TRIBUNNEWSWIKI.COM - Potongan video yang memperlihatkan penyataan Dokter Lois Owen mengenai Covid-19 di Indonesia viral di berbagai media sosial.
Dokter Lois mengatakan dirinya tak percaya pasien covid-19 yang meninggal karena terjangkit virus.
Menurutnya, pasien meninggal justru karena adanya interaksi antar obat.
Bahkan, Dokter Lois juga sempat mengunggah beberapa pernyataan soal ketidakpercayaannya terhadap Covid-19 di media sosial miliknya.
Melalui akun Twitternya, Dokter Lois mengatakan bahwa pasien meninggal karena kekurangan vitamin dan mineral.
Postingannya itu pun turut mendapat tanggapan dari Dokter Tirta Hudi sebagai hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat.
"Cuma karena kurang vitamin dan mineral, Lansia diperlakukan seperti penjahat?? Covid-19 bukan virus dan tidak menular!" tulis Dokter Lois.
Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan bahwa eberapa pasien yang diberikan antivirus, Azithromycin, Metmorfin, dan obat TB dapat menyebabkan Asidosis Laktat.
Diketahui, Asidosis laktat atau lactate acidosis sendiri merupakan kondisi tubuh yang memproduksi asam laktat yang berlebihan. Kondisi ini terjadi saat tubuh melakukan metabolisme anaerob (kadar oksigen rendah).
Dipanggil IDI
Kini, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) mengambil tindakan untuk dokter Lois Owien terkait pernyataanya tentang Covid -19.
Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai respons pernyataan yang tidak sesuai dengan realita yang ada di lapangan.
Baca: Covid-19 Varian Lambda
Baca: Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
"MKEK sedang panggil yang bersangkutan," ucap Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih dikutip dari Kompas.com, Minggu (11/7/2021).
Viral di media sosial
Lebih parahnya lagi, Dokter Lois kukuh berpendapat bahwa covid-19 tidak berbahaya.
Hal itu diungkapkannya saat dirinya dipanggil menjadi bintang tamu dalam sebuah talkshow yang dipandu Hotman Paris.
Saat ditanya Hotman Paris, apakah orang-orang yang dikubur dengan tata cara atau protokol kesehatan itu meninggal dunia karena virus corona, dr Lois menjawab bukan karena virus.
"Interaksi antar obat. Kalau buka data di rumah sakit, itu pemberian obatnya lebih dari enam macam," kata dokter Lois.
Melihat hal tersebut, Daeng mengungkapkan bahwa tidak ada laporan terkait kondisi pasien yang memburuk akibat interaksi obat.
"Tidak ada laporan pasien dengan Covid meninggal karena interaksi obat," ujar dia.