Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Tari Turonggo Seto Boyolali adalah salah satu tarian daerah yang berasal dari lereng gunung Merapi-Merbabu.
Tari Turonggo Seto tepatnya berasan dari Dusun Salam, Des Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Tarian ini ditarikan oleh para pemuda yang bertempat tinggal di lereng Merapi-Merbabu.
Pada tahun 2002, tari Turonggo Seto diciptakan dan mencapai puncak kejayaan sejak tahun 2005 sampai saat ini.
Kata Turonggo Seto sendiri berasal dari kata Turonggo yang berarti kuda, dan Seto yang berarti putih. Jadi, Turonggo Seto merupakan kuda putih.
Tari ini menceritakan kendaraan prajurit pada masa perang Diponegoro, yaitu kuda putih yang digunakan untuk melawan penjajah.
Penarinya sendiri ada 17 penari dan 9 penabuh, 1 orang penari sebagai panglima dan 16 lainnya sebagai prajurit dengan baju yang sama.
Tari Turonggo Seto ini biasanya sering ditarikan pada saat pentas, khitanan, pernikahan, dan juga festival. (1)
Baca: Tarian Jawa
Asal-usul #
Tari ini merupakan sebuah pengembangan tari-tari sebelumnya, yakni tari Reog Mardi Utomo dan tari Turonggo Kencono di Desa Samiran.
Meski sama-sama menggunakan properti jaran kepang, tari Reog Mardi Utomo dan tari Turonggo Kencono memiliki perbedaan bentuk tari dan iringan musiknya.
Pertunjukan tari Reog Mardi Utomo, melalui bentuk tari dan musiknya mampu membuat seorang penari mengalami trance.
Nama Turonggo Seto berasal dari dua kata yang masing-masing memiliki pengertian sendiri-sendiri.
"Turonggo" berarti kuda dan "Seto" yang berarti putih, jadi makna Turonggo Seto merupakan dua istilah dengan latar belakang kisah Pangeran Diponegoror saat berperang melawan Belanda yakni dengan menunggang kuda putih. (2)
Baca: Tari Topeng Gethak
Gerakan dan Busana #
Gerak pada Turonggo Seto bersifat dinamis dan gerak-gerak yang diperagakan saat menari merupakan perwujudan bentuk-bentuk gerak saat menunggang kuda, berlari, berperang dan mengadu kekuatan. (3)
Gerakan tarinya cenderung monoton, yakni gerak maju dan mundur, tarinya didominasi oleh gerakan hentakan kaki bahkan gerakan atraktif selalu dihadirkan, seperti makan beling, makan mowo atau bara api, makan ayam hidup, makan sesaji dan capaian akhir dari pertunjukan ini adalah terjadinya trance yang dialami oleh penari.
Tari Turonggo Seto disajikan oleh tujuh belas penari laki-laki.
Satu penari berperan sebagai panglima dengan model busana yang berbeda, sedangkan enam belas penari berperan sebagai prajurit dengan menggunakan busana yang seragam. (2)
Baca: Tari Rondhing
(Tribunnewswiki.com/ Husna)
| Asal | Dusun Salam, Des Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. |
|---|
| Jenis | Tarian Tradisional |
|---|
| Asal usul | Tari ini merupakan sebuah pengembangan tari-tari sebelumnya yakni tari Reog Mardi Utomo dan tari Turonggo Kencono di Desa Samiran. |
|---|
Sumber :
1. haloedukasi.com
2. warisanbudaya.kemdikbud.go.id
3. gpswisataindonesia.info