Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan merupakan salah satu kebun binatang tertua yang ada di Indonesia.


zoom-inlihat foto
Taman-Margasatwa-dan-Budaya-Kinantan-7.jpg
id.wikipedia.org
Gerbang Utama Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan merupakan salah satu kebun binatang tertua yang ada di Indonesia.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan merupakan salah satu kebun binatang tertua yang ada di Indonesia.

Prakarsa pendiriannya dimulai pada sekitar tahun 1900 atas ide seorang Controleur pemerintah Hindia Belanda yang bertugas di Fort de Kock (Bukittinggi) bernama Gravenzanden.

Sang Controleur terkesan dengan keindahan panorama di sebuah bukit bernama Bukit Malambuang atau dikenal dengan nama Cubadak Bungkuak yang tepat berada di seberang Bukit Jirek, tempat di mana Benteng Fort de Kock berdiri.

Dari atas bukit ini, pengunjung dapat mengamati bentangan alam di sekelilingnya yang bergelombang.

Mulai dari pemandangan Gunung Singgalang, Gunung Sago, Gunung Marapi hingga Ngarai Sianok tersaji di sekitar bukit ini.

Keindahan panorama inilah yang membuat pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun tempat ini sebagai wahana rekreasi orang-orang Belanda yang menetap di kota ini.

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Bukittinggi, Sumatera Barat
Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Bukittinggi, Sumatera Barat (indonesiakaya.com)

Baca: Taman Nasional Lorentz

Sesuai namanya, kawasan ini berfungsi sebagai sebuah wahana yang tepat untuk menggali wawasan budaya.

Di sini berdiri sebuah bangunan rumah adat Minangkabau yang disebut Rumah Adat Baanjuang.

Rumah adat yang didirikan sekitar tahun 1935 ini kemudian difungsikan sebagai sebuah museum yang mengangkat kebudayaan tradisional masyarakat Minangkabau.

Di dalam rumah beratap gonjong gajah maharam ini, dipajang aneka koleksi peninggalan budaya dan sejarah.

Di antaranya, pakaian, perhiasan dan alat-alat kesenian khas Minang.

Selain museum budaya, kompleks ini juga dilengkapi Museum Zoologi, akuarium ikan hias, dan panggung pertunjukan seni bernama "Medan Nan Bapaneh". (1)

Koleksi satwa yang ada di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Bukittinggi, Sumatera Barat
Koleksi satwa yang ada di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Bukittinggi, Sumatera Barat (indonesiakaya.com)

Baca: Taman Kardus Bandung

  • Sejarah


Awalnya, tempat ini hanya dibangun sebagai sebuah taman bunga.

Tetapi mulai tahun 1929, fungsinya dikembangkan menjadi sebuah kebun binatang, dengan nama resmi Kebun Binatang Bukittinggi atau dalam bahasa Belanda Fort de Kocksche Dieren Park.

Pada tahun 1933, dilakukan pertukaran koleksi antara kebun binatang ini dengan kebun binatang Surabaya (Soerabaiasche Planten-en Dierentuin).

Melalui pertukaran ini, Kebun Binatang Bukittinggi memperoleh sejumlah koleksi spesies fauna Indonesia Timur sedangkan Kebun Binatang Surabaya memperoleh koleksi spesies fauna asli Sumatera sebanyak 150 ekor.

Kebun binatang ini sempat mengalami masa sulit saat pendudukan Jepang.

Tentara Jepang tidak menganggap penting keberadaan kawasan ini sehingga sebagian besar hewan tidak terawat dengan baik, bahkan mati terlantar.

Sejumlah fasilitas pun sempat dialih fungsikan untuk memenuhi kebutuhan militer tentara Jepang.

Kondisi berangsur membaik seiring era kemerdekaan Republik Indonesia, di mana lokasi ini menjadi Taman Puti Bungsu dan kemudian berubah menjadi Taman Marga Satwa Kinantan pada tahun 1995. (2)

Di kebun binatang ini juga berdiri sebuah bangunan rumah adat Minangkabau yang disebut Rumah Adat Baanjuang
Di kebun binatang ini juga berdiri sebuah bangunan rumah adat Minangkabau yang disebut Rumah Adat Baanjuang (indonesiakaya.com)

Baca: Taman Kelinci Malang

  • Daya Tarik


1. Kebun binatang

Di kawasan ini terdapat berbagai satwa yang bisa dilihat oleh para wisatawan ketika berkunjung ke sini.

2. Rumah Adat Baanjuang/Rumah Gadang

Spot wisata lainnya adalah spot yang mengandung nilai budaya, yaitu Rumah Adat Minangkabau yang diberi nama “Baanjuang” atau “Rumah Gadang”.

Bangunan ini merupakan bangunan tradisional yang ada di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Ada juga yang menyebut bangunan tradisional ini dengan nama “Rumah Bagonjong”.

Rumah Adat mempunyai ketentuan tersendiri, baik konsep bangunan maupun secara fungsi.

Inilah yang menjadi pembeda dengan rumah-rumah biasa.

Di dalam Rumah Adat Baanjuang di area wisata Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan terdapat banyak koleksi barang yang mengandung nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Dan yang luar biasa adalah terdapat perhiasan serta alat kesenian khas Minang di dalam Rumah Bagonjong tersebut.

3. Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh adalah sebuah jembatan eksotis yang menghubungkan dua objek wisata legendaris, yaitu Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort De Kock. (3)

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Bukittinggi, Sumatera Barat
Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Bukittinggi, Sumatera Barat (indonesiakaya.com)

Baca: Taman Dewari

  • Jam Operasional dan Harga Tiket


Jam operasional

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan buka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WIB.

Harga tiket

Tiket masuk ke kawasan ini yakni Rp10.000 setiap orangnya. (4)

Orang utan menjadi salah satu koleksi yang dimiliki Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Sumatera Barat
Orang utan menjadi salah satu koleksi yang dimiliki Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Sumatera Barat (indonesiakaya.com)

Baca: Taman Nasional Taka Bonerate

 

  • Lokasi


Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan berada di Jalan Cindua Mato Kelurahan Benteng Pasar Atas, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Provinsi Provinsi Sumatera Barat. (5)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan
Lokasi Jalan Cindua Mato Kelurahan Benteng Pasar Atas, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Provinsi Provinsi Sumatera Barat.
Jam Operasional Buka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WIB
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved