Untuk vaksin Sinopharm, efek samping serius yang mungkin terjadi adalah mual, gangguan neurologis langka, dan pembekuan darah.
Namun, kondisi itu sangat jarang terjadi. Umumnya, efek yang dirasakan oleh penerima adalah sakit kepala, kelelahan, dan reaksi tempat suntikan.
Adapun vaksin Sinovac, ada sakit dan nyeri pada tempat suntikan adalah efek samping yang paling umum.
Reaksi sistemik lain vaksin Sinovac yang dilaporkan adalah kelelahan, diare, dan kelemahan otot.
Perbandingan dengan Vaksin AstraZeneca
Dibandingkan dengan dua vaksin lain yang telah digunakan di Indonesia saat ini (Sinovac dan AstraZeneca), vaksin Sinopharm memiliki efikasi yang lebih tinggi.
Dua dosis vaksin Sinovac diketahui memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran sebesar 65,3 persen.
Sementara vaksin AstraZeneca memiliki efikasi sebesar 62 persen pada orang yang menerima dua dosis penuh dan mendekati 90 persen pada orang yang menerima satu setengah atau satu dosis penuh.
AstraZeneca menggunakan dua persentase ini untuk menarik rata-rata tingkat efikasi 76 persen, dikutip dari Healthline.
Sementara itu, efek samping yang ditimbulkan ketiga vaksin tersebut yang paling umum adalah rasa sakit dan nyeri di tempat suntikan.
Baca: Daftar Klinik Kimia Farma yang Melayani Vaksinasi Covid-19 Mandiri Beserta Biayanya
Baca: Vaksin AstraZeneca
(TribunnewsWiki.com/Rest)