TRIBUNNEWSWIKI.COM – Keluarga almarhum Akidi Tio mengatakan sumbangan Rp 2 Triliun belum selesai dikirim karena harus melalui sejumlah prosedur.
Diketahui dana hibah tersebut diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Polda Sumsel guna mengatasi covid-19 di daerah tersebut.
Dokter keluarga akidi Tio, Hardi Dermawan menjelaskan, sumbangan Rp 2 triliun awalnya akan diberikan melalui cek.
Namun belum terlaksana lantaran nominal sumbangan yang terlalu besar sehingga membutuhkan pengawasan dari otoritas jasa keuangan (OJK).
Ia menerangkan, awalnya menyarankan keluarga Akidi Tio untuk memberikan berupa alat medis.
Baca: Tak hanya Sumbang Rp2 Triliun, Keluarga Akidi Tio Sering Berikan Bantuan kepada yang Membutuhkan
Baca: Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel
Tetapi karena alasan kesibukan, keluarga Akidi Tio memberikan bantuan berupa uang.
“Karena jumlahnya besar maka harus di cek. Kan tidak mudah itu, ada aturan OJK segala macam, lalu tujuannya apa. Administrasinya itu harus jelas,” kata Herdi Dermawan dikutip dari KompasTV, Jumat (30/7/2021).
Kapolda Sumsel belum bersedia dimintai keterangan terkait dana hibah 2 triliun dari keluarga besar Akidi Tio.
Sementara itu menantu akidi Tio yang tinggal di Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang Sumatera Selatan mengatakan bahwa uang tersebut merupakan tabungan mertuanya semasa hidup.
Akidi Tio meninggal pada 2009 lalu.
Baca: Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda: Mendengarnya Saja Kaget
Baca: Kapan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2021? Begini Cara Mengeceknya
Kala itu ia sempat berpesan kepada anak dan mantunya untuk menyalurkan dana yang ia kumpulkan ketika dalam keadaan sulit.
Dana itu pun diharapkan bisa membantu warga yang membutuhkan.
"Jadi uang itu sebetulnya bukan kami yang kumpulkan.
Uang itu Bapak kumpulkan sendiri dan minta kami salurkan saat kondisi sulit, agar membantu warga, sehingga wasiat tersebut kami jalankan," kata Rudi saat berada di kediamannya, Rabu (28/7/2021).
Penyaluran dana Rp 2 triliun untuk Palembang sendiri, menurut Rudi, adalah permintaan dari Akidi.
Meskipun berasal dari Aceh, pengusaha sukses yang bergerak di bidang kontraktor dan perkebunan sawit itu telah lama menetap di Kota Palembang, sehingga memiliki keterikatan emosional yang kuat.
Baca: Ketahuan Beri Infus Kedaluwarsa, RSUD Kotapinang Masih Bungkam Meski Sudah Dipanggil Dinkes
Baca: RS di Sumut Ketahuan Beri Infus Kedaluwarsa Lewat 2 Bulan, Terbongkar karena Keluhan Pasien
"Wasiat itu memang lama belum kami berikan, karena menunggu momen yang dikehendaki oleh Bapak.
Bapak berpesan agar uang ini dikeluarkan ketika kondisi benar-benar sulit untuk membantu warga. Kebetulan sekarang dalam masa pandemi, sehingga kami keluarkan," ujar Rudi.
Menueur Rusdi, keluarga besar almarhum Akidi Tio tidak ingin terlalu terekspos media.
Sebab mereka memberikan bantuan itu secara ikhlas.
Mereka berharap bantuan yang menjadi wasiat Akidi dapat tersalurkan dengan baik.
"Biarlah ini menjadi kebaikan Pak Akidi, kami tidak minta syarat apapun. Seluruhnya diserahkan ke pihak terkait untuk mengelola dana itu," kata dia.
(Tribunnewswiki.com/Saradita, Kompastv)