Tari Gambir Anom

Tari Gambir Anom merupakan tarian klasik yang menjadi salah satu kekayaan budaya Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.


zoom-inlihat foto
Tari-Gambir-Anom-3.jpg
gasbanter.com
Tari Gambir Anom

Tari Gambir Anom merupakan tarian klasik yang menjadi salah satu kekayaan budaya Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Tari Gambir Anom merupakan tarian klasik yang menjadi salah satu kekayaan budaya Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah.

Tarian ini dimainkan oleh penari dengan gerakan yang lemah gemulai.

Tari Gambir Anom memiliki serangkaian karakteristik yang khas dan unik. (1) 

Baca: Tarian Jawa

Tari Gambir Anom 1
Tari Gambir Anom

  • Gerakan #


Tarian ini memiliki alur cerita yang dibawakan para penari.

Tari Gambir Anom menyuguhkan gerakan tari yang simbolis, unik, dan khas.

Keunikan gerakan tarian ini bisa dilihat dengan gerakan gemulai.

Selain itu, tari Gambir Anom menampilkan gerakan pantonim seperti: berdandan, bercermin, bingung, dan lain sebagainya yang menggambarkan keadaan seseorang yang tengah jatuh cinta.

Secara rinci, ragam gerak tarian Gambir Anom dapat dijabarkan sebagai berikut:

- Jengkeng, yaitu posisi kaki kanan diduduki, sementara kaki kiri dibuka selebar bahu dengan posisi badan tegak.

- Sembahan, yaitu sebuah gerakan yang menunjukkan penyampaian salam kepada orang-orang yang menyaksikan.

- Hoyog, yaitu gerakan badan yang dicondongkan ke samping kanan atau kiri, sementara kedua lutut sedikit ditekuk.

- Entrag, yaitu mengentakkan badan ke bawah berkali-kali.

- Menthang, yaitu gerakan meluruskan tangan ke samping.

- Panggel, yaitu gerakan mengadu kedua pangkal pergelangan tangan.

- Nyekithing, yaitu posisi ujung jari tengah berhimpitan dengan ujung ibu jari membentuk lingkaran.

- Trap jamang, yaitu gerakan dimana satu jari tangan dalam posisi nyekithing di samping telinga, sementara jari tangan satunya posisi rapat di depan kening.

- Ulap-ulap, yaitu menggerak-gerakkan jari tangan di atas kepala.

- Ukel, yaitu memutar pergelangan tangan.

- Tawing-Taweng, yaitu posisi salah satu tangan di samping telinga dengan jari tangan rapat menghadap ke bawah, sementara ibu jari menghadap ke atas.

- Seblak sampur, yaitu gerakan tangan memegang pangkal kain sampur dari arah dalam, lalu mengurutkannya hingga ujung sampur sambil diluruskan ke samping sejajar lambung.

- Kebyok, yaitu mengentakkan sampur ke arah dalam sehingga melilit lengan.

- Kebyak, yaitu mengentakkan sampir dari posisi kebyok ke arah luar.

- Debeg, yaitu gerakan menghentakkan ujung telapak kaki dengan ditumpu oleh tumit.

- Gejug, yaitu menjatuhkan ujung kaki ke belakang.

- Napak, yaitu sikap saat melangkah.

- Kengser, yaitu gerakan ke kiri dan ke kanan dengan hanya menggeser kedua telapak kaki secara bergantian antara ujung kaki dan tumit.

- Srisig, yaitu gerakan lari kecil dengan berjinjit.

- Tanjak, yaitu posisi berdiri dengan kaki kanan serong ke kanan di depan kaki kiri.

- Trecet, yaitu gerakan ke kiri dan ke kanan dengan posisi kaki tanjak, lutut ditekuk, dan telapak kaki jinjit.

- Mendak, yaitu sikap berdiri dengan kedua lutut ditekuk sesuai dengan telapak kaki.

- Lumaksono, yaitu gerakan kaki sebagaimana orang berjalan.

- Laku telu, yaitu gerakan kaki seperti lumaksono, namun dilakukan tiga langkah.

- Udal rikma, yaitu gerakan seperti orang menyisir rambut.

- Besut, yaitu gerakan menarik kaki kanan yang awalnya terbuka selebar bahu menjadi serong ke kanan sejajar dengan kaki kiri.

- Kawilang ogek lambung, yaitu gerakan perut ke kanan dan kek kiri.

- Lilingan, yaitu gerakan seperti lumaksono namun dengan arah memutar.

- Nggroda, yaitu gerakan sikut siku ditekuk dengan pergelangan tangan menghadap badan.

- Nyempurit, yaitu posisi ibu jari bertemu dengan ujung jari telunjuk.

- Ledhang, yaitu gerakan tangan melambai seperti orang berjalan.

- Ukel karno, yaitu gerakan memutar pergelangan tangan di samping telinga.

- Ukel pakis, yaitu memutar pergelangan tangan di depan perut.

Ketika tarian Gambir Anom ini dipertunjukan dalam acara penghormatan, ada kalanya penari akan mengalungkan kain sampur pada tamu agung tersebut.

Hal ini berarti penari tersebut mengajak tamu kehormatan untuk ikut menari bersama. (2)

Baca: Tari Adat Ujungan

Tari Gambir Anom 2
Tari Gambir Anom

  • Sejarah #


Tari Gambir Anom merupakan salah satu tarian yang ditampilkan di dalam keraton untuk menyambut tamu agung.

Tarian ini biasa dimainkan oleh penari laki-laki. Hal ini tentu tidak dapat dilepaskan dari cerita yang terkandung dalam setiap gerakan tarian tersebut.

Tari Gambir Anom menceritakan seorang tokoh pewayangan bernama Irawan, putra Arjuna, yang tengah jantuh cinta kepada seorang wanita.

Awalnya tarian ini dibawakan oleh penari laki-laki secara tunggal.

Namun, seiring perkembangan zaman, tarian ini banyak dibawakan oleh penari perempuan.

Selain sebagai sarana hiburan, tarian klasik Gambir Anom ini juga memberikan sebuah pesan untuk para pemuda mengenai percintaan pada masa remaja. (2)

Baca: Tari Emprak

  • Properti #


Properti yang dikenakan oleh penari juga tergolong unik, yaitu berupa kostum layaknya tokoh pewayangan ditambah dengan sebuah sampur sebagai propertinya.

Selain sebagai media hiburan, secara tidak langsung tari klasik dari Jawa Tengah ini memiliki fungsi sebagai sebuah nasihat bagi para pemuda dalam menghadapi masa remajanya dan mulai merasa jatuh cinta. (3) 

Baca: Tari Topeng Endel

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Asal Surakarta, Jawa Tengah
Jenis Tarian klasik
Fungsi Menyambut tamu agung.
   


Sumber :


1. www.mediasiana.id
2. gasbanter.com
3. budaya-indo.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved