Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Setelah munculnya varian Covid-19 baru bermama Delta, masyarakat kembali dikejutkan dengan varian baru yang muncul di Indonesia.
Varian baru tersebut bernama virus corona varian Kappa atau B.1617.1 yang ditemukan dalam kasus infeksi Covid-19 di DKI Jakarta.
Varian Kappa pertama kali ditemukan di negara India.
Sebelum varian Kappa, terdapat pula varian Delta, Alpha, dan Beta.
Varian Alpha, Delta, dan Kappa telah memicu rekor infeksi di beberapa bagian Eropa dan anak benua.
Baca: Covid-19 Varian Delta
Perbedaan #
Varian Kappa dan Delta memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Berikut perbedaan antara kedua varian tersebut:
1. Varian Delta
Virus corona varian Delta merupakan jenis varian yang sangat mudah menular.
Varian Delta tengah dalam perjalanan untuk menjadi varian yang dominan secara global karena peningkatan penularannya.
Tidak hanya itu, varian Delta juga merupakan 90 persen kasus Covid-19 di Rusia dan telah memecahkan rekor kasus harian tertinggi sejak awal pandemi.
Gejala umum varian Delta meliputi, demam, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.
2. Varian Kappa
Varian Covid-19 Kappa pertama kali ditemukan di India dan kasus infeksinya telah sampai di Indonesia.
Beberapa bulan yang lalu, para peneliti mulai memperhatikan ada strain mutan yang tengah berkembang di India.
Baca: Covid-19 Varian Alpha
Mereka menyebutnya sebagai mutan ganda, namun memang mungkin ada belasan mutasi yang menyebabkan varian baru.
Varian ini dikhawatirkan juga memiliki kemampuan penularan yang mudah dan cepat serta memiliki potensi mematikan.
Meski demikian, belum ada cukup bukti bagi WHO untuk meningkatkan kategori varian Kappa menjadi varian yang mengkhawatirkan.
Gejala #
Beberapa gejala yang timbul jika terinfeksi Covid-19 varian Kappa:
- Ruam di sekujur tubuh disertai demam tinggi
- Batuk
- Pilek
- Mata merah dan berair (1)
Pengobatan #
Dilansir dari beberapa studi, vaksin AstraZeneca mampu memberikan perlindungan terhadap varian Kappa.
Tak hanya itu, vaksin jenis itu pun dinilai ampuh untuk mengatasi varian Delta.
Dalam studi itu juga menyelidiki kemampuan antibodi monoklonal dalam serum dari orang yang sudah pulih dan serum dari orang yang divaksinasi untuk menetralkan virus corona yang telah bermutasi tersebut.
Studi tersebut juga menyebutkan jika netralisasi terhadap varian Delta dan Kappa sebanding dengan yang terjadi pada varian Alpha dan Gamma.
Hal ini memberikan indikasi awal jika tingkat perlindungan yang sama dapat dicapai untuk mencegah penyebaran penyakit COVID-19 untuk beberapa mutasi.
Lantaran hal itu, sangat penting untuk melakuka vaksin untuk mencegah penyebaran virus corona, terutama varian Kappa dan Delta. (2)
Fakta #
1. Varian yang tidak menjadi perhatian versi WHO
Meskipun sama seperti seperti varian B.1.617.2, varian Kappa tidak terdaftar sebagai variants of concern atau varian yang menjadi perhatian versi Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
WHO justru menggolongkan varian Kappa sebagai variants of interest atau varian yang menarik.
Namun, varian Kappa terdeteksi mampu menular dengan sangat cepat dan berpotensi mematikan.
2. Berasal dari strain yang sama dengan varian Delta
Varian Kappa pertama kali didokumentasikan pada Oktober 2020 di India, sama seperti varian Delta. Kedua varian ini juga berasal dari strain yang sama yaitu B.1.617.
Berdasarkan studi awal modelling WHO ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), varian Kappa diduga bisa berkembang lebih cepat dari varian virus corona lain yang ada di India.
3. Resisten terhadap antibodi Bamlanivimab
Varian Delta dan Kappa terbukti resisten terhadap antibodi Bamlanivimab (pengobatan darurat Covid-19), serta pada varian Kappa 'berkurangnya kerentanan terhadap antibodi netralisasi'.
4. Varian Kappa lebih cepat menyebar
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat bahwa varian baru ini harus diwaspadai karena penyebarannya yang cepat.
Tidak hanya menular dengan sangat cepat, varian ini juga berpotensi mematikan.
Hasil penelusuran Dinkes DKI melalui survelians genomic atau pelacakan varian baru Covid-19, serta menggunakan metode whole genome sequencing (WGS).
Sebanyak 128 kasus varian baru ditemukan di Jakarta, yaitu 111 varian Delta, 11 varian Alpha, 5 varian Beta dan 1 varian Kappa.
5. Varian bar teridentifikasi pada anak-anak
Dari 29 varian baru yang terdeteksi sebelumnya juga teridentifikasi pada segmen anak-anak.
Sehingga penting untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Sejumlah varian baru Covid-19 ini terdeteksi pada usia 0-5 tahun, 6-18 tahun sebanyak 26 kasus, 19-59 tahun sebanyak 71 kasus dan usia 60 tahun keatas sebanyak dua kasus. (3)
(TribunnewsWiki.com/Puan)
Baca lengkap soal varian COVID-19 lainnya di sini
| Nama | Varian Kappa |
|---|
| Gejala | Ruam, batu, & pilek |
|---|
Sumber :
1. www.kompas.com
2. www.halodoc.com
3. www.kompas.com