ke Utrecht, tempat ia belajar semasa muda.

Akibat tindakannya itu, Mohammad Amir dituduh sebagai pengkhianat bangsa.

Baca: Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

Baca: Alexander Andries Maramis

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Mohammad Amir
Kelahiran Sawahlunto, Sumatra Barat, 27 Januari 1900
Meninggal Amsterdam, Belanda, 20 Desember 1949
Pendidikan Universitas Utrecht, Belanda (Fakultas Kedokteran)
Jabatan Menteri Negara (1945), Wakil Gubernur Sumatera (1945-1946)








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kasus Kabur Karantina Naik ke

    Selebgram Rachel Vennya sudah diperiksa di Direktorat Kriminal
  • Evos Luminaire

    Evos Luminaire merupakan pemain profesional Mobile Legends
  • DevilDust

    DevilDust merupakan pemain profesional PUBG Mobile berkebangsaan Indonesia
  • Serial Dokumenter - House of

    "House of Secrets: The Burari Deaths" merupakan sebuah
  • Pelanggan Indomaret Bisa Lapor Polisi

    PT Indomarco Prismatama selaku pengelola gerai Indomaret membenarkan
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved