Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - The House of Raminten adalah sebuah rumah makan yang buka 24 jam yang berlokasi di Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta.
Rumah makan ini menyajikan nuansa Jawa, baik dari alunan musik yang diputar, seragam yang dikenakan para pelayan, nama dan pilihan menu yang disediakan, hingga berbagai perabotan dan ornamen yang disuguhkan.
Rumah makan The House of Raminten dibuka pada tanggal 26 Desember 2008 oleh Hamzah Sulaeman.
Meskipun Hamzah merupakan salah seorang penerus Grup Mirota, rumah makan ini tidak diberi nama yang mengandung unsur Mirota, melainkan dari nama tokoh yaitu Raminten yang ia perankan di acara televisi Jogja TV yang berjudul Pengkolan.
Pada awalnya, The House of Raminten hanya menjual jamu dan nasi kucing saja, sebelum akhirnya semakin berkembang dengan menyediakan suvernir dan oleh-oleh khas Yogyakarta.
Rumah makan ini mulanya juga menyajikan tarian Jawa di ruang pendopo, sebelum akhirnya ruangan itu diperluas untuk area makan tambahan.
Setiap pagi, para pengunjung juga bisa melihat proses pelukisan batik.
Baca: Sangkring Art Space Jogja
Baca: Legend Coffee Jogja
Karen semakin berkembang, The House of Raminten kemudian membuka cabang di Jalan Kaliurang Km 15,5, Sleman, Yogyakarta yang diberi nama The Waroeng of Raminten.
Namun, The Waroeng of Raminten memiliki desain dan menu yang berbeda, serta tidak dibuka selama 24 jam.
Daya Tarik #
Desain rumah makan The House of Raminten terlihat layanya rumah pada umumnya.
Bagian teras digunakan sebagai tempat menerima tamu yang dilengkapi dengan resepsionis, kereta kencana, televisi, dan sepeda kuno sebagai latar belakang berfoto.
Area makannya berupa meja makan berkursi atau lesehan, serta pendopo di tengah-tengah ruangan di lantai satu yang kini juga dialihfungsikan sebagai area makan tambahan.
Di belakang pendopo terdapat kamar mandi yang dilengkapi bathup, namun toilet yang dapat digunakan berada di samping kandang kuda, di ruangan paling belakang.
Pengunjung yang sedang berada di ruang tunggu sudah bisamencium bau nyentrik yang berasal dari dupa yang dibakar.
Selain itu, terlihat banyak bunga semacam sesajen di beberapa titik, yang mengingkatkan akan nuansa Bali.
Hal menarik lainnya dari tempat makan ini ialah kasir berjalan, yakni pelayan yang membawa tas berisi uang yang senantiasa siap sedia menerima pembayaran dan memberikan kembalian ketika pengunjung hendak langsung memperoleh tagihan saat memesan.
Baca: Loko Coffee Shop Malioboro
Baca: Museum Batik Yogyakarta
Menu #
Menu Unggulan
• Sego Kucing (Nasi Kucing) : Rp. 3.000,-
• Ayam Koteka : Rp. 11.000,-
• Sego Gudeg (Nasi Gudeg)
Menu Lain
• Es Kacang Abang: Rp. 8.000,-
• Es Krim Goreng: Rp. 15.000,-
• Jus: Rp. 8.000 - Rp. 11.000
• Susu: Rp. 4.000 - Rp. 8.000
• Wedang: Rp. 3.000 - Rp. 4.000
• Sego Goreng (Nasi Goreng): Rp. 11.000 - Rp. 13.000
• Makanan Lain (Snack): Rp. 5.000 - Rp. 15.000
Baca: Romantic Garden Bantul
Baca: Selfie Park Taman Pule Jogja
(TribunnewsWiki.com/Septiarani)
| Nama | The House of Raminten |
|---|
| Alamat | Jalan FM Noto no.7, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta |
|---|
| Diresmikan | 26 Desember 2008 |
|---|
| Pemilik | Hamzah Sulaeman |
|---|
| Jam Operasional | 24 jam |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. visitingjogja.com
3. gudeg.net