TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sedih dengan kondisi Indonesia.
Menurutnya, ia mengerti apa yang sedang dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Luhut pun mengatakan telah mendengarkan banyak epidemiolog atau guru besar ilmu kedokteran di sejumlah kampus, karena merasa itu bukan bidangnya.
Tidak hanya itu, Luhut pun mendengar bagaimana jeritan pedagang-pedagang kaki lima, pedagang warung, dan sebagainya.
"Ayah saya kan sopir bus Sibualbuali (di Sumatera Utara), jadi saya tahu juga. Saya bukan anaknya orang kaya. Bapak saya itu sopir."
"Jadi saya katakan saya bisa merasakan itu semua, tapi kan ada namanya dalam bahasa militer kemampuan dan batas kemampuan."
"Saya lihat ada juga batas kemampuan itu kita bisa berbuat, yaitu alam ini, yaitu yang namanya Tuhan itu. Adanya Tuhan itu. Kalau semua bisa kita selesaikan, ya tidak ada dong Tuhan itu," kata Luhut.
Luhut mengungkapkan usianya yang sudah tidak muda lagi membuatnya terkadang terkenang dengan pengalamannya di dunia militer.
Kenangan pahit kehilangan prajurit yang dipimpinnya dalam hitungan hari membuatnya merasa punya tanggung jawab moral atas pasien Covid-19 yang telah wafat.
Dalam penanganan pandemi Covid-19 pada masa PPKM darurat ini, Luhut pun mengaku kerap sedih atas pandangan-pandangan yang menggampangkan penanganan Covid-19, khususnya varian Delta yang lebih mudah menyebar dan lebih mematikan.
Baca: Ungkap Alasannya Minta Maaf soal PPKM, Luhut: Saya Punya Tanggung Jawab, Tidak Gampang
Baca: PPKM Darurat Belum Optimal, Luhut Binsar Pandjaitan Minta Maaf, Janji Akan Kerja Keras
"Sekarang ini kalau saya lihat orang terlalu menggampangkan mengkritik, itu saya sedih saja. Kamu tidak tahu betapa sulitnya mengatasi keadaan ini."
Melihat cuplikan tayangan warga yang berkerumun meski menggunakan masker, ia pun mencoba menerka betapa sederhana masyarakat Indonesia dalam berpikir.
Luhut menerka, mungkin masyarakat berpikir yang penting sudah pakai masker, tanpa berpikir lebih jauh betapa berbahayanya Covid-19 varian Delta.
Luhut mengaku sudah berusaha keras menangani lonjakan kasus Covid-19 yang sedang melanda Indonesia saat ini.
Ia pun menceritakan bagaimana para stafnya yang masih muda di kantornya, memutar otak siang malam dengan hati, untuk mengubah situasi menjadi lebih baik.
Minta maaf
Sebelumnya, Luhut meminta maaf soal pelaksanaan PPKM darurat Jawa-Bali.
Dia meminta maaf kepada masyarakat karena masih banyak kekurangan dalam bekerja.
"Dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa-Bali ini masih belum optimal," ujar Luhut.
Permintaan maaf itu disampaikannya dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (17/7/2021).