17 AGUSTUS - Seri Pahlawan Nasional: Teuku Muhammad Hasan

Teuku Muhammad Hasan merupakan Gubernur Sumatra pertama yang dikemudian hari diberi gelar Pahlawan Nasional


zoom-inlihat foto
17-agustus-seri-pahlawan-nasional-teuku-muhammad-hasan.jpg
pahlawancenter.com
17 Agustus - Seri Pahlawan Nasional: Teuku Muhammad Hasan

Teuku Muhammad Hasan merupakan Gubernur Sumatra pertama yang dikemudian hari diberi gelar Pahlawan Nasional




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Teuku Muhammad Hasan lahir di Sigli, Aceh, pada 4 April 1906.

Ayahnya merupakan Teuku Bintara Pineung Ibrahim, seroang bangsawan yang memimpin suatu daerah di Aceh.

Sementara itu ibunya bernama Tjut Manyak

Teuku Muhammad Hasan menempuh pendidikan dasarnya di Sekolah Rakyat, pada 1914-1917.

Kemudian ia melanjutkna sekolahnya di Europeesche Lagere School, sekolah berbahasa belanda.

Selanjutnya Teuku Muhammad Hasan menganyam pendidikan di Koningen Wilhelmina School di Batavia, lalu Masuk sekolah tinggi hukum, Rechtschoogeschool. (1)

17 Agustus - Seri Pahlawan Nasional: Teuku Muhammad Hasan
17 Agustus - Seri Pahlawan Nasional: Teuku Muhammad Hasan (pahlawancenter.com)

  • Perjuangan #


Teuku Muhammad Hasan memutuskan untuk bersekolah di Leiden University, Belanda di usianya yang ke-25.

Selama masa pendidikan di Belanda, Teuku Muhammad Hasan tidak hanya fokus pendidikan.

Ia juga bergabung dengan Perhimpunan Indonesia, sebuah wadah yang dipelopori oleh Muhammad Hatta, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul Madjid Djojoningrat.

Selama menjadi aktivis, Teuku Muhammad Hasan mengadakan kegiatan baik di Leiden ataupun kota lain di Belanda.

Studi tersebut berhasil diselesaikan dan meraih gelar Meester in de Rechten pada 1933.

Sewaktu kembali ke Indonesia, Teuku Muhammad Hasan sempat diperiksa di Pelabuhan Ulee Lhueue, Kutaraja.

Buku-buku yang ia bawa disita untuk diperiksa karena dicurigai berpaham pergerakan yang dapat membahayakan pemerintah Hindia Belanda.

Selama di Kutaraja, Teuku Muhammad Hasan aktif di bidang agama dan pendidikan.

Kala itu ia bergabung dengan Muhammadiyah.

Teuku Muhammad Hasan bertindak sebagai konsul, di bawah pimpinan RO Armadinata.

Pada masa tersebut, Muhammadiyah berhasil melebarkan sayapnya.

Muhammadiyah mendirikan Aisyiyah, Hizbul Wathan, dan sebuah lembaga pendidikan setingkat sekolah dasar.

Selain itu, cabang-cabang Muhammadiyah juga banyak berdiri di Aceh.

Pada tahun 1942, terdapat delapan cabang Muhammadiyah di Aceh.

Dalam bidang pendidikan, Teuku Muhammad Hasan mempelopori berdirinya Atjehsche Studiefonds (Dana pelajar Aceh).

Organisasi tersebut bertujuan untuk membantu anak Aceh yang tidak mampu bersekolah.

Selain itu, Teuku Muhammad Hasan merupakan komisaris Perkumpulan Usaha Sama Akan Kemajuan Anak (PUSAKA).

Organisasi tersebut bertujuan untuk mendirikan sekolah berbahasa Belanda seperti HIS.

Teuku Muhammad Hasan juga berperan dalam pendirian cabang Taman Siswa di Kutaraja.

Cabang-cabang tersebut antara lain Taman Anak, Taman Muda, Taman Antara, dan Taman Dewasa.

Berbekal pengalaman di bidang pendidikan, Teuku Muhammad Hasan pindah ke Batavia untuk bekerja sebagai Afdeling b, Departemen Van Onderwijsen Eiredeienst (Departemen Pendidikan).

Selain itu, Teuku Muhammad Hasan pernah menjadi pegawai di kantor Voor Bestuurshervarming Buintengewesten.

Pada 1938, Teuku Muhammad Hasan pindah ke Medan dan bekerja di Kantor Gubernur Sumatra hingga 1942.

Pada masa pendudukan Jepang, bekerja sebagai ketua Koperasi Ladang Pegawai Negeri di Medan.

Ketika Jepang akan pergi dari Aceh 1945, Teuku Muhammad Hasan bergabung dengan tokoh nasionalis di Jakarta.

Kemudian, Teuku Muhammad Hasan dipilih oleh Soekarno sebagai anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. (2)

  • Setelah Kemerdekaan #


Setelah kemerdekaan Indonesia, Teuku Muhammad Hasan diangkat sebagai Gubernur Sumatra yang pertama, dengan ibu kota di Medan.

Ketika Yogyakarta berhasil diduduki Belanda pada Desember 1948, tokoh pemimpin di Sumatra mengadakan pertemuan.

Mereka berkumpul di Halaban pada 22 Desember 1948

Rapat tersebut dihadiri Mr Syafruddin Prawiranegara, Mr Teuku Muhammad Hasan, Mr Sutan Mohammad Rasjid, Kolonel Hidayat, Mr Lukman Hakim, Ir Indracahya, Ir Mananti Sitompul, Maryono Danubroto, Direktur BNI Mr A Karim, Rusli Rahim dan Mr Latif.

Dalam rapat tersebut diputuskan pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.

Berikut adalah susunannya.

  • Mr Syafruddin Prawiranegara, Ketua PDRI/Menteri Pertahanan/ Menteri Penerangan/Menteri Luar Negeri
  • Mr Teuku Muhammad Hasan, Wakil Ketua PDRI/Menteri Dalam Negeri/Menteri PPK/Menteri Agama
  • Mr Sutan Mohammad Rasjid, Menteri Keamanan/Menteri Sosial, Pembangunan, Pemuda
  • Mr Lukman Hakim, Menteri Keuangan/Menteri Kehakiman
  • Ir M Sitompul, Menteri Pekerjaan Umum/Menteri Kesehatan
  • Ir Indracaya, Menteri Perhubungan/Menteri Kemakmuran (2)

  • Wafat #


Teuku Muhammad Hasan wafat pada 21 September 1997. (2)

Atas jasa-jasanya Pemerintah RI menganugerahi Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 085/TK/Tahun 2006 tanggal 3 November 2006. (3)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Teuku Muhammad Hasan
Lahir Aceh, 4 April 1906
Dikenal Sebagai PAHLAWAN NASIONAL
Gubernur Sumatra
Wafat 21 September 1997


Sumber :


1. daerah.sindonews.com
2. id.wikipedia.org
3. pahlawancenter.com


Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved