Tari Topeng Gethak

Tari Topeng Gethak merupakan tarian tradisional yang berasal dari Pamekasan, Madura, Jawa Timur


zoom-inlihat foto
Tari-Topeng-Gethak-1.jpg
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Para penari Topeng Gethak asal Pamekasan saat usai pentas di acara yang digelar di Aula Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Jumat (1/3/2019).

Tari Topeng Gethak merupakan tarian tradisional yang berasal dari Pamekasan, Madura, Jawa Timur




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari Topeng Gethak merupakan tarian tradisional yang berasal dari Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Tari Topeng Gethak ini juga adalah satu di antara tari tradisional yang menjadi bagian dari seni pertunjukan Ludruk Sandur di Madura.

Seni pertunjukan Ludruk Sandur atau kesenian Sandur merupakan jenis kesenian rakyat yang paling banyak digemari di Kabupaten Pamekasan.

Kesenian Sandur selalu hadir dalam setiap acara seperti pesta perkawinan, khitanan, dan lain-lain.

Maka tak heran semua masyarakat di wilayah Pamekasan mengenal kesenian ini.

Dalam pertunjukan Ludruk Sandur, tari Topeng Gethak hadir sebagai pembuka pertunjukan kesenian tersebut. (1)

Seorang penari usai membawakan Tarian Topeng Gethak berbaring di pasir
Seorang penari usai membawakan Tarian Topeng Gethak berbaring di pasir (TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian)

Baca: Tari Bantengan

  • Sejarah #


Tari Topeng Gethak awalnya bernama "Tari Klonoan".

Tarian ini menggambarkan tokoh Prabu Bolodewo dalam lakon Topeng Dhalang Madura yang ditiru oleh masyarakat awam.

Topeng Dhalang Madura saat itu dimainkan dan ditonton hanya di lingkungan keraton atau kaum bangsawan.

Jarang sekali atau hampir tidak mungkin ada kesempatan bagi masyarakat awam untuk menyaksikan penampilan Topeng Dhalang tersebut.

Tokoh Prabu Bolodewo dalam Topeng Dhalang bagi masyarakat merupakan tokoh yang amat sangat dibanggakan.

Rasa bangga tersebut diungkapkan melalui ekspresi gerak yang tersusun menjadi tarian.

Kata "Klonoan" berasal dari kata kelana atau berkelana, yang bermakna Bolodewo berkelana.

Tari Klonoan ini juga sebagai isyarat pembuka sajian Kesenian Sandhur.

Dalam perjalanannya, Tari Klonoan ini berubah nama menjadi "Tari Topeng Gethak".

Perubahan nama ini terjadi sejak Tahun 1980, ketika Parso Adiyanto masih menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya jurusan Seni Tari.

Pada saat tugas akhir, ia melakukan penelitian kesenian tradisi yang hidup di wilayahnya,.

Dari hasil penelitian diperoleh petunjuk bahwa Tari Klonoan tersebut gerak-geraknya dan peralihan tiap gerak selalu tergantung pada bunyi kendang yang berbunyi “Ge” dan “Tak”.

Bunyi kendang itulah yang mengilhami penciptaan nama "Topeng Gethak" saat itu.

Tari Topeng Gethak sedang dipentaskan oleh para penari
Tari Topeng Gethak sedang dipentaskan oleh para penari (Youtube/Didik Setia Budi)

Baca: Tarian Jawa

Hingga akhirnya nama "Klonoan" tidak lagi digunakan dan berubah menjadi "Topeng Gethak".

Tari Topeng Gethak dalam perjalanannya dari masa ke masa tetap menyatu beriringan dalam satu sajian Kesenian Sandhur.

Tari Topeng Gethak selalu digemari oleh masyarakat di Kabupaten Pamekasan dan bahkan berkembang ke daerah Sampang, Bangkalan dan Sumenep.

Bahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pamekasan telah menetapkan tari Topeng Gethak sebagai tari khas unggulan Kabupaten Pamekasan. (2)

Baca: Tari Loro Blonyo

  • Musik Pengiring #


Tari Topeng Gethak diiringi oleh alat musik tradisional kendang. (3)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Tari Topeng Gethak
Jenis Tarian tradisional
Asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
   


Sumber :


1. madura.tribunnews.com
2. stkw-surabaya.ac.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved