Arab Saudi Kenakan Denda Rp 39 Juta Bagi yang Nekat Dekati Masjidil Haram Tanpa Izin Haji

Arab Saudi bakal mengenakan denda terhadap orang-orang yang memasuki Mina, Muzdalifah, dan Arafat tanpa mengantongi izin haji.


zoom-inlihat foto
Shalat-tarawih-di-sekitar-Kabah.jpg
AFP
Pelaksanaan shalat Tarawih malam pertama puasa Ramadhan di sekitar Ka'bah di kompleks Masjidil Haram, Mekkah, Selasa (13/4/2021). Pihak berwenang Saudi mengatakan pada 5 April hanya orang yang diimunisasi terhadap COVID-19 yang diizinkan. untuk menunaikan umrah sepanjang tahun dari awal Ramadhan, bulan suci puasa bagi umat Islam.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Arab Saudi bakal mengenakan denda terhadap orang-orang yang memasuki Mina, Muzdalifah, dan Arafat tanpa mengantongi izin haji.

Denda yang dijatuhkan senilai 10.000 riyal (Rp 38 juta) dikeluarkan menjelang ibadah haji 2021.

Dikutip dari Saudi Gazette pada Minggu (4/7/2021), Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi akan dijatuhi denda dua kali lipat jika pelanggar kedapatan melakukan pelanggaran sebanyak dua kali.

Aturan tersebut sengaja dibuat untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar.

Termasuk sebagai upaya untuk membendung penyebaran virus corona selama pelaksanaan ibadah haji 2021.

Baca: Dubes Arab Saudi: Pembatalan Haji Indonesia Bukan Karena Gagal Diplomasi atau Merek Vaksin

Larangan masuk ke sejumlah suci tanpa izin haji itu berlaku mulai 13 hari sebelum pelaksanaan ibadah haji dilaksanakan

“Aparat keamanan akan melaksanakan tugasnya di sepanjang jalan, posko pemeriksaan, serta di lokasi, dan koridor yang mengarah ke kawasan pusat di sekitar Masjidil Haram,” kata Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Suasana saat seratusan jamaah berkumpul di depan Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 H pada Minggu (24/5/2020) pagi.
Suasana saat seratusan jamaah berkumpul di depan Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 H pada Minggu (24/5/2020) pagi. (AFP)

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi juga meminta semua warga dan penduduk untuk mematuhi peraturan tersebut.

Pada bulan lalu, Arab Saudi mengumumkan bahwa ibadah haji tahun ini akan dibatasi hanya untuk jemaah haji domestik saja dengan kapasitas maksimal 60.000 orang.

Musim haji 2021 ini menjadi musim haji kedua tanpa jemaah asing lantaran adanya penyebaran Covid-19.

Pemerintah Arab Saudi Putuskan Kuota Ibadah Haji 2021

Pemerintah Arab Saudi sudah memutuskan pelaksanaan Haji 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Sabtu (12/6/2021).

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan pembatasan kuota bagi jemaah yang akan melaksanakan haji.

Hanya sekitar 60.000 jemaah yang bisa melaksanakan Ibadah Haji 2021.

Baca: Viral di Arab Saudi, Kerajaan Apresiasi Indonesia Tak Berangkatkan Haji Demi Kesehatan

Kuota tersebut juga berlaku hanya untuk masyarakat domestik dan ekspatriat yang tinggal di Arab Saudi.

Keputusan ini menimbang karena pandemi Covid-19 yang belum mereda.

"Pemerintah Saudi mengumumkan haji hanya dibuka untuk domestik dan ekspatriat saja. Dengan menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman Covid-19 yang belum reda. Sebagaimana Pemerintah RI, keselamatan dan keamanan jemaah, selalu menjadi pertimbangan utama," kata Yaqut, Sabtu (12/6/2021).

Warga Arab Saudi dan WNA melakukan sholat
Warga Arab Saudi dan WNA melakukan sholat "Al Fajr" di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, pada 18 Oktober 2020, untuk pertama kalinya setelah pelonggaran pembatasan COVID-19 selama berbulan-bulan. (STR / AFP)

Selain kuota jumlah jemaah, Pemerintah Arab Saudi juga merilis syarat-syarat jemaah yang bisa melaksanakan haji.

Jemaah dibatasi hanya untuk orang yang tidak memiliki penyakit kronis.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved