Imbas Kasus Oknum TNI AU Injak Kepala Pemuda di Papua, Danlanud dan Dansatpom Merauke Dicopot

Hadi menyebut, pencopotan ini akibat dari peran kedua komandan yang dinilai tak mampu membina anggotanya.


zoom-inlihat foto
Viral-video-dua-personel-TNI-AU-menginjak-kepala-seorang-warga-Merauke-Papua.jpg
istimewa
Viral video dua personel TNI AU menginjak kepala seorang warga Merauke, Papua.


Kejadian kekerasan tersebut langsung mengundang atensi publik.

Komandan Pangkalan Udara Yohanes Abraham Dimara, Merauke, Kolonel Penerbangan Herdy Arief Bidiyanto memohon maaf kepada keluarga sang pemuda dan juga kepada masyarakat.

"Saya selaku Komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke memohon maaf sedalam-dalamnya atas kejadian yang terjadi di Jalan Raya Mandala pada 26 Juni 2021," ujarnya dikutip dari tayangan KompasTV.

Baca: Profil Wakil KSAD Baru Mayjen Bakti Agus Fadjari, Pernah Terjun ke Operasi Timor Timur

Baca: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Oknum TNI AU, Serda D dan Prada V, yang melakukan penganiayaan terhadap warga Merauke, Steven, pada Senin (26/7/2021).
Oknum TNI AU, Serda D dan Prada V, yang melakukan penganiayaan terhadap warga Merauke, Steven, pada Senin (26/7/2021). (Dok. Humas Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke via YouTube Tribunnews.com)

Kedua anggota TNI AU tersebut kini ditetapkan tersangka karena melakukan tindakan berlebihan saat mengamankan seorang warga yang terlibat cekcok dengan penjual bubur ayam di jalan raya Mandala-Muli, Merauke pada Senin (26/7/2021) lalu.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan proses hukum terhadap kedua oknum TNI AU tersebut telah memasuki tahap penyidikan.

Mereka ditahan sementara selama 20 hari ke depan.

Indan berharap semua pihak menunggu proses hukum yang sedang berjalan sesuai aturan hukum di lingkungan TNI untuk menetapkan sanksi hukuman yang dapat dijatuhkan kepada kedua tersangka.

"Saat ini masih proses penyidikan terhadap kedua tersangka, tim penyidik akan menyelesaikan BAP dan nantinya akan dilimpahkan ke Oditur Militer untuk proses hukum selanjutnya," kata Indan pada Rabu (28/7/2021).

(Tribunnewswiki.com/Saradita)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved