Viral Narasi Ambulans Kosong Sengaja Dibunyikan, BPBD: Tidak Tipu-tipu, Bukan Sinetron

Viral narasi ambulans kosong sengaja dibunyikan untuk takuti warga, BPBD Samarinda buat klarifikasi video yang memperlihatkan antrian jenazah covid-19


zoom-inlihat foto
KOMPASCOMIRWAN-NUGRAHAaff.jpg
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Belasan ambulans konvoi menjemput puluhan warga terpapar Covid-19 dari klaster senam Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (11/3/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah narasi yang mengatakan adanya ambulans sengaja berkeliling untuk menakuti warga viral di media sosial.

Narasi tersebut menyebarkan bahwa ambulans tersebut kosong namun sirine sengaja dibunyikan.

Hal tersebut pun banyak membuat warga geram dan menyalahkan pemerintah dalam PPKM Darurat yang sedang dilaksanakan ini.

Kemudian, muncul video baru yang memperlihatkan ambulans tak ada yang dibuat untuk menakut-nakuti warga.

Dari video tersebut, seseorang memperlihatkan sebuah peti jenazah dalam ambulans.

"Siapa yang bilang kosong, mana, yang bilang kosong,"

Sosok tersebut tampak memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.

Suasana di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka area pemakaman untuk jenazah Covid-19 di TPU Srengseng Sawah karena TPU khusus Covid-19 sebelumnya di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, dan Tegal Alur, Jakarta Barat, telah penuh.
Suasana di Taman Pemakaman Umum (TPU) Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (15/1/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka area pemakaman untuk jenazah Covid-19 di TPU Srengseng Sawah karena TPU khusus Covid-19 sebelumnya di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, dan Tegal Alur, Jakarta Barat, telah penuh. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Ia diketahui merupakan petugas pemakaman jenazah Covid-19.

Petugas pemakaman membuat video tersebut sebagai jawaban atas tudingan warganet yang mengatakan bahwa ambulans yang beriringan pada Jumat (9/7/2021) hanyalah ambulans kosong.

Jumat siang itu, di Kota Samarinda, ada delapan ambulans yang berjalan beriringan.

Tiap ambulans membawa satu jenazah.

Waktu itu, petugas pemakaman dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda hendak menuju tempat pemakaman Covid-19 di Serayu, Tanah Merah.

Iring-iringan ambulans tersebut sempat direkam oleh warga.

Videonya kemudian beredar di media sosial dan mendapat banyak komentar.

Baca: Tak Percaya Covid-19, Dokter Lois Owen Disindir Dokter Tirta: Silahkan Debat Ilmiah di Kantor IDI

Baca: Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Namun, ada sejumlah warganet yang mengomentari bahwa ambulans tersebut kosong.

Untuk menjawab tuduhan itu, petugas pemakaman membuat video yang merekam ambulans-ambulans berisi peti jenazah.

Dia lantas beralih ke satu unit ambulans yang diparkir depan pintu kamar mayat.

Di sana, ada beberapa petugas yang bersiap mengangkat peti jenazah untuk dimasukkan ke ambulans.

"Hayo yang bilang kosong, mana. Itu lagi proses pengangkatan (peti jenazah)," sebut petugas itu lagi.

Video direkam di dekat kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (10/7/2021).

Suasana di TPU Pedurenan, Bekasi memperlihatkan deretan mobil jenazah yang mengantre untuk memakamkan jenazah. Semenjak dijadikan TPU Khusus jenazah pasien Covid-19, aktivitas di TPU Pedurenan tak pernah sepi dari pagi hingga malam sejak lonjakan kasus terjadi pasca libur lebaran.
Suasana di TPU Pedurenan, Bekasi memperlihatkan deretan mobil jenazah yang mengantre untuk memakamkan jenazah. Semenjak dijadikan TPU Khusus jenazah pasien Covid-19, aktivitas di TPU Pedurenan tak pernah sepi dari pagi hingga malam sejak lonjakan kasus terjadi pasca libur lebaran. (Tiktok)

Penjelasan BPBD

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Samarinda Ifran menuturkan, rekaman video peti jenazah itu sengaja dibuat untuk menjawab tuduhan warganet.

"Semua berisi jenazah. Kami lakukan dengan prokes. Tidak ada tipu-tipu, ini bukan sinetron," ucapnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (12/7/2021).

Ifran menegaskan, tim pemamakam jenazah Covid-19 dari BPBD Samarinda sudah mengebumikan sekitar 665 jenazah di TPU Serayu.

Dia menyampaikan, petugas pemakaman tak pernah membawa peti kosong atau ambulans kosong.

Oleh karena itu, Ifran berharap kepada semua pihak untuk mengedukasi masyarakat yang mungkin belum percaya adanya Covid-19.

"Covid-19 ini ada. Dalam sehari orang bisa meninggal belasan di rumah sakit kaya gitu. Ini hal sederhana saja jadi tolak ukur. Kalau bukan wabah atau virus, apalagi. Sebelum pandemi enggak ada orang meninggal sebanyak ini dalam sehari," jelasnya.

Baca: Dokter Lois Sebut Pasien Covid-19 Meninggal Karena Interaksi Obat, Begini Penjelasan Ahli

Baca: Vaksin Sinovac

(TribunnewsWiki.com/Rest)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved